Tuesday, 10 July 2018

#PanganAmanMudik dengan CEK KLIK



Assalamualaikum. Alhamdulillah keseruan lebaran sudah akan berakhir. Anak-anak juga sudah mau masuk sekolah kembali. Tapi kenangan lebaran masih terasa dong. Saya bersyukur masih diberi rejeki dan kesempatan untuk mudik, selama orang tua masih ada.


Saya sendiri mudiknya nggak jauh-jauh karena orangtua asli Jakarta dan sekarang tinggal di Ciputat. Sedangkan saya tinggal di Depok. Nah makanya yang mau saya ceritakan ini adalah pengalaman mudik ke Garut, kampung kelahiran suami tercinta. 

Suami mengambil cuti panjang, jadi kami berangkat ke Garut seminggu sebelum puncak mudik. Perjalanannya normal hanya 5 jam dari Depok ke Garut. Jadi kami masih sempat merasakan pengalaman berpuasa di Garut dan suara takbir keliling di malam lebaran yang lebih semarak. 

Seperti biasalah ya, kami bersilaturahim ke keluarga besar suami di Garut. Kami menikmati makanan lebaran khas Garut, seperti dodol, kerupuk kulit, dorokdok, kue cincin, Burayot, dan lain-lain..Banyak banget deh jenis makanannya. 

Darokdok

Kalau kita ke pusat kota Garut itu penuh dengan kuliner yang murah meriah. Ada pasar kuliner yang buka menjelang malam, Pasar Ceplak di Jalan Siliwangi Garut. Garut surganya makanan, apalagi udaranya dingin. Klop deh. Nafsu makan meningkat. 

Makanya tak heran, puasa sebulan seperti tak ada pengaruhnya untuk saya karena ternyata berat badan saya tak turun sedikit pun. Ya iyalah, di Garut bawaannya makan terus. Jajan terus. Tiap mau buka puasa, kami ngabuburit dengan memburu kuliner yang enak-enak. 

Kami kembali ke Jakarta, 2 hari setelah lebaran. Memang itu sedang masa puncak arus balik sehingga tak heran kalau perjalanan memakan waktu 12 jam. Sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir dulu ke Pusat Oleh-oleh Garut yang sudah pasti ada di pusat kota Garut. 

Stan Dodol Garut, Komplit

Banyak pilihan oleh-oleh di sana dari kue basah sampai kue kering. Selain ada oleh-oleh khas tradisional Garut yang sudah lama ada, UKM di Garut juga banyak berinovasi menciptakan jenis makanan oleh-oleh lainnya yang tetap mengandung unsur oleh-oleh Garut, misalnya Chocodot.

Chocodot ini adalah cokelat yang isinya dodol. Selama ini kan kita tahunya cokelat itu diisi dengan kacang almond atau kacang mete. Nah, Chocodot ini isinya dodol aneka macam. Variasi dodol sendiri sudah bertambah. Ada dodol buah-buahan, dodol kacang hijau, dodol kacang hitam, dan lain-lain.

Saya biasanya membeli oleh-oleh untuk keluarga besar di Jakarta karena setelah dari Garut, kami akan keliling Jakarta. Membeli makanan saat mudik ini harus berhati-hati lho.

Chocodot, Dodol bersalut Cokelat

Dua tahun lalu, saya punya pengalaman masuk rumah sakit bersama anak saya yang pertama akibat tipes atau deman tifoid yang diakibatkan makanan dan minuman yang kami konsumsi tercemar bakteri salmonella.

Saat itu kami dalam perjalanan ke Garut untuk mudik, dan mampir di sebuah warung makan pinggir jalan. Cuaca sedang hujan. Kami mengonsumsi pecel lele. Sampai di Garut, anak saya badannya panas dan setelah diperiksa ke doktee ternyata terkena tipes.

Dokter bilang, kami harus berhati-hati saat membeli makanan di pinggir jalan. Harus diperhatikan kebersihannya. Itu mengapa kami sekarang memilih makanan kemasan karena lebih higienis. Atau kalau mau mampir di warung makan ya cari yang tempatnya bersih.

Makanan kemasan pun harus hati-hati memilihnya karena bisa menjadi sumber penyakit juga bila kemasannya sudah tidak bagus, tidak ada izin edar BPOM, atau sudah kedaluwarsa. Banyak kasus keracunan akibat memakan makanan tanpa kehati-hatian memilihnya.

Saya menerapkan pedoman BPOM yaitu CEK KLIK. 

Pilihan Oleh-oleh

Apa itu CEK KLIK? 

Cek Kemasan 
Saya mengecek kemasannya dulu apakah utuh dan tersegel rapat? Soalnya, banyak oleh-oleh yang merupakan produksi rumahan. Keutuhan kemasan ini sangat penting untuk menjaga kualitas isinya. Kalau kemasannya rusak, sudah pasti isinya juga rusak kan.

Sebab, ada lho makanan kemasan yang berlubang karena digigit tikus atau kecoak. Alhasil isinya sudah tidak layak makan. Dan hal ini bisa jadi luput dari perhatian penjaga toko karena begitu banyaknya makanan yang dijual di tokonya. 

Cek Label
Kemudian saya cek labelnya yaitu semua tulisan yang ada di kemasan, dari mulai nama produk, alamat produsen, izin edar, kedaluwarsa, komposisi atau kandungan makanan, label halal, berat bersih, informasi nilai gizi, dan lain-lain. 

Cek Label

Komposisi atau bahan yang terkandung di dalam makanan itu harus jelas untuk menghindari risiko mengonsumsi bahan makanan yang berbahaya. Begitu juga dengan alamat produsen dan customer service bila ada komplain atau keluhan terhadap produk tersebut. 

Komposisi

Label halal, sudah pasti bagi umat Islam sebaiknya memilih makanan yang ada label halalnya. Itu untuk menghindari keragu-raguan dalam mengonsumsi makanan karena khawatir ada bahan haram di dalamnya. 

Label Halal

Periksa juga berat bersihnya sehingga kita tahu kira-kira isinya seberapa banyak. Dan tentu saja tanggal kedaluwarsa harus tercantum dengan jelas untuk menandakan produk masih layak dikonsumsu atau tidak. 

Cek Izin Edar 
Selanjutnya, cek izin edarnya yaitu nomor izin BPOM di mana. Jika produksi dalam negeri maka nomornya BPOM RI MD + 12 digit angka. Jika produksi luar negeri maka nomornya BPOM RI ML + 12 digit angkat. Dan kalau produksi rumahan Dinkes P-IRT No + 15 digit.

Kebanyakan produk oleh-oleh Garut ini produksi rumahan sehingga izin edarnya adalah Dinkes P-IRT + 15 digit yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota tempat produksinya.

Produksi rumahan juga layak konsumsi kok asal sudah ada izin edar BPOM-nya dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota. 

Cek Kedaluwarsa
Terakhir yang tak kalah penting adalah mengecek kedaluwarsanya yaitu masa berlaku produk tersebut yang aman untuk dikonsumsi. Ditandai dengan tanggal dan tahun kedaluwarsa. Biasanya ditulis dengan: Best Before, Expired, Baik Digunakan Sebelum. 

Jangan sampai kita mengonsumsi makanan yang sudah kedaluwarsa ya karena bisa bikin sakit perut. Libur lebaran masih lama dan masih banyak tempat yang akan didatangi ya masa sih kita sakit perut. 

Sebab, makanan oleh-oleh khas Garut ini banyak juga yang berupa makanan basah sehingga masa kedaluwarsanya sangat cepat yaitu hanya seminggu sampai dua minggu. Seperti Dodol Kulakan yang dijual dengan cara ditimbang dulu beratnya. Biasanya dodol ini tidak tertulis masa kedaluwarsanya karena banyak yang hanya dibungkus plastik dan daun jagung kering. Tidak ada label dan izin edar BPOM.

Untuk makanan basah seperti itu sebaiknya dalam waktu 1 minggu sudah dihabiskan. Pernah saya membeli dodol yang dibungkus daun jagung kering, eh ternyata daunnya itu yang lapuk dan berjamur sehingga dodolnya pun terkontaminasi. Apa yang saya temukan di dalamnya? Cacing berwarna putih. Hiyy..... Saran saya sih kalau beli dodol yang sudah dikemas dan ada label BPOM-nya.

Kalau pengalaman ayah saya atau kakeknya anak-anak. Pernah dibawakan oleh-oleh Pie Susu, tapi tidak dicek kedaluwarsanya. Pie Susunya malah disimpan di lemari dan baru dibuka beberapa minggu kemudian yang ternyata sudah kedaluwarsa. Di Pusat Oleh-oleh Garut ini juga ada Pie Susu buatan Bandung. Kelihatannya memang seperti kue kering, padahal masa kedaluwarsanya hanya 1-2 minggu lho.

Intinya, ingat-ingat ya sebelum berbelanja makanan dan oleh-oleh mudik, lakukan CEK KLIK.

Informasi lebih lanjut mengenai CEK KLIK BPOM bisa diikuti di semua media sosial BPOM: 

Halo BPOM 1500533
Website: www.pom.go.id
Twitter: @bpom_ri
Instagram:  @bpom_ri
Facebook: Bpomri

Simak keseruan saya saat membeli #PanganAmanMudik dengan #CekKlikBpom di video ini: 




20 comments:

  1. CEK KLIK penting banget dilakukan ya setiap kali belanja ke manapun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba Nisa. Jangan lupa Cek Klik

      Delete
  2. Ooohh Ya Ya.. .Jadi diingetin nih sama mbak Leyla �� Paling sering sih aku cek kehalalannya lalu tanggal kadaluarsanya. Ternyata masih banyak yg mesti dicek ya. Kapan edarnya juga penting ternyata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba.. jangan lupa cek izin edar BPOM nya ya

      Delete
  3. Penting banget ya mbak meakukan cek klik apalagi kan kadang beredar makanan yg berbahaya buat tubuh kita. Moga makin banyak ya masyarakat yg melakukan cek klik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betull bisa sakit perut kalo ga hati2

      Delete
    2. Semoga kita dan keluarga bisa makin hati2 ya mbak dalam memilih dan membeli makanan

      Delete
  4. Nah pas aku mudik juga cek klik mba. Kuatir tanggal kadarluarsanya udah lewat kan bahaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan cuma tgl kedaluwarsanya aja lho

      Delete
  5. BPOM udah mengedukasi tinggal kita sebagai masyarakat praktekan CEK KLIK ini ya. Aku biasanya yg pertama langsung cek masa expirenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang lainnya jg dicek ya selain expire

      Delete
  6. Teliti memilih Oleh-oleh ya mbak. Selain kandungan dan tanggal berlaku, cek harga juga. Hehehe

    ReplyDelete
  7. Keren ya, memberikan kesadaran buat masyarakat agar jadi konsumen cerdas,tidak asal beli karena kepengin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Jadi konsumen jg harus cerdas

      Delete
  8. saya juga sebelum membeli makanan cek-cek terlebih dahulu jangan sampai beli makanan yang kadaluarsa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harus itu Cek Klik sebelum membeli

      Delete
  9. Garut tu terkenal ma dodolnya. Penasaran sama Chocodot :D
    Eh aku kira Ceklik itu nama aplikasi hahaah, ternyata cek2 dan klik manual kalau misalnya masih sesuai standar keamanan makanan/ minuman ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah Bu April tau juga ya ttg Cek Klik ini

      Delete
  10. harus teliti sebelum membeli ya mak, terutama expirednya. salah ngecek tanggal kesehatan yang jadi jaminannya. mamaciww makk buat share info pentingnyaa~~~

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^