Thursday, 5 October 2017

Tiga Masalah Kulit pada Bayi dan Cara Mengatasinya




Alhamdulillah, Allah telah mengaruniakan 3 anak lelaki kepada saya dengan segala suka dukanya. Memiliki bayi tentu menjadi idaman setiap orang tua, tetapi di baliknya ada tantangan dan tanggung jawab yang besar. Suka duka mengurus bayi, salah satunya adalah masalah kulit. Kalau tidak diatasi dengan baik, tak hanya bayi yang menderita, ibunya juga. Saya merasakan susahnya saat bayi rewel karena kulitnya gatal dan kemerahan.


Ismail dan Ruam Popok
Ismail lahir kurang dari 10 tahun lalu dengan berat 26 kilo gram, tubuhnya sangat kecil dan ringkih. Saya melahirkan di rumah neneknya, jadi harus mengikuti setiap petuah orangtua. Salah satunya, tidak memakaikan diaper. Di tengah cuaca Garut yang dingin dan bayi baru lahir yang sering buang air, saya harus bersabar mengganti popok kain yang basah. 


Ismail dan Ruam Popok
Rupanya, masalah bukan hanya pada popok kain yang harus diganti setiap 30 menit, tapi juga kulit di sekitar selangkangan Ismail. Kulitnya menjadi kemerahan dan sepertinya sangat mengganggu. Ismail jadi tidak bisa tidur, menangis semalaman. Saya pun kurang tidur dan terkena Baby Blues. Tak hanya dilarang mengenakan diaper, Ismail juga tidak boleh dimandikan kalau bukan dengan dukun bayi. Neneknya khawatir saya tidak bisa memandikan Ismail karena tubuhnya yang masih sangat kecil dan setiap kali dimasukkan ke bak mandi pasti menjerit kencang. 

Kalau dukun bayinya tidak datang, Ismail hanya dilap dengan waslap hangat. Sepertinya, kondisi area selangkangan yang sering basah dan tidak dibersihkan secara benar itulah yang membuat kulit di sekitarnya kemerahan dan gatal. Ibu mertua menyuruh mengobati dengan minyak kelapa murni, tapi saya tidak melihat manfaatnya karena kondisinya masih sama. Saya kasihan melihat Ismail dan area kulit di sekitar selangkangannya, itu pasti sangat menyiksa. 

Setelah kembali ke Bogor dan tidak lagi tinggal di rumah neneknya, saya memilih mengenakan diaper (popok sekali pakai) untuk Ismail. Saya kewalahan membersihkan pipisnya, karena sepertinya Ismail cukup banyak frekuensi buang air kecilnya. Lagipula, saya belum memiliki asisten rumah tangga dan hanya sendiri mengurus rumah dan anak. Repot kalau harus mengganti popok setiap 30 menit, belum lagi tumpukan kain ompolnya. 

Sebulan dua bulan, tidak ada masalah mengenakan popok sekali pakai kepada Ismail. Lama kelamaan, timbullah masalah itu. Ruam popok. Area selangkangan Ismail kembali bermasalah. Kulitnya kemerahan, panas, dan gatal sehingga  tidak mau dipakaikan diaper. Duh, susahnya ya punya bayi. Pakai popok kain salah, pakai diaper juga salah. Jadi, harus bagaimana? 

Sumber: Facebook Lactacyd Baby


Sidiq dan Kulit Sensitif 
Setiap bayi pastinya memiliki kulit yang sensitif, tetapi kulit Sidiq ini tingkat sensitifitasnya lebih tinggi. Sidiq lahir setahun kemudian, dua minggu sebelum kakaknya berulangtahun yang pertama. Usia Sidiq dan Ismail memang hanya terpaut setahun dan sering disangka kembar. Bisa terbayangkan repotnya punya dua bayi dalam waktu setahun. Memang rasanya seperti punya bayi kembar. 

Pengalaman pertama Sidiq dan kulitnya terjadi pada suatu malam di mana saya tidak tahu mengapa tiba-tiba Sidiq menangis terus semalaman. Usianya baru sebulan. Tetangga sebelah sampai mengetuk-ngetuk dinding kamar yang bersebelahan dengan kamar saya, meminta supaya saya mendiamkan bayi saya. Pelajaran kali ini saya dapatkan dari mengurus bayi Sidiq. Kalau bayi menangis terus, buka seluruh pakaiannya dan lihat apakah ada kulit yang kemerahan? Saya tidak melakukan itu, sehingga Sidiq terus menangis. Paginya, baru terlihat kulitnya kemerahan dan saya tidak tahu apa penyebabnya? 

Bayi Sidiq

Nah, tak lama kemudian, saya baru mengerti jawabannya. Saya memakaikan kain bedong yang sudah lama tersimpan di lemari ke Sidiq dan dia kembali menangis kencang. Saya balikkan badannya, terkejut melihat seluruh punggungnya kemerahan seperti gatal-gatal. Entah apakah Sidiq alergi debu atau kulitnya sangat sensitif, yang pasti saya harus menjaganya dengan baik. 

Salim dan Biang Keringat
Salim lahir 5 tahun lalu dan saya masih ingat masalah kulit apa yang sering menghinggapinya: biang keringat. Biang keringat itu muncul di dahi, punggung, dan siku tangan dan jumlahnya banyak. Kasihan melihatnya gatal-gatal, apalagi kami tinggal di daerah Citayam. Walaupun masuk Bogor, tetapi udaranya panas. Salim jadi mudah berkeringat dan terkena biang keringat. 

Salim

Biang keringat kelihatannya sepele, tapi sesungguhnya sangat mengganggu. Tangan kecilnya tak tahan menggaruk area yang dipenuhi biang keringat, tapi setelah itu menangis karena rasanya perih. Salim memang banyak berkeringat karena aktif bergerak. Padahal, pori-pori kulit bayi masih kecil dan mudah tersumbat jika banyak keringat yang keluar.  Keringat yang tidak keluar karena tersumbat itulah yang menyebabkan biang keringat. 


Sumber: Facebook Lactacyd Baby

Tiga masalah kulit pada ketiga anak saya itu rupanya masalah biasa yang terjadi pada kulit bayi yang sensitif. Di usia pertamanya, kulit bayi memang masih rentan gangguan karena belum sempurna. Epidermis kulit perlu waktu setahun untuk berkembang. Kulit bayi yang masih tipis itu dapat menyebabkan munculnya kemerahan dan radang, bila terlalu lembap, berkeringat, ataupun bersentuhan dengan benda-benda yang memicu gatal. 

Pada kasus Ismail, kulit di sekitar selangkangannya yang terlalu lembap karena popok kain, membuatnya gatal-gatal dan kemerahan. Setelah mengenakan diaper, juga mengalami ruam popok karena lembap akibat keringat yang tertahan di sekitar selangkangan. Sedangkan Sidiq mengalami Dermatitis Kontak, yaitu peradangan akibat kontak dengan bahan yang mengiritasi seperti seprai atau kain bedong yang tidak bersih. Sedangkan Salim yang terkena biang keringat akibat cuaca panas, harus menghindari udara panas dan mengenakan baju longgar untuk meminimalisir biang keringat. 

Semua permasalahan kulit anak-anak saya itu ternyata jawabannya ada pada Lactacyd Baby. Inilah rahasia agar kulit bayi tetap sehat. Tak hanya kulit bayi yang tipis, tetapi pH kulitnya juga tinggi yaitu 6-7, lebih tinggi dari pH kulit orang dewasa. Kulit dengan pH yang tinggi ini membuat bakteri jahat lebih mudah berkembang. Untuk mengatasinya, bayi perlu dimandikan dengan sabun bayi yang mengandung pH 3-4. Itulah mengapa bayi memiliki sabun khusus dan tidak boleh dimandikan dengan sabun orang dewasa. Lactacyd Baby adalah sabun bayi dengan pH 3-4, #BabySkinExpert yang telah teruji secara dermatology dan dapat digunakan setiap hari. 

Kandungan alaminya berasal dari ekstrak susu dan formula dengan pH 3-4 yang cocok untuk bayi. #LactacydBaby juga sudah menjadi brand Internasional yang dipercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan. Cara penggunaannya sangat mudah. Cukup encerkan 3-4 sendok teh Lactacyd Baby @5 ml ke dalam bak mandi bayi yang sudah diisi air. Masukkan bayinya ke dalam bak mandi, mandikan seperti biasa, kemudian bilas. Oya, produk ini juga aman digunakan untuk kepala si kecil karena aman untuk matanya (tidak pedih di mata). Pengalaman sebelum menggunakan Lactacyd Baby, Salim tidak mau dikeramasi karena takut sabunnya masuk ke mata. 

Setelah memakai Lactayd Baby setiap mandi, semua permasalahan kulit di atas dapat diatasi. Kulit bayi juga jadi lebih halus dan kenyal. Tentunya juga diikuti dengan pencegahan seperti sering mengganti diaper kalau sudah penuh agar tidak lembap, sering membersihkan rumah dan pakaian bayi yang kulitnya sensitif saat bersentuhan dengan barang-barang yang kotor, dan menghindari udara panas untuk bayi yang terkena biang keringat. 

Ada 3 ukuran Lactacyd Baby yang bisa dipilih: 60 ml, 150 ml, dan 230 ml dan bisa dibeli di apotek atau supermarket terdekat dengan kisaran harga Rp 23.000 (ukuran 60 ml), Rp 57.000 (ukuran 150 ml), dan Rp 80.000 (ukuran 230 ml). Informasi lebih lanjut mengenai Lactacyd Baby terdapat di facebook Lactacyd Baby.


Facebook Lactacyd Baby




13 comments:

  1. Saya juga pakai produk ini bun untuk anak saya Azzam, bahkan sampai usianya 3 tahun.

    ReplyDelete
  2. ih mba aku juga pakai loh lactacydbaby nya anakku yang sering pakai kalau lagi mau mandi walau kulitnya sehat tetepp aja mandinya juga masih menggunakan lactacyd baby ini bukan promo loh tapi emang pake hihihi....

    ReplyDelete
  3. Neng Marwah juga dulu memakai ini, cocok banget dan kemudian dipakai akbar juga hehe, dan alhamdulillah AKbar juga cocok

    ReplyDelete
  4. Beda anak, Beda penyakitnya ya. Ada aja penyakit kulit yang menyerang. SID kena ruam waktu bayi. Alhamdulillah sekarang udah gak.

    ReplyDelete
  5. kalau ke apotek juga suka direkomendasiin lactacyd baby untuk masalah kulit bayi sama petugas apoteknya

    ReplyDelete
  6. Anakku tuh masalahnya biang keringat mbaa. Bikin nggak nyaman ya

    ReplyDelete
  7. saya pernah liat sepupu saya,anak yang kecil punya ruam.. kasian liatnya,,anaknya jadi merasa ga tenang,,, gatel kali ya

    ReplyDelete
  8. lactacyd cocok untuk anak2 yang kulitnya sensitif

    ReplyDelete
  9. Bisa jadi rekomendasi buat aku punya anak kelak nanti ya Mba. Semakin enak kalau ada yang sudah rekomendasi.

    ReplyDelete
  10. Popok kain salah, pake popok diaper juga salah. Perjuangan seorang ibu luar biasa ya. Kebetulan bener bibi aku sebulan yg lalu melahirkan. Bisa nih saranin pake lactacyd.

    ReplyDelete
  11. Suka kasihan kalo liat bayi pada bintil-bintil merah, pasti gatel banget

    ReplyDelete
  12. Kulit bayi biasanya sensitif. Dulu anak-anak saya juga suka terkena biang keringat. Ksihan kalau udah begitu

    ReplyDelete
  13. Fira juga pakai Lactacyd baby, itu turunan dari kakaknya juga, yang ngeresepin dokter anak juga loh. Alhamdulullah setelah pakai Lactacyd Baby, kulitnya sehat, bersih dan terbebas dari masalah kulit

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^