Wednesday, 4 October 2017

Bangga Pakai Batik di Pasaraya Tribute to Batik Indonesia 2017

Bunda Blogger Indonesia

Baju Batik? Ibu-ibu pasti familiar banget nih, karena batik adalah pakaian kebesaran Bu ibu di rumah yaitu daster batik. Daster yang paling nyaman digunakan itu ya daster batik. Bahannya lembut dan adem, cocok dikenakan sehari-hari sambil mengerjakan urusan rumah tangga yang bikin berkeringat.

Tak heran, di linimasa Facebook saya, banyak Bu Ibu yang memamerkan daster batiknya di Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober lalu. Padahal, batik tak hanya daster. Di perkantoran pun sudah banyak yang menjadwalkan memakai seragam batik di hari tertentu. Seperti di kantor suami saya yang wajib pakai batik setiap hari Kamis. Sebelum ada jadwal itu, baju batiknya hanya dikenakan saat kondangan pernikahan.


Mengapa batik hanya dikenakan sebagai daster dan ke kondangan? Harusnya kita bangga dong memakai batik ke mana-mana, tak hanya saat di rumah dan kondangan. Ternyata batik keren juga dipakai ke kantor. Saya pun kemarin memakai batik sewaktu menghadiri acara peluncuran "Pasaraya Tribute to Batik 2017" di Pasaraya Grande Blok M. Ya memang dresscodenya batik, tapi rok batik yang saya kenakan itu juga pernah saya kenakan di acara lain yang tidak mengharuskan dresscode batik.


Media dan blogger yang diundang oleh Pasaraya dengan bangga mengenakan batik sebagai dresscode. Bunda-bunda Blogger Indonesia pun terlihat cantik dengan baju batiknya masing-masing. Batik adalah warisan tradisi Indonesia. Dibuat dengan ketekunan dan ketajaman penghilatan para pembatik, kain dengan motif dan corak sesuai daerah asalnya ini memang cantik dan khas. 

Untuk mempopulerkan pemakaian batik, Pasaraya sebagai departemen store terkenal yang sudah berdiri selama 43 tahun, rutin mengadakan Tribute to Batik Indonesia setiap tahun. Seperti tahun ini diadakan dari tanggal 2 Oktober sampai 8 Oktober 2017. Pasaraya menjadi mitra pemerintah dalam memajukan industri kecil kerajinan batik.


Acara yang dimulai dengan tarian tradisional Indonesia ini, dilanjutkan dengan fashion show yang menghadirkan koleksi pakaian batik yaitu koleksi kontemporer untuk dikenalkan kepada pasar milenials. Model pakaian batiknya sangat cocok untuk generasi muda kekinian, karena potongannya tidak sekadar lurus macam daster. Untuk Bu ibu berhijab juga bisa dikenakan dengan menambah pakaian dalam atau cardigan. Bagian bawahnya bisa ditambahkan legging atau celana dan rok panjang.





Ibu Lisa Wijaya selaku Asisten Floor Manager Pasaraya menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya Pasaraya Tribute to Batik 2017 ini. Selama 7 hari berturut-turut akan diadakan acara yang padat tak hanya berupa bazar batik kontemporer dan bazar makanan, tetapi juga workshop dan lomba-lomba yang berkaitan dengan batik, acara komunitas, fashion show, dan musik. 

Semoga saja dengan semakin seringnya mengenalkan batik ke kawula muda, tumbuh kebanggaan mengenakan batik. Tentunya dengan banyaknya orang yang senang menggunakan batik, akan membantu tumbuhnya industri batik Indonesia. Fashion show menampilkan koleksi batik by Agnes.


Ibu Medina Latief selaku CCO  Pasaraya juga hadir sebagai pembicara. Pasaraya menghadirkan acara Batikustik yang menghadirkan sejumlah brand ternama. Anak-anak pun dapat mengikuti perlombaan menyanyi dan fashion show, tentunya dengan mengenakan batik. Harapannya, sejak kecil sudah tumbuh kecintaan terhadap batik. 

Batik kontemporer itu sendiri adalah modifikasi batik antara motif parang dan klithik atau improvisasi dari motif sekar jagad. Modelnya disesuaikan dengan tren yang sedang berkembang di masyarakat agar batik tak terlihat monoton dan bisa digemari oleh kawula muda. Tak hanya digunakan untuk pakaian, motif batik juga diterapkan pada tas, topi, sepatu dan sandal. 

Saat datang ke acara ini, saya juga mengenakan rok batik dari Garut. Dulunya rok batik ini saya kenakan dalam undangan pernikahan. Kini saya mengenakannya dalam berbagai kegiatan, karena memakai batik tak terbatas pada acara tertentu. Bisa dipadupadankan dengan atasan yang simpel agar cocok dengan kondisi dan suasana.


Nah, Bu Ibu yang berminat untuk tahu lebih banyak tentang batik, langsung saja datang ke Pasaraya Grande sampai tanggal 8 Oktober. 

7 comments:

  1. Baju batik zaman sekarang modelnya keren - keren ya

    ReplyDelete
  2. Batik ny bagus bagus y... Bisa di modifikasi dengan bahan lain pula makin maju aja bisa di pakai di segala suasana dan tempat y mba

    ReplyDelete
  3. Aku kemana-mana juga sering pakai batik mbak. Nggak cuma pas kondangan aja. Jadi semacam pakaian sehari-hari. Batik itu istimewa pokoknya.

    ReplyDelete
  4. Batik sudah menjadi fashion yang trendy dan modern ya Mbak

    ReplyDelete
  5. Sekarang gak ada alasan lagi untuk gak pake batik. Gak ada deh tuh alasan kl pake batik kayak org tua. Sekarang byk batik kontemporer yg cocok untuk kawula muda yaa mb.

    ReplyDelete
  6. Wiish keren, pada pake batik, cantik-cantik

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^