Thursday, 11 August 2016

Belajar Science di Rumah: Mengenal Kura-Kura

Assalamualaikum. Lebaran kemarin Sidiq dan Salim minta dibelikan kura-kura pakai uang lebaran. Entah bagaimana tiba-tiba Sidiq minta dibelikan binatang peliharaan. Awalnya dia minta dibelikan kelinci (duh, kelinci kan cepat mati kalau gak cocok dengan cuacanya), lalu singa (mana mungkin memelihara singa di rumah?), kemudian hamster (gak tahan sama bajunya), dan terakhir kucing angora (harganya mahal, boo...).



Kemudian mamanya punya ide. "Gimana kalau kura-kura?" Sidiq pun mau. Kenapa kura-kura? Karena tantenya Sidiq sudah pernah memelihara kura-kura sampai besar dan mudah cara memeliharanya. Kura-kura juga hidup lama, gak cepat mati. Kami beli kura-kura di pasar burung Jatinegara, sekalian silaturahim lebaran ke rumah keluarga besar kakek di sana. Sepanjang jalan Sidiq ribut minta cepat dibelikan kura-kura. Saat mampir dulu menjemput Bibi Irma, Sidiq menangis kencang karena gak langsung beli kura-kura. Ini anak memang kalau sudah punya kemauan harus cepat terkabul deh.

Akhirnya kami sampai juga di Pasar Burung Jatinegara yang tidak hanya menjual burung. Ada kelinci, hamster, bahkan monyet. Tujuan kami membeli kura-kura dong. Untung cepat ketemu pedagangnya, karena pasar sangat padat dan kami susah parkir. Per ekor Rp 20 rb (yang kecil) dan Rp 50 rb (yang sedang). Si kakek menyuruh beli yang sedang karena yang kecil akan lama besarnya dan mudah mati dimakan kucing atau tikus.

Mahal juga ya harga kura-kura per ekor. Untung bisa ditawar jadi Rp 40 rb/ ekor, tidak bisa kurang lagi. Kami beli 4, kandangnya Rp 25 rb/ buah, dan makanannya Rp 15 rb/ botol. Jadi total Rp 240 ribuan ya kalau tidak salah (udah lupa totalnya). Si kura-kura masih hidup semuanya sampai sekarang dan memang mudah pemeliharaannya. Yang seekor pernah hilang. Baru sampai di rumah eh kabur dari kandang. Lincah banget. Dicari ke mana-mana tidak ketemu.

Dua minggu kemudian, tiba-tiba itu kura-kura muncul di depan pintu kamar. Waduh, ternyata masih hidup! Memang benar ya kura-kura ini panjang umur, padahal gak makan selama dua minggu. Si ayah sebenarnya keberatan memelihara kura-kura. Si ayah tanya, "Sebenarnya buat apa pelihara kura-kura? Belinya juga mahal. Buang aja deh ke got," katanya. Duh, kasihan kalau dibuang ke got, nanti dimakan binatang lain.

Oya, kura-kura ini kami beli sepasang-sepasang, ada jantan dan betina. Siapa tahu nanti berkembang biak. Rupanya dari memelihara kura-kura ini anak-anak belajar science yaitu anatomi tubuh kura-kura secara langsung. Benar seperti kata pembicara dalam talkshow Kiat Mendidik Anak bersama Teknologi. Untuk mengajarkan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) bisa dari kegiatan sehari-hari. Tidak harus text book. Contohnya ya memelihara kura-kura ini. Tapi kalau binatang buas ya jangan. Cukup melihat di kebun binatang saja ya.
Gambar oleh Sidiq

Ternyata Sidiq menggambar tubuh kura-kura ini, bagian atas dan bawahnya. Detil banget pula. Untuk mengetahui kura-kura jantan atau betina, lihat bagian bawahnya. Anak-anak juga jadi tahu cara merawat kura-kura darat atau kura-kura Brazil ini, yaitu:

  1. Beri makan 2x sehari, tidak usah banyak-banyak. 
  2. Jemur di bawah matahari pagi.
  3. Ganti airnya jika sudah kotor.
  4. Jangan selalu merendam kura-kura di dalam air. Sesekali dikeluarkan dari air. 
  5. Jangan sampai airnya kemasukan sabun, karena pasti kura-kura akan mati. 
  6. Kalau sudah besar dan tiba waktunya bertelur, sediakan pasir juga di samping kolam. 

10 comments:

  1. kura2nya lucu, abang aidiq kayaknya antusias bgd ya mbk ela, jd terinspirasi beliin ken kura2 jg nih

    ReplyDelete
  2. punya keponakanku kura2nya udah gedeee sebesar anak kucing..duuh nti bisa segede apa lagi ya kalau panjang umur. saya kok geli ya, anak2 pdhl pengen punya peliharaan kucing tp blm saya kasih soalnya peliharanyya itu loh yang butuh biaya

    ReplyDelete
  3. Sidiq pinter gambarnya ^^ Nanti sama mbak bisa duet bikin buku bergambar untuk anak-anak :D

    ReplyDelete
  4. lucu bener mba melihara kura-kura.. hehehe.. makannya kura-kura apa ya mba? apa gak takut dipatil kura2 tuh? soalnya aku tinggal dekat jatinegara. tertarik juga sih pelihara ginian untuk si kecil. makasih jawabannya mba..

    ReplyDelete
  5. Saya dulu pernah punya kura-kura, sampai besar sekali :)

    ReplyDelete
  6. hihihi kura2nya ditebalikin
    aku di rumah miara kucing pemberian tetangga aja deh. kalo kura2 ga ada tempatnya :D

    ReplyDelete
  7. wa alaikum, salam. Kura-kura termasuk binatang yang berumur panjang. Karena saya ingat aja waktu kecil punya kura-kura. Sampe saya gede, masih hidup kura-kuranya :D

    ReplyDelete
  8. waa jadi obyek buat gambar ya, kereeen.

    ReplyDelete
  9. anak-anak mesti diajarin buat sayang binatang ya mbak

    salam
    gabrilla

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^