Saturday, 21 May 2016

Kiat Membesarkan Anak dengan Teknologi

Vera Itabiliana
Teknologi bagaikan dua sisi pisau. Di satu sisi, pisau bermanfaat untuk untuk memotong-motong sayuran. Di sisi lain, pisau juga bisa digunakan untuk melukai. Begitu juga dengan teknologi. Di satu sisi bermanfaat untuk mendukung kegiatan sehari-hari, juga untuk belajar. Di sisi lain, ada banyak dampak negatif teknologi. Contohnya para pelaku pembunuh Yuyun, gadis yang diperkosa 14 pemuda di Bengkulu. Salah satu akibatnya karena para pemuda itu suka menonton film porno di internet. Jadi, gimana dong cara membesarkan anak bersama teknologi? Kemajuan teknologi, mau tidak mau harus kita hadapi. Kita tidak bisa menjauhkan anak dari teknologi karena bagaimanapun mereka akan membutuhkan teknologi untuk belajar dan bekerja. 


Kiat membesarkan anak bersama teknologi, tema itulah yang diangkat dalam Talkshow Parenting yang disponsori oleh Sampoerna Academy, sebuah program pendidikan yang didesain oleh Putera Sampoerna Foundation dengan sistem berasrama standar Internasional. Talkshow ini diadakan pada tanggal 13 April, tapi saya baru sempat menulis laporannya sekarang. Para pembicara: Vera Itabiliana (Psikolog Anak), Miss Yenny (Kepala Sekolah Sampoerna Academy), dan Ibu Erna (Dosen). Vera Itabiliana sebagai seorang Psikolog menjelaskan dampak teknologi, terutama gadget seperti smartphone dan televisi kepada anak-anak. Anak-anak usia di bawah 2 tahun, sebaiknya jangan dulu diperkenalkan dengan gadget. Jangan berikan gadget kalau hanya untuk menyibukkan anak supaya diam dan tidak mengganggu orangtuanya.

Anak yang terlalu banyak terpaprar gadget akan mengalami gangguan komunikasi dan konsentrasi. Pandangan matanya akan terus mengarah ke gadget. Mbak Vera bahkan memiliki contoh kasus pasien anak yang tidak bisa berinteraksi dengan orang di sekitarnya, tapi dapat bicara seperti suara-suara yang ada di game. Anak itu juga tidak bisa memegang pensil, tapi sebaliknya dia menggerakkan  tangannya seperti saat menggerakkan layar Tablet. Mengerikan sekali, ya! Makanya, Mbak Vera punya aturan memberikan gadget ke anaknya hanya saat liburan dan itupun hanya 2 jam sehari. 

Dosen Erna

Ibu Erna, seorang Dosen di Jakarta, menjelaskan pentingnya teknologi. Di zaman sekarang ini, anak-anak harus dibekali dengan STEAM (Sains, Technology, Engineer, Art, dan Matchmatic). Apa pun bakatnya, anak-anak harus punya bekal STEAM, karena di zaman MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), anak-anak akan bersaing dengan anak-anak lain dari ASEAN. Untuk mengajari Sains, tidak harus plek teori seperti di buku pelajaran. Bisa dengan mengajak melihat alam. Kalau matahari bersinar itu gunanya untuk apa. Bagaimana proses fotosintesis pada tumbuhan, dan sebagainya. Sains itu mudah, kok.... 

Nah, terakhir Miss Yenny menjelaskan penerapan teknologi di Sampoerna Academy. Bahwasanya di sana internet bisa digunakan kapan saja dan anak-anak belajar menggunakan laptop. Tapii... fasilitas itu hanya bisa digunakan untuk BELAJAR, bukan update status di FB atau menonton film di Youtube. Jika teknologi digunakan dengan benar, niscaya anak-anak akan berkembang pengetahuan dan kecerdasannya. Contohnya, ada anak yang suka membuat cerita. Dia memposting ceritanya di situs dan ceritanya itu dibaca oleh banyak orang. Anak itu jadi terasah kemampuan kreativitas dan imajinasinya. Luar biasa, bukan? 

Miss Yenny

Intinya, anak-anak perlu diperkenalkan dengan teknologi setelah usia di atas 2 tahun ya, Bu. Itupun hanya untuk belajar, bukan sekadar main game atau menonton You Tube. Penggunaannya juga jangan berlebihan. Apa pun yang berlebihan tentu tidak baik. Gunakan teknologi untuk mengasah bakat dan minat anak kita.

7 comments:

  1. bener banget, Mbak, anak-anak sekarang harus dibekali tentang teknlogi, tapi untuk pemakaianya, harus diawasi, takutnya akan digunakan untuk hal-hal yang negatif, apalagi kalau buka youtube, harus didampingi ortu :)

    ReplyDelete
  2. senengnyaaaa mak, dpet ilmu tokcer begini,
    tengs sharenya yak

    ReplyDelete
  3. Aku juga membatasi anak menggunakan teknologi, mba. Kalau tanpa dijaga kuatir juga ya dampaknya. Makasih sharingnya ya, mba :)

    ReplyDelete
  4. teknologi memang seumpama pisau mba..sangat membantu dan dibutuhkan tapi juga potensi timbulkan bahaya jika tidak dihandle dengan baik.

    ReplyDelete
  5. kayaknya harus dimulai dari orang tua ya, Mba. saya sendiri bisa dibilang gak bisa lepas dari hape dan tablet. harus dimulai dari skrng sebelum anak lahir. makasih sharingnya mba :)

    ReplyDelete
  6. Hm...PR Besar buat aku nich Mbak Leyla, bagaimana mengajak anak agar tidak kecanduan gadget

    ReplyDelete
  7. artikelnya mantap banget mba, bisa jdi bimbingan kita nih para calon ortu

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^