Friday, 4 December 2015

Aku Nggak Mau Nonton Sinetron!

Kemarin, iya memang baru kemarin, lini masa facebook saya ramai oleh foto seorang anak yang membawa tulisan permintaan kepada Presiden agar meniadakan sinetron. Kebanyakan teman facebook saya berkata, masa urusan sinetron saja harus Presiden juga?


Orangtuanya dong yang mengendalikan tevenya. Tinggal matiin tevenya, beres. Memang betul sih, saya juga heran kenapa banyak ibu yang suka nonton sinetron. Sewaktu anak-anak saya masih TK, saat sedang menunggui mereka pulang sekolah, ibu-ibu ramai mengerubuti tukang jualan mainan, hanya untuk membeli poster pemain sinetron GGS. Tahu kan GGS? Ganteng-ganteng Serigala.

Hah? Saya melongo. Anak mereka suka nonton GGS bahkan sampai mengoleksi poster pemainnya dan ibunya bahkan membelikan? Ya ampuun.. Anak saya ketinggalan zaman dong. Mereka nggak kenal pemain GGS, nonton aja enggak. Sebagai ibu, saya juga nggak sempat nontonnya. dan nggak akan membiarkan anak-anak nonton sinetron.

Lalu, anak-anak saya nonton apa? Nah itu dia, walaupun kami bukan pecandu teve tapi kadang-kadang kami nonton teve. Misalnya saat family time di hari libur dan pas nggak punya uang untuk jalan-jalan. Sesekali aja sih nontonnya. Ada kartun favorit anak-anak seperti Pocoyo, Arpo, Curious George, Marsha, dan lain-lain. Lama-lama mereka bosan karena filmnya diulang-ulang terus. 

Dulu ada sinetron yang bagus, seperti Keluarga Cemara atau Tujuh Kakak Satu Keponakan, tapi sekarang nggak ada lagi yang kayak gitu. Atau ada, tapi karena sedikit yang nonton jadi hilang deh. Nah, makanya ibu-ibu seharusnya jangan menonton sinetron yang buruk supaya ratingnya jatuh. Ini malah ditonton bareng anak-anak, hadeeuuh.. Orangtua yang seperti saya ini yang repot. Mau nyari tontonan bermutu kok susah. Matiin teve? Sudaah! 

Itu dia kenapa kami sempat mau pasang teve kabel, eh nggak ada tempat meletakkan parabolanya. Ya sudah, sekarang anak-anak semakin jarang nonton teve. Mereka main aja bertiga, risiko rumah berantakan dan suara berisiknya melebihi speaker masjid. Mau nonton teve, eh tayangannya sinetron semua, lokal, India, Turki, nggak banget deh. Kecuali ada yang benar-benar layak tonton. 

Saya pernah kok menemani anak-anak nonton sinetron anak-anak si Otong, eh adegannya kok anak-anak nakal semua. Saya sampai bilang ke anak-anak, "kalian jangan ngikutin yah, itu nggak baik." Tokoh-tokoh antagonisnya anak-anak kecil yang suka membully. Haduh, nggak deh. Ya kali anak-anak niru si Otong, kalau niru si pembully? .

Belum lagi yang jin-jin dan tuyul-tuyul. Dua anak saya sekolah, tapi yang kecil ini masih di rumah. Sepi cuma berdua, kadang pengen nonton teve tapi ceritanya ratapan ilahi terus. Kenapa nggak ada tayangan anak-anaknya sih? 

Jadi, saringan dari orangtua, yaitu saya, insya allah sudah dilakukan. Saya berharap pemerintah juga membantu mengarahkan para produser sinetron ini. Banyak penulis cerita anak yang bagus-bagus di Indonesia ini. Mereka bisa diajak membuat film kartun anak. Sopo Jarwo memang ada, tapi isi ceritanya sering terlalu dewasa juga karena tokoh utamanya si Sopo dan Jarwo. Mudah-mudahan produser film kita makin kreatif, terutama membuat tayangan untuk anak. Apalagi kalau Presiden mendatangi markas mereka dan ngomong dari hati ke hati. "Mbok ya bikin film anak yang layak ditonton. Ojo serigala wae, meden-medeni....." 

Kalau ada yang bilang, "kamu aja yang bikin filmnya..." Eit, saya mah cuman ibu-ibu rumah tangga, tapi saya kenal lho para penulis cerita anak yang karyanya bagus-bagus. Serius!  

8 comments:

  1. baru mau nulis ttg ini mbak.. abis anak tetanggaku sinetronholic bgt.. gemeshh

    ReplyDelete
  2. ah iya sinetron sekarang memang masih memprihatinkan.

    ReplyDelete
  3. Susahnya mencari tontonan yang berkualitas dan mendidik....

    ReplyDelete
  4. Kalo menurutku, Sopo Jarwo itu bagus dilanjutkan cuma ya harus lebih jelas segmennya. Kalo anak2 cerita yang ga cocok dihilangkan, tapi kalo emang dewasa ya kasih label n jam tayangnya harus diperhatikan

    ReplyDelete
  5. Bikin yg sederhana aja kaya upin ipin itu ya tapi pesen moralnya bagus....sopo jarwo mulai aneh pas ada cherrybelle n iklan2 yang kentara banget

    ReplyDelete
  6. Anak-anakku beruntung ya, lahir jaman belum ada sinetron yang aneh2 macam GGS. Saya juga kudet tuh dulu, nggak mudeng apa itu GGS kalo di tempat kerja pada ngomongin sinetron itu. Dulu sih anak-anak nontonnya film2 kartun macam teletubies, donald bebek. Mungkin karena aku nggak suka nonton sinetron jadi anak-anak (cowok semua) juga nggak suka :)

    ReplyDelete
  7. kalo menurut saya, tak ada tayangan buat anak-anak pun tak masalah, asalkan si ibu kreatif, apapun bisa dijadikan sarana pendidikan buat si buah hati. Bisa story telling, menurut saya itu bisa lebih mengembangkan kemampuan imajinasi sang anak. :D
    Maksih udah share :D

    ReplyDelete
  8. bener mbak, sekarang tontonan untuk anak-anak jarang banget. Sekalinya ada kurang berkwalitas. Kita yang harus semangat kasi pelajaran sendiri

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^