Friday, 21 August 2015

Menjaga Kesehatan Mata Anak Sejak Dini

Sidiq saat periksa mata
Assalamu'alaikum... hampir sebulan berlalu sejak anak-anak masuk sekolah kembali. Tadinya mau cerita-cerita juga tentang momen-momen lebaran berikut foto-fotonya, tapi kok ya nggak sempat-sempat. Di rumah, saya tinggal berdua dengan Salim, lalu jam 13.00 sudah ke sekolah lagi untuk menjemput anak-anak. Alhasil, waktu menulis dan ngeblog pun makin terbatas. Setelah anak-anak sampai di rumah, ya fokus mengurusi mereka. Makan, mandi, main-main, dan sebagainya. Tidur siang aja terpotong waktunya, jiyaaah... *masih sempet mikirin tidur siang....


Hari-hari pertama Sidiq masuk sekolah, saya menemani dari pagi sampai jam 11, karena pulangnya masih jam 11. Pada saat itulah saya tahu kalau Sidiq ada masalah dengan penglihatannya. Sidiq duduk di kursi paling belakang, walaupun nggak belakang-belakang amat karena jumlah siswanya hanya 33 (nggak kayak di sekolah negeri yang sampai 40-an lebih). Kenapa ya Sidiq kok seperti kesulitan melihat ke papan tulis? Tubuhnya dicondongkan ke depan, lalu matanya disipit-sipitkan? Duh, gawat nih! Sebagai ibu berkacamata, saya merasa bahwa itu tandannya mata Sidiq ada masalah!

Sampai di rumah, saya tanyakan ke Sidiq, apa tadi susah melihat tulisan di papan tulis? Sidiq mengangguk, katanya, tulisannya kecil. Daripada berlarut-larut, kami memutuskan untuk ke Dokter Spesialis Mata di Rumah Sakit Hermina Depok. Mulanya diperiksa dulu di Optik ITC Depok, tapi katanya kalau mau lebih akurat ya ke Dokter Mata. Ya sudah deh, kami langsung cuuus... ke Dokter Mata. Masih satu arah, dan alhamdulillah pas dokternya ada praktek. Syukurnya juga, antriannya nggak panjang. Biasanya kan kalau ke Rumah Sakit di Margonda di akhir pekan itu mesti sabar menunggu antrian. Rumah Sakit Swasta lho. Sepertinya di hampir semua Rumah Sakit ya kita mesti sabar mengantri. 

Ketika kami masuk ke dalam ruang periksa, dokternya langsung nanya ada masalah apa. Saya jawab, Sidiq sepertinya kesulitan melihat jauh. Dokternya langsung ngeh, "Oooh.... orangtuanya pakai kacamata semua nih." Ups! Baru sadar, saya dan suami sama-sama pakai kacamata. Saya minus, suami silinder. Konon memang, gangguan mata itu bisa dipengaruhi faktor genetis juga. Tapi, mudah-mudahan Sidiq nggak harus pakai kacamata dulu. Masih kecil begitu, lucu kali ya pakai kacamata kayak Harry Potter. Teman-temannya belum ada yang pakai kacamata. Ada juga yang pakai, tapi sudah kelas 4 atau 5, gitu. 

Semangat membaca tulisan di depan

Untunglah Sidiq nggak takut saat diperiksa matanya. Nyaris sama dengan di Optik. Disuruh membaca tulisan-tulisan tertentu. Kemudian, Dokter memberikan diagnosa. 

"Ini masih minus setengah, Bu. Masih bisa diobati ya, karena masih kecil jadi masih bisa berubah-ubah. Kita coba pakai obat tetes mata dulu. Bulan depan ke sini lagi. Kalau minusnya hilang, nggak usah pakai kacamata," jelasnya.

Alhamdulillah, masih ada harapan. Iya dong, mudah-mudahan Sidiq jangan pakai kacamata dulu. Kalau sudah pakai kan, nantinya naik terus itu minusnya seperti saya. Lama-lama bergantung dengan kacamata. Setelah itu, saya menyesal karena selama ini kurang tegas sama Sidiq. Memang, Sidiq suka menonton televisi dari jarak dekat. Padahal, televisinya sudah dipasang di tembok, agak tinggi, eh dia malah berdiri di depan televisi. Sekarang, Sidiq masih rutin pakai obat tetes mata dari Dokter itu. Tempat duduknya juga dipindah ke depan. Kami sudah bilang ke gurunya bahwa Sidiq ada gangguan sedikit pada matanya, jadi kalau bisa duduknya di depan. 

Soal duduk di depan ini, anak-anak kelas satu sih nggak masalah mau duduk di mana saja. Biasanya, malah orangtua yang rewel mindah-mindahin tempat duduk anak. Sidiq sudah duduk di depan, eh besoknya di belakang lagi karena tempat duduknya diserobot anak lain. Bukan si anaknya itu yang menyerobot, tapi orangtuanya saat mengantar. Semua orangtua pasti maunya anak mereka duduk di depan biar lebih dekat dengan guru-gurunya. 

Menjaga kesehatan mata anak sejak dini ternyata penting sekali. Seringkali kita sebagai orangtua suka lupa, karena toh mereka masih kecil. Nggak mungkinlah matanya bermasalah. Ternyata, anak kecil pun bisa saja terkena masalah penglihatan. Harry Potter, misalnya. Jiaaah... Eh, ini benar. Saya juga pernah melihat anak kecil sudah pakai kacamata. Berikut ini adalah cara menjaga kesehatan mata anak sejak dini, yang mulai saya terapkan ke anak-anak. Maksudnya, lebih tegas lagi.

  1. Tidak boleh menonton televisi dan bermain game dekat-dekat. Untungnya sekarang ini sudah jarang nonton teve dan main game, karena sekolahnya sampai sore. Pulang sekolah, main-main dulu bersama kakak dan adiknya. Biasanya nonton teve malam hari, itupun hanya sebentar. Jam 7 malam, dia sudah tidur kecapaian setelah aktivitas seharian. Kalau akhir pekan, kami sering jalan-jalan sekeluarga, jadi nonton teve pun jarang pula. 
  2. Tidak boleh membaca buku sambil tiduran dan cahaya terbatas. Sidiq belum lancar membacanya, jadi biasanya saya yang membacakan buku cerita. 
  3. Lebih banyak lagi makan sayur, terutama yang mengandung vitamin A. Mumpung minusnya masih kecil, kata Bu Dokter, masih bisa diperbaiki. Sidiq memang agak susah makan sayur. Setelah kejadian itu, saya kasih tahu bahwa dia harus banyak makan sayur supaya matanya sembuh. Alhamdulillah, dia mau. 
  4. Lebih banyak lagi makan buah-buahan. Ini juga berproses, karena anak-anak masih kurang makan buah. Sidiq suka makan buah mangga dan apel. Nah, itu saja dulu yang dibanyakin. 
  5. Kalau perlu minum suplemen khusus untuk menjaga kesehatan mata anak. Waktu itu sudah minta diresepkan oleh  Bu Dokternya, tapi yah ternyata sedang habis di apotiknya hehehe....


19 comments:

  1. Baru kelas 1 ya, bun. Terlalu dini kalau pakai kacamata. Aku make kelas 3 SD. dan itu nggak nyaman banget. Bikin minder gitu. Memang kalo ada turunan dari orang tua bakal nurun ke anak, semua adekku juga pakai kacamata, tapi waktunya aja yang beda2. Ada yang pas SMA, ada yang pas kuliah, ada yang pas SD kelas 5 an. Balik lagi ke kebiasaan baca dan nonton tv nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh.

      Saya alhamdulillah sampai kepala dua penglihatan masih normal. Semoga bisa selamanya seperti itu :'D

      Delete
  2. Aku juga punya anak yang senengnya nge game mb... Thanks tipsnya. Harus lebih disiplin sm anak, demi kesehatan mata :-)

    ReplyDelete
  3. Heheee, iya...saya suka duduk di depan waktu sekolah. Syukur ya masih setengah

    ReplyDelete
  4. saya dulu pas ketahuan ada min langsung diparutin wortel tiap pagi,disuruh minum hehehe...tapi mungkin telat ya,jadi sampe sekarang masih pake kaca mata hehehe

    ReplyDelete
  5. Dik Sidiq dengerin Bunda ya biar nggak pake kacamata dulu. Ihik. Dulu pas jaman2 sekolah nih Bun kayaknya kok kece gitu ya pake kacamata. Eh, pas kuliah karena kebanyakan di depan laptop alhasil minus beneran. Setelah pake nggak enaaaakkk. Ini juga minusnya yang kiri jadi 1. Hiks. Semoga saja anak saya nanti jangan sampai niru saya, Saya catet tips dari Bunda ya.

    ReplyDelete
  6. Sulungku pakai kacamata udah smp, telat tahunya dan ternyata gak cuma minus, tapi juga silinder. Nah ganti yg bungsu tuh mengeluh kurang jelas baca tulisan di papan tulis kalo duduk di belakang pas kelas 3 smp. Alhamdulillah baru minus 3/4, kata dokter bisa turun minusnya asal konsumsi makanan yg mnegandung banyak vitamin A. Padahal saya dan suami enggak pakai kacamata waktu masih kecil. Justru usia 40th saya ketahuan minus, hehehe

    ReplyDelete
  7. Iya anak sekarang tuh problemnya di gadget, padahal potensi mata cepat minus plus gitu ya

    ReplyDelete
  8. wah harus dibatasi nih penggunaan gadgetnya. makasih sahringnya mak :))

    ReplyDelete
  9. oh kalau masih kecil masih bisa sembuh ya mbak, Allhamdulillah semoga gak sampai pakai kacamata ya

    ReplyDelete
  10. Aku jd khwtir anakku bru 1 tahun suka.bnget nonton video dr hp..

    ReplyDelete
  11. tipsnya boleh mak, mau dicobain buat akmal.. makasih ya udah ngingetin buat jaga kesehatan mata sejak dini...

    ReplyDelete
  12. Waaah... Mak Leyla punya pengalaman begini. Aku juga. Anak sulungku juga kemaren-kemaren periksa mata. Tapi dia minusnya gede. Jadi sekarang pake kacamata. Tulisanku tentang hal serupa ini masih di draft. Jadi kepikiran buat beresin deh. Semoga mata Sidiq sembuh, ya. Biar gak usah pake kacamata. ^^

    ReplyDelete
  13. kalau minusnya hilang, wah minus bisa hilangkah mak? apa ketika minusnya kecil atau waktu umur masih muda aja?

    *oke, aku juga muda kok* *halah*

    ReplyDelete
  14. aku kelas 6 SD pake kaca mata terus lepas enggak pake2, SMP lepas2 terus baru tergantung banget kaca mata kuliah semester 3 semoga enggak pake kaca mata dulu ya.

    ReplyDelete
  15. Wah anak saya juga suka nonton teve jarak dekat meski tevenya udah dipasang di tembok atas.. Kudu ditegesin nih.. Makasih ya Mbak sharingnya :)

    ReplyDelete
  16. Kang tambahan nih biasakan melihat benda jauh dan gerakan mata, lakukan secara rutin. Hal tersebut dapat mencegah serta mengurangi mata minus. Just share. :D

    ReplyDelete
  17. harus sedini mungkin ya mbak menjaga kesehatan mata sang anak ...?????

    ReplyDelete
  18. anakku sdh umur 2 tahun setengah , blm diperiksakan matanya ni ....

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^