Sunday, 31 May 2015

[IHB Blog Post Challenge] Menyimpan Kenangan



Ngeblog untuk menyimpan kenangan tentang anak-anak saya :-)


“Kak, ini baca nih, ini waktu Kakak gambar komik!” seru Sidiq, 18 tahun.
“Ini waktu Dede gambar jambu. Gayanya sok beneer!” serang Ismail, 19 tahun.
“Yang ini aku waktu baca buku,” kata Salim, 15 tahun.


Saya membayangkan ketiga anak saya membaca postingan-postingan di blog ini yang memang diniatkan untuk mendokumentasikan kenangan masa kecil mereka, ketika mereka sudah besar. Blog ini dibuat memang bertujuan untuk menyimpan cerita dan foto-foto anak-anak saya. Barangkali nanti ketika mereka dewasa dan saya sudah tua, saya bisa membacanya kembali. Lumayan bisa membuat bibir senyum-senyum dan mata menangis haru. 

Bisa dibilang, saya ini Mom Blogger. Sebelumnya, saya sudah punya blog lain dengan tema yang berbeda: kepenulisan dan buku. Saya memposting tulisan tentang anak-anak di blog ini. Lama-lama saya merasa tidak enak mencampurkan urusan keluarga dengan kepenulisan. Saya ingin membuat blog khusus yang menyimpan cerita tentang keluarga, khususnya anak-anak. Saya terinspirasi oleh komentar Myra Anastasia, seorang Mom Blogger juga, yang menyimpan catatan-catatan parentingnya di blog kekenaima.com. Keke dan Naima adalah nama kedua anaknya. Kalau tidak salah, beliau bilang, tujuannya membuat blog parenting untuk mendokumentasikan kisah anak-anaknya, supaya kelak bisa dibaca-baca lagi setelah mereka dewasa. Ternyata blog parentingnya itu nge-hits, sampai-sampai beliau diwawancarai Majalah Ummi. 

Novelis Ifa Avianty, Myra Anastasia, dan saya
Menulis tentang anak-anak itu tidak ada habisnya, karena keseharian saya memang bersama anak-anak, nyaris 24 jam, kalau tidak dipotong dengan waktu sekolah. Menulis tentang anak-anak juga menyemangati saya untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi. Bukan berarti dengan menulis parenting ini, saya juga jago parenting. Wuiiih… salah besar! Saya malah masih harus banyak belajar menjadi ibu yang baik. Bahkan, saya ini sering stress menghadapi anak-anak. Cara untuk mengatasi stress itu ya dengan menulis di blog tentang mereka. Mengingat-ingat kebaikan mereka, bahwa mereka anugerah terindah yang Allah Swt berikan untuk saya dan jangan disia-siakan. 

Judul blog ini: Catatan Hati Ibu Bahagia, diambil dari buku  nonfiksi saya, karena saya ingin selalu dan senantiasa menjadi ibu yang bahagia. Ibu yang bahagia insya Allah akan menghasilkan anak-anak yang bahagia. Ini semacam sugesti positif untuk saya, agar tetap bahagia dalam keadaan apa pun. Walaupun anak-anak sedang sakit semua, yang tentunya bikin stress ibunya, saya tulis saja di blog ini untuk meredakan kegalauan hati. Tadinya saya merencanakan ingin membuat buku kedua dari buku Catatan Hati Ibu Bahagia, dan blog ini dimaksudkan untuk menyimpan draft-draft kasarnya. Tapi, sepertinya jalan ke sana masih jauh ya. Kalau untuk buku, tulisannya harus lebih serius. 

Buku saya yang judulnya dipakai untuk blog ini
Jujur, sebenarnya dulu saya sama sekali tidak memikirkan soal trafik blog, bagaimana menjadi blogger yang sukses, bagaimana memperoleh keuntungan dari ngeblog, atau mendapatkan penghargaan seputar blogging. Saya ngeblog suka-suka saja, karena tujuan utamanya ya itu tadi: menyimpan kenangan bersama anak-anak. Ternyata, membuat blog Parenting itu banyak keuntungannya, karena banyak lomba bertema Parenting dan Keluarga. Alhamdulillah, saya sudah beberapa kali memenangkan lomba blog dari blog ini, yang berkaitan dengan parenting dan keluarga. Selama dua tahun berturut-turut, saya memenangkan lomba blog marathon bertema parenting, untuk memperingati hari Ibu di bulan Desember. Desember 2013, blog ini menjadi pemenang pertama lomba blog Positive Parenting Tabloid Nakita dan wawancaranya dimuat di Tabloid Nakita. Desember 2014, blog ini juga menjadi pemenang pertama lomba blog Mom’s Story yang diadakan oleh sebuah fanspage dan mendapatkan hadiah voucher belanja produk kebutuhan ibu dan anak-anak di beberapa toko online. 

Diwawancarai Tabloid Nakita berkat ngeblog
Beberapa artikel yang ditulis  untuk lomba blog, juga berhasil meraih juara dan mendapatkan hadiah dari uang tunai, liburan ke Bali, gadget, produk-produk sponsor, dan sebagainya. Saya tak menyangka, blog yang baru berusia kurang dari tiga tahun ini sudah sangat bermanfaat buat saya. 

Berikut tips-tipsnya:  

  1. Konsisten membuat postingan: ngeblog itu ternyata tidak mudah, apalagi kalau kita tidak punya tekad yang kuat. Saya juga sering terserang malas ngeblog. Ikut lomba blog juga memacu semangat untuk terus ngeblog. Saya juga terpacu menulis postingan dan foto yang bagus. Sejak rajin ngeblog, saya juga makin rajin foto. Padahal, dulu saya sering jengah kalau ada orang yang hobi foto, apalagi foto selfie, hehe… Eh, sekarang saya malah kerajinan foto. Setidaknya, dalam seminggu, saya harus memposting dua tulisan di blog ini. Kapan nulisnya? Saya terbiasa menulis sambil mengasuh anak, walau kadang-kadang tensi naik gara-gara lagi fokus nulis eh anak-anak berantem :D
  2. Berhati-hati membuat postingan: berhubung blog ini khusus parenting dan keluarga, maka saya banyak bercerita tentang anak-anak dan keluarga. Itu berarti, saya harus menjaga nama baik mereka, jangan sampai menulis sesuatu yang kelak merugikan mereka. Nulis yang baik-baik saja. Foto-foto pun harus menjaga harga diri dan kehormatan mereka. Misalnya: tidak memposting foto anak yang telanjang. Di sosial media, masih banyak orangtua yang memposting foto telanjang anak-anaknya. Mungkin karena dipikirnya si anak masih bayi atau balita, jadi boleh memasang foto telanjang mereka. Waduh, jangan deh, karena sekarang ini semakin banyak saja kaum Pedofil, yang mengincar anak-anak sebagai pelampiasan seks. Bahaya, kan? Berhati-hati juga dalam memilih kata-kata, karena pembaca blog kita beragam. Hindari kata-kata yang menghakimi, sok tahu, takabur, dan negatif lainnya. Apalagi kalau menyebut nama atau brand tertentu, jangan sampai kita terkena kasus pencemaran nama baik.
  3. Membagikan postingan blog ke sosial media: kalau mau postingannya dibaca banyak orang, maka harus rajin membagikannya ke sosial media seperti facebook, twitter, linkedin, instagram,  path, dan sebagainya. Kita juga bisa mengikuti akun-akun komunitas blogger, lalu membagikan postingan kepada mereka. Biasanya mereka memiliki pengikut yang banyak, sehingga banyak pula yang membaca postingan kita.
  4. Rajin Blogwalking: sebenarnya saya tidak terlalu rajin BW, tapi diusahakan BW beberapa kali dalam sehari. Saya tidak menjadwalkan BW ke blog siapa, random saja. Kalau saya tertarik membaca postingannya, ya saya BW. Biasanya nanti si empunya blog juga BW ke blog kita, tapi sering juga tidak. Tidak usah sakit hati kalau mereka tidak membalas BW, urusan ngeblog dan BW ini dibawa santai saja. Insya Allah, kalau rajin BW, dengan sendirinya postingan kita ramai komentar.
  5. Tidak perlu gengsi mengikuti lomba blog: ikut lomba blog bukan semata mencari hadiah lho ya. Justru sepengamatan saya, tulisan-tulisan yang banyak dibaca itu ya yang diikutkan ke lomba blog. Saya juga heran mengapa bisa begitu. Saya juga makin rajin menulis kalau disemangati dengan lomba. Apalagi kalau tidak punya ide mau menulis apa. Lomba-lomba sudah menyediakan ide menulis.
  6. Gaul di komunitas blogger: banyak sekali komunitas blogger yang bisa diikuti, salah satunya Indonesian Hijab Blogger, yang dikhususkan untuk muslimah berhijab. Komunitas ini keren sekali, selain menyemangati muslimah berhijab agar rajin ngeblog, juga konsisten membuat lomba ngeblog sebulan sekali. Tulisan ini juga ditulis untuk mengikuti lomba blog mereka di bulan Mei. Indonesian Hijab Blogger bisa diikuti beritanya di twitter @IHBlogger, fanspage Indonesian Hijab Blogger, dan instagram @IHBlogger.


Ingin lebih rajin ngeblog dan meraih manfaatnya, ikutan juga di IHB Blog Post Challenge. Jangan sampai ketinggalan! 



http://indonesian-hijabblogger.com/2015/05/ihb-may-blog-post-challenge/


17 comments:

  1. Siip mba Leyla...anak-anak kelak pasti bangga membaca tulisan mamanya tentang mereka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... jadi makin semangat nulis ttg aak-anak nih, makasih mba Anita sudah mampir :-)

      Delete
  2. Wah saya baru ngeh klo empunya blog ini tuh yg punya blog Leyla Hana menulis ya Mba :D
    Blognya bagus2 Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, blog saya ada 5. Makasih sudah mampir, mbak :-)

      Delete
  3. setuju banget Mbak Leyla dengan tipsnya. saya merencanakan bikin blog khusus juga ttg anak-anak, tapi masih belum terealisasi. jadi blog saya masih nano-nano. sekarang udah mulai rajin ikutan lomba-lomba walau suka lalai juga dengan batas waktunya. harus banyak belajar dari blog ini biar sering menang, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo direalisasikan, Mbak, mumpung anak-anak masih anak-anak :D

      Delete
  4. Semoga bisa terus menginspirasi blogger muda seperti saya.

    ReplyDelete
  5. utk skr ini aku lbh seneng baca2 blog parenting dr temen2 seperti mba dan mba myra ;).. Belum tertarik utk nulis sendiri ttg pengasuhan ato cerita2 si kecil di blog :D. Mungkin krn hobi saya memang menulis, tp cendrung ke traveling dan kliner krn itu hobi saya... Soalnya nth kenapa, nulis something yg saya kurang kuasai, pasti ngaruh ke tulisan nantinya.. yg stuck tengah jalan lah, yg galau mau nulis apa ;p... Makanya masih seneng baca2 dr blog org lain aja kalo ttg parenting mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, tulis yg kita suka saja. Kalo traveling, saya jarang traveling, jadi jarang nulisnya deh :D

      Delete
  6. Blog sesungguhnya merupakan medan latihan menulis yang bagus karena dikomentari oleh pengunjung.
    Maka dari itu mari kita terus update artikel artikel agar urat menulis kita semakin lama semakin baik.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  7. Bener banget, Mak Myra emang inspiratif. Pwngen bisa kayak beliau. Tapi, uh... aku mah susah. Malesnya itu lho....

    ReplyDelete
  8. Blog mb leyla hana ini termasuk blog yg sering sy kunjungi. Suka dg tulisan2nya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah sering berkunjung, mbak, tapi maaf kalo komentar2nya jarang dibalas karena browsernya error nih, susah balas komentar :'(

      Delete
  9. semoga bisa jadi ibu bahagiaa terus. katanya, ibu yg bahagia menghasilkan anak yang bahagia juga :)

    ReplyDelete
  10. iya betul tu mbak lomba blog memaksa kita untuk menulis, kadang nulis bs termotivasi lomba

    ReplyDelete
  11. Wihhh wiiih, ibu2 ini warbiyasaaaaak **jempoool

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^