Friday, 20 February 2015

Dari Blibli.com untuk CINTA yang Luar Biasa


Sejak delapan tahun yang lalu, kita sepakat bahwa CINTA adalah kata kerja. Dan karena itulah, kita bekerja keras mewujudkan cinta dalam rumah tangga ini. Terima kasih, karena sudah bekerja keras untuk cinta kita, My Love....

Ah, aku malu rasanya mengingat-ingat semua kebaikanmu kepadaku. Kau terlalu baik untukku. Apa pun yang kuinginkan, sebisa mungkin kaupenuhi. 

"Aku tak bisa dekat dengan anak kecil," katamu, waktu itu. "...tapi aku ingin punya 10 anak." 

Tak suka anak kecil, tapi ingin punya banyak anak. Hmmm.... ketika anak pertama kita lahir, kau membuktikan kata-katamu. Kau lebih suka disuruh menyetrika pakaian daripada menggendong si kecil. "Ee', niiih.... Gimana, dooong?!" katamu, panik, saat kotoran anak kita menembus diapersnya dan mengotori celana pendekmu. Aku geleng-geleng kepala, lalu kutinggalkan setrikaan baju yang bertumpuk-tumpuk. Kau menggantikanku menyetrika pakaian, tapi melipat dengan seadanya. Bagiku tak masalah soal lipatan baju yang serampangan. Usahamu untuk membantuku menyetrika itu lebih berarti bagiku. Saat masih lajang, kau menitipkan baju-baju kotormu di Laundry, tapi setelah menikah, kau malah menyetrika sendiri? Itulah bukti cintamu kepadaku. 

Anak kedua kita pun lahir, dan rumah tangga kita makin haru biru. Pekerjaanmu terlalu mengikat. Pergi pagi, pulang malam. Kau tak bisa membantuku mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tapi kau menyewakan seorang pembantu untukku. Kadang aku merasa tak enak hati, karena pengeluaran rumah tangga kita bertambah untuk membayar pembantu. Tapi, katamu, "Nggak apa-apa pakai pembantu, supaya kamu nggak kecapaian dan bisa fokus mengurus anak-anak." Kau bekerja lebih keras agar penghasilanmu meningkat dan bisa terus membayar pembantu. "Aku nggak bisa membantumu, jadi kita bayar pembantu aja ya," katamu, membuat hatiku gerimis. 

"Aku ingin punya anak perempuan," kau bilang begitu saat kedua anak kita baru berusia 4 dan 3 tahun. Keduanya laki-laki, wajar saja bila kau ingin punya anak perempuan. Aku menghela napas. Membayangkan bila punya satu anak kecil lagi dan kita harus pulang ke rumah orang tuamu di kampung. Aku ingat perjalanan pulang kampung yang terakhir kali. Naik turun bus antar kota dengan membawa anak-anak dan koper besar. Kau menggandeng si sulung, sambil mencangklong tas ransel besar dan menenteng tas koper yang tak kalah besar. Aku pun begitu pula, menggendong si kecil dan membawa tas. Kita tak bisa banyak membawa oleh-oleh dari kampung karena repot. 

"Boleh, asal kita punya mobil dulu," kataku. "Supaya kita bisa pulang kampung dengan enak, nggak usah naik turun bus." 

Rupanya, ucapanku itu kaujadikan tantangan untuk membeli mobil. Memang, mobil bekas, tapi sudah cukup membawa kita pulang kampung tanpa berdesakan di dalam bus. Kau rela mengemudi seharian, karena mobil itu lambat jalannya. Bila kau lelah dan mengantuk, kita akan memarkir mobil di pinggir jalan, dan kau beristirahat sejenak. Aku tak bisa menggantikanmu menyetir, walaupun sangat ingin melakukannya karena kasihan melihatmu kecapaian. Aku pun hanya bisa meringankan bebanmu dengan memijiti pundak dan lenganmu, agar kau dapat menyetir kembali. Setahun kemudian, kau membeli mobil yang baru untuk mengganti mobil bekas yang sering mogok itu. Kau bekerja keras untuk mewujudkan mimpi kita, tapi masih ada satu masalah. Belum beberapa bulan, mobil itu sudah tergores-gores karena ayam-ayam tetangga yang suka nongkrong di atas kapnya. 

"Aku mau beli penutup mobil, nih," katamu, tapi kau belum juga membelinya. Aku tahu mengapa kau belum membelinya. Pasti karena keuangan kita belum memungkinkan. Masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi, termasuk membayar cicilan mobil. Aku sudah melihat-lihat Blibli.com dan menemukan penutup mobil yang sesuai untuk mobil kita. Semoga aku bisa membelikannya untukmu. 



"Sepatuku jebol lagi," katamu, beberapa waktu lalu. Aku berdecak miris. Aku tahu bahwa kau sebenarnya bisa membeli sepatu baru. KAU BISA. Sungguh! Tapi, kau lebih mengutamakan kepentingan keluarga daripada kepentinganmu sendiri. Kau baru akan membeli sepatu, baju, dan barang-barang pribadimu kalau keuangan kita sudah lapang. Kapan? Entahlah, hanya kau yang tahu. Karena bila keuangan kita sedang lapang pun, kau lebih suka membelanjakannya untuk anak-anak atau untukku. Seperti mengajak mereka ke tempat wisata atau membelikanku sesuatu. Aku ingin menghadiahkanmu sepatu dari Blibli.com yang kuyakin akan pas di kakimu. 




Dan yang terakhir, aku ingin sekali menghadiahkanmu tas ransel ini. Tentu saja kau membutuhkannya untuk bekerja, mencari nafkah untuk keluarga besar kita. Gajimu tak hanya kauberikan untuk aku dan anak-anak, tetapi juga kedua orangtuamu. Kau memang anak yang berbakti. Tas ranselmu hanya satu dan tak ada gantinya bila basah karena kehujanan. Hadiah-hadiah yang ingin kuberikan kepadamu itu tentu harganya tak seberapa bila dibandingkan dengan semua yang telah kauberikan untukku dan anak-anak. Tapi, ketahuilah bahwa cintaku lebih besar daripada hadiah-hadiah yang ingin kuberikan. Cinta yang telah kita wujudkan dalam sebuah mahligai. Cinta yang memaksa kita untuk bekerja keras mempertahankannya. Terima kasih sudah mencintaiku selama delapan tahun ini. 








Nama: Leyla Imtichanah
Email: leyla.hana@yahoo.co.id
Twitter: @LeylaHana
Facebook: https://www.facebook.com/leyla.hana

10 comments:

  1. Tasnya keren juga tuh mbak...wah iya ya..aku kan butuh cover mobil juga nih...

    ReplyDelete
  2. di blibli ada penutup mobil, keren juga ni online shop

    ReplyDelete
  3. Aduh mak terenyuh bacanya. Sukses GA Nya dan semoga segera terwujud ya harapannya :-)

    ReplyDelete
  4. Duh, romantis banget... Memang suaminya layak mendapatkan hadiah yg dibelikan dari bibli itu ya... :)

    ReplyDelete
  5. Semoga kontes blognya menang ya mbak..., aamiin..

    ReplyDelete
  6. Meleleh bacanya Mbak. Terharu sendiri bacanya. Si Aa suruh baca atuh biar tau bahwa Mbak juga begitu mencintainya. Semoga menang lagi.

    ReplyDelete
  7. Lengkap nih blibli.com....
    Ada penutup mobil pulak.

    ReplyDelete
  8. semoga hadiah2nya terwujud, Mak :)

    ReplyDelete
  9. ccock deh kalau di hubungkan ketiga hadiahnya mbak

    ReplyDelete
  10. baru baca ini, terharu dan pengen ikut belanja hehe

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^