Tuesday, 22 July 2014

Khitanan Ismail

Berangkat ke rumah sunatan, kelihatan santai
Alhamdulillah, Ismail sudah dikhitan pada tanggal 19 Juli lalu. Mendadak sekali, karena tidak ada perencanaan sebelumnya. Gara-garanya Ismail susah pipis, lalu dibawa ke dokter, dan dokter bilang Ismail kena fimiosis. Jalan satu-satunya adalah, khitan!


Sebenarnya, kami memang sudah ingin mengkhitan Ismail, karena usianya sudah 6,5 tahun. Tapi, kami masih mikir-mikir, mau dirayain gak ya? Kalau dirayain, modalnya masih cekak. Hm, ternyata Allah kasih jalan mudah. Ismail memang harus dikhitan. Tanpa pikir lagi (karena anaknya juga sudah kesakitan terus), ya kami  bawalah dia ke Rumah Sunatan di Depok. Menggunakan metode Smart Clamp, yang katanya inovasi baru: hanya keluar darah sedikit, tanpa jahitan, dan cepat sembuh. Bismillah....

Pagi hari, nenek dan kakeknya dari Garut sudah datang ke rumah kami bersama salah seorang paman Ismail dari Cikampek. Alhamdulillah, ada keluarga yang menemani. Kami pun berangkat ke Rumah Sunatan, setelah sehari sebelumnya pesan tempat. Deg-degan juga saya, apalagi saya ibunya. Saya tidak mau melihat proses khitannya, ah. Gak tega. 

Sebelum berangkat, foto dulu sama kakek dan adik-adik

Kami pasien pertama yang datang dan langsung dapat bagian pertama. Terdengar suara tangis Ismail sewaktu baru disuntik bius, tapi setelah itu gak ada suara apa-apa lagi sampai dia selesai dikhitan. Ternyata dia asyik main tablet, sembari dikhitan, hihihi.... Keren juga ya rumah sunatannya. Berbeda dengan pasien kedua yang jejeritan terus selama dikhitan, padahal dikasih obat bius. Setelah obat biusnya habis, baru deh Ismail merengek-rengek kesakitan.

Akhirnya sampai di Rumah Sunatan
Bila dibilang sih Ismail ini gak terlalu rewel. Rewelnya kalau mau pipis saja. Susahnya juga pas hari pertama saja, karena lukanya masih sakit. Jadi, harus diminumin obat penghilang rasa sakit yang pahit di lidah. Sekali pernah Ismail muntahin obatnya. Malam pertama paska khitan, saya gak bisa tidur karena Ismail nangis terus. Untunglah di malam kedua dan seterusnya, dia sudah gak nangis lagi.

Sebelum disunat, main dulu...
Saya pikir saya bakalan cuti nulis dulu nih, ternyata masih bisa nulis. Makasih ya Ismail, gak terlalu cengeng. Walaupun tetap kesabaran saya diuji, setiap Ismail mau pipis pasti merengek kesakitan. Duh, duh, duh.... Dulu saya pernah membaca komentar seseorang penganut pengobatan tanpa rasa sakit. Katanya, sunat itu gak wajib kalau hanya menimbulkan trauma untuk anak. Saya pikir, khitan atau sunat itu memang sungguh-sungguh diwajibkan, karena rasa sakitnya tak seberapa dibandingkan dengan kesehatan yang diterima anak seumur hidupnya. Bayangkan kalau gak dikhitan, itu kuman penyakit mengendam di kepala penis yang mestinya dikhitan. Buktinya, dokter menganjurkan Ismail dikhitan agar penyakitnya sembuh. Tuh, kan, khitan memang penting!

"Obat" khitan dari Ayah: Mobil Remote Kontrol!
Hari Minggunya, kami mengadakan sukuran kecil-kecilan, hanya memasak nasi kuning dan lauk pauk untuk dibagikan ke tetangga. Yang penting tetangga tahu kalau Ismail sudah dikhitan, sunahnya kan begitu. Minta doanya juga supaya Ismail menjadi anak yang soleh, aamiiin....

Tips untuk orang tua yang masih "takut" anaknya dikhitan:
  1. Tak perlu khawatirkan biaya syukuran dulu, yang penting anaknya segera dikhitan kalau sudah cukup umur. Kalau terlalu "tua" nanti malah dia semakin takut.
  2. Biaya khitan dengan metode Smart Clamp ini sekitar Rp 1 juta, tapi ada juga yang lebih murah dari itu.
  3. Berikan sugesti positif kepada anak bahwa dikhitan itu tidak apa-apa dan baik untuk kesehatan. Ismail tahu bahwa dia harus dikhitan kalau mau sembuh dari susah pipisnya. 
  4. Syukuran khitanan cukup disesuaikan kondisi kantong masing-masing. Kalau bisanya bikin nasi kuning, ya tak apa-apa. Yang penting pemberitahuan ke tetangga kalau anak kita sudah dikhitan. 
  5. Sabar menghadapi anak yang rewel setelah dikhitan. Perhatikan betul kondisi luka bekas khitan agar jangan sampai infeksi.
  6. Khitan adalah kewajiban setiap lelaki muslim yang baik untuk kesehatan. Jangan ragu untuk mengkhitan anak lelaki kita. 
  7. Penuhi janji kepada anak, misalnya mau memberi hadiah sesuatu kalau mau dikhitan. Anak akan mengingat janji itu dan bisa menghibur rasa sakitnya. 










2 comments:

  1. ponakanku dlu juga khitan gr2 g bisa pipis mbk..baarokalloh ismail...

    ReplyDelete
  2. Selamat disunat ya Ismail. Moga jadi anak pinter yg soleh. Aamiin :)
    Kok sama kayak Kk Rasyad, kena fimosis. Bedanya, Kk Rasyad dikhitan umur 6 bulan! Huaa...rewelnya luarr biasa sampai dua hari emaknya begadang :(

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^