Monday, 21 April 2014

Sehari Tanpa Internet? Dijamin Kudet!

Sehari Tanpa Internet, Dijamin Kudet! 

KAPAN SAYA MENGENAL INTERNET?

Internet sudah merasuki hidup saya sejak sekitar empat tahun lalu. Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari hanya di rumah, mengasuh anak-anak dan mengurus rumah tangga. Akan tetapi, saya memiliki hobi menulis yang sudah ada sejak masih duduk di bangku SD, bahkan saya sudah menerbitkan belasan buku. Saya sempat vakum menulis saat memiliki anak pertama dan kedua yang jarak usianya hanya setahun. Saya benar-benar fokus mengasuh mereka. Setelah anak kedua berumur kurang lebih dua tahun, saya mulai mencoba menulis lagi. Saat itu dunia rasanya sepi sekali, tak ada hubungan dengan dunia luar kecuali seputar kompleks perumahan tempat tinggal saya. Sampai suami membelikan modem dan saya bisa berselancar di dunia maya kapan pun saya suka.

Wow! Mata saya langsung terbuka. Dunia tak lagi sesempit dulu. Sebelum ada internet, saya sering merasa kesepian dan bertambah bodoh. Iya, bodoh. Saya jarang membaca buku, koran, dan majalah. Teman saya adalah televisi. Tahu sendiri kan acara televisi itu lebih banyak yang membodohkan? Nah, ketika saya sudah punya akses dengan internet, wawasan saya terbuka lebar. Sejak itu, saya jadi kecanduan, walaupun  berusaha untuk tidak melalaikan tugas-tugas rumah tangga.  Saya tetap mengasuh anak-anak dan mengurus rumah tangga. Kalau ada waktu luang, saya akan membuka internet. Saat itu, saya belum punya smartphone, jadi hanya bisa internetan melalui komputer.

MANFAAT INTERNET BAGI SAYA

Apa gunanya internet buat saya? Ada banyak sekali kegunaannya. Intinya, saya sangat terbantu oleh keberadaan internet.





Menambah teman-teman baru di dunia maya. Bayangkan, tiba-tiba saya memiliki ribuan teman  baru sesaat setelah membuka facebook! Saya bahkan bertemu dengan teman-teman lama: teman SMA, kuliah, kerja (saat masih kerja), dan bahkan teman SD! Luar biasa! Saya tak lagi merasa sendirian. Sebelum memanfaatkan internet, saya kesepian karena suami berangkat ke kantor pagi-pagi dan pulang di atas jam delapan malam. Tetangga di sebelah rumah juga hanya satu, itupun istrinya sudah tiada sehingga rumahnya sering kali kosong. Saya nyaris tak punya teman mengobrol. Untuk mengatasi kesepian, biasanya saya menelepon sahabat saya yang berada di kota lain. Setelah ada internet, kami bisa berkomunikasi dengan lebih murah, yaitu melalui facebook. Saya bahkan mendapatkan banyak teman baru, sehingga rasanya hidup saya begitu berwarna. Tidak cuma itu. Saya juga dapat berhubungan dengan pembaca-pembaca buku saya. Mereka sering menyapa saya ketika baru berteman di facebook. Senang sekali rasanya, karena masih diingat oleh para pembaca walaupun sudah lama tidak menerbitkan buku lagi.

Mendapat kesempatan untuk menerbitkan buku lagi. Walaupun saya sudah sering menerbitkan buku, ternyata setelah vakum tiga tahun, saya ketinggalan banyak hal. Tema-tema apa yang sedang dicari penerbit, buku-buku yang sedang laris di pasaran, penerbit-penerbit apa  yang sedang mencari naskah besar-besaran, dan sebagainya. Saya kesulitan untuk menawarkan naskah saya karena sudah tidak sesuai dengan zamannya. Kesempatan itu datang lagi setelah saya menggunakan internet. Bahkan, saya menjadi lebih mudah untuk mengirimkan naskah. Saya banyak mengikuti perlombaan menulis yang diadakan di media sosial (facebook dan blog). Dan akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menerbitkan buku lagi! Dua tahun pertama, saya hanya bisa menerbitkan satu buku dalam setahun. Di tahun ketiga, saya menerbitkan lebih dari lima buku!
Tiga buku saya yang terbit tahun 2013, setelah
aktif internetan

Lebih mudah mempromosikan buku-buku saya. Tak terbayangkan bahwa sekarang saya bisa menyapa pembaca buku-buku saya dengan mudah, dan mereka bisa cepat memperoleh informasi mengenai buku terbaru saya dengan mudah, hanya melalui internet! Kami berhubungan di facebook, twitter, blog, imel, instagram, linkedin, blackberry, whatsapp, dan sebagainya. Saya tinggal memuat foto buku-buku saya di semua jejaring sosial itu. Beberapa teman blogger segera memesan buku terbaru saya, begitu mereka mengetahui promonya di blog saya.

Twitter, salah satu media promosi
Dapat bekerja dari rumah. Siapa bilang ibu rumah tangga tak dapat mencari uang dari rumah? Saya sudah memilih untuk tinggal di rumah dan mengasuh anak-anak, tapi bukan berarti saya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kebebasan finansial. Uang yang diberikan oleh suami biasanya cukup untuk kebutuhan keluarga. Tapi, saya juga butuh untuk menyenangkan diri sendiri, bersedekah kepada orang tua dan orang-orang yang membutuhkan, bahkan juga membantu kekurangan uang belanja yang diberikan oleh suami. Ketika permintaan naskah belum sebanyak sekarang, saya pernah mencoba berjualan buku di internet. Teman-teman saya sudah banyak yang sukses berjualan di jejaring sosial. Ada yang berjualan baju, buku, jilbab, sepatu, mainan anak-anak, dan lain sebagainya. Mereka mendapatkan keuntungan yang berlimpah ruah. Ternyata saya tidak pandai berjualan, jadi saya memutuskan untuk  tetap menjadi penulis. Siapa sangka jika sekarang saya sudah banyak mendulang rupiah dari menulis? Selain dari royalti buku-buku yang diterbitkan, beberapa kali saya memenangkan perlombaan menulis di blog. Internet terbukti dapat membantu siapa pun (tak hanya ibu rumah tangga) yang ingin bekerja dari rumah. Membuka toko online, jasa penulisan, jasa pengeditan, desain blog, illustrator, dan banyak profesi lain yang bisa dikerjakan dari rumah dengan bantuan internet.

Bertemu dengan teman-teman komunitas penulis
Menambah pengetahuan dan wawasan. Semua orang harus terus meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Apakah itu dapat dilakukan dari dalam rumah. Jawabnya, bisa Internet adalah sumber informasi, pengetahuan, dan wawasan. Kini semakin banyak saja portal-portal berita yang tersebar di internet seiring dengan meningkatnya jumlah internet di Indonesia. Di facebook, saya bergabung dengan komunitas-komunitas tertentu yang juga memberikan informasi, pengetahuan, dan wawasan. Pertama, Komunitas Ibu Rumah Tangga, sesuai dengan profesi utama saya. Kelihatannya obrolan kami itu sepele, hanya seputar pengasuhan anak dan pengurusan rumah tangga. Tapi, itu sangat berguna lho. Saya jadi tahu resep-resep masakan, cara menangani anak sakit, berkomunikasi dengan tetangga yang menyebalkan, bahkan sampai siasat menangkis rumpian tetangga. Kedua, Komunitas Gentle Bird Untuk Semua, khusus untuk ibu-ibu yang ingin melahirkan dengan lembut dan minim trauma. Melahirkan itu dianggap sebagai proses yang menyakitkan. Saya bergabung dengan komunitas ini saat hamil anak ketiga. Saya ingin melahirkan dengan lebih baik, mendapatkan pengetahuan sebaik-baiknya dalam hal pengasuhan bayi. Ketiga, Komunitas Gerakan Sadar Imunisasi (Gesamun), yang ini juga penting bagi seorang ibu dengan tiga orang anak kecil seperti saya, di mana saat ini semakin marak gerakan antivaksin yang menyesatkan. Keempat, Komunitas Be a Writer (khusus penulis), ini komunitas yang saya dirikan sendiri. Gunanya untuk meningkatkan pengetahuan dalam tulis menulis. Dan terakhir adalah, Komunitas Emak-Emak Blogger. Nah, kegiatan ngeblog ini baru saya tekuni dua tahun terakhir. Ternyata, ngeblog itu juga banyak manfaatnya, dan sudah tentu sangat bergantung dengan internet.



Berkah ngenet, mejeng di sebuah tabloid





SEHARI TANPA INTERNET?

Barangkali masih banyak lagi keuntungan internet. Apakah saya pernah SEHARI TANPA INTERNET?! Oh, tidaaaak! Saya pernah sehari tanpa internet, bahkan berhari-hari. Operator seluler yang saya gunakan itu hilang sinyal. Saya mencoba bersabar menanti sampai sinyalnya beres lagi. Rasanya tidak enak sekali ya sehari tanpa internet. Saya kehilangan banyak hal. Semua yang saya sebutkan di atas itu. Bahkan saya sampai mengirim pesan singkat ke suami saya yang bunyinya seperti ini:

“Apakah sebaiknya saya berhenti menulis saja ya? Menjadi penulis saat ini tidak semudah dulu. Penulis sekarang harus pandai menjual bukunya, harus sering berpromosi, dan itu harus dilakukan dengan menggunakan internet. Bagaimana saya bisa berpromosi kalau tidak ada internet???”

Oke, pesan di atas memang tidak pendek, tapi aslinya pendek kok. Itu dibuat versi panjang agar sedikit dramatis. Suami saya menjawab, “terserah.” Tapi, bukan itu jawaban yang saya inginkan.

Pernah saya sengaja tak mengisi modem internet, karena ingin menyepi dulu dari dunia maya, eh editor calon buku saya yang terbaru mengirim sms, meminta saya agar merevisi naskah yang akan terbit sekali lagi. Otomatis, saya harus mengunduh naskahnya dari email daaaan... saya harus mengisi modem internet lagi! Sehari tanpa internet, dijamin kudet! Kurang update!

Akhirnya, saya menemukan bahwa satu-satunya operator seluler yang memiliki sinyal kuat di tempat saya hanya TELKOMSEL. Saya tidak berlebihan. Saya sudah mencoba semua operator seluler, tapi tidak ada yang berhasil. Saya menggunakan SimPATI untuk modem dan smartphone. Ya, tidak tanggung-tanggung, saya pakai dua kartu! Nah, supaya lebih hemat, saya berlangganan paket SimPATI Flash Ultima Volume Based 60 ribu per bulan. Pernah juga yang 25 ribu atau 50 ribu. Tergantung anggaran yang tersedia. Yang tak disangka-sangka, sering sekali terjadi, ketika paket internet sudah habis dan saya belum mengisinya lagi, tahu-tahu internetnya bisa aktif karena SimPATI memberikan  bonus kuota tak terduga.

Menyadari betapa pentingnya internet dalam kehidupan saat ini, perlu kiranya untuk mengajarkan penggunaan internet kepada masyarakat luas. Berhubung saya seorang ibu rumah tangga, saya ingin menyuarakan perlunya pengajaran internet kepada ibu rumah tangga agar mereka tetap memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, bahkan dapat memperoleh tambahan penghasilan, meskipun sehari-hari hanya berada di rumah. Anak-anak di dunia digital juga membutuhkan seorang ibu yang melek internet. Ya, sebagaimana kita ketahui, internet juga memiliki sisi negatif semisal pornografi. Anak-anak membutuhkan bimbingan dari ibu yang melek internet, agar jangan sampai terjerumus ke dalam dosa internet.

Ibu harus pintar internet karena anak-anak
sudah kenal gadget sejak kecil

APA ITU BUNET?

Di sekitar komplek perumahan saya saja, masih banyak ibu rumah tangga yang BUNET (BUTA INTERNET).  Bunet adalah orang yang mempergunakan telepon selular hanya untuk menelpon dan sms saja. Kalaupun mereka memanfaatkan internet, kebanyakan hanya untuk berkeluh kesah di facebook dan BBM. Kegiatan itu menurut saya amat sangat tidak produktif dan justru menghambur-hamburkan pulsa. Padahal, ada banyak potensi yang bisa digali dengan memanfaatkan internet, seperti yang sudah saya rasakan. Ibu rumah tangga pun bisa mendapatkan penghasilan dari rumah, serta menambah wawasan dan pengetahuan. Terutama untuk mendampingi anak-anak mereka ketika mempergunakan internet. 




BUNET 



AJARKAN INTERNET DENGAN MENJADI AGEN INTERNET

Saya berharap ke depannya, semua orang telah dapat menggenggam internet. Mari kita genggam internet dan manfaatkan semua fasilitas di dalamnya untuk kebaikan! Saya sudah mendaftar menjadi agen internet Telkomsel. Pendaftarannya mudah.  Cukup hubungi *363*11# atau klik http://telkomsel.com/genggam-internet


Agen Internet




Ayo, jadi agen internet!




23 comments:

  1. sehari tanpa internet aku bisa uring-uringan mbak :)

    ReplyDelete
  2. iya sih seakan dunia ini hampa :D
    tapi ada saatnya kita harus offline dulu dari dunia maya :3
    nih kak aku nulis alasan orang harus offline dulu :D sirajuddinabraham.wordpress.com/2014/02/17/offline-dulu-yuk/
    salam blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Offline kan ga perlu seharian :D
      makasih ya sudah mampir.

      Delete
  3. huahaha bunet wkwk

    mba follback blog aku ya :D

    ReplyDelete
  4. Pengeluaranku untuk internet cukup tinggi, Mak. Tapi gak merasa rugi, karena dapat gantinya banyaaaaaak. Gak cuma materi, tapi ilmu, sahabat, networking, pengalaman dll, yang gak bisa dinilai sama uanag. Jadi, sehari aja tanpa internet? Gundah! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul banget Mak Sari. Internet sangat banyak manfaatnya.

      Delete
  5. Dulu aku bisa hidup tanpa internet. Sekarang? serasa hampaaaa

    ReplyDelete
  6. klo d rumah ortu bs tuh berhari2 tnpa internet, hampaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasang internet juga dong di rumah ortu, mba :D

      Delete
  7. orangtuaku selalu negatif thinking soal internet... tapi sejak saya dapat paket hadiah, mereka baru nyerah dengan keseharianku di depan laptop...hehehe ini salah satu cara saya mengubah pola pikir orangtua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di internet banyak lapangan pekerjaan juga kan..

      Delete
  8. Aq bisa sehari tanpa internet, asal ada yg ngajak main aja jadi lupa hihi. Kadang sih mau ngajarin ortu jg biar bs internet, tp belom sempet. Internet penting tapi ya kudu tau waktu juga ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh, betul, harus tau waktu juga pake internet.

      Delete
  9. Leyla, kalo lagi tongpes, rasanya gimanaaa...gitu, nunggu transferan dari anak buat beli pulsa internetan, hehehe... Sekarang udah cari jalan keluar nih, mending beli aja buat internetan HARIAN yang Rp.2,200 ketimbang nunggu lama, karena mau beli yang buanyaak. Tanpa internetan di hape? Rasanya koq kayak puasa seharian, hiks, hiks.. puasa kan ada pahalanya, kalo gak internetan? Yang ada rasa mangkel and sebbbel. Bunda beruntung punya hape, biarpun hape jadul, tapi bisa internetan. PC gak bisa internetan coz kalo telat bayar, ya diputus sama First Media, huahuahua...ketawa kecut sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda, semoga selalu diberi kelancaran rezeki ya biar bisa internetan terus :-)

      Delete
  10. alhamdulillah, banyak manfaat yang didapat dari internet, mulai dari pertemanan hingga rezeki bener ngga tuh mba? hihi

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. mungkin suatu saat internet bisa menjadi suatu kebutuhan juga ya :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^