Wednesday, 26 March 2014

Siapa Caleg Perempuan Pilihanmu?

Caleg Perempuan untuk kesejahteraan ibu dan anak
dok. pribadi.

Kasus-kasus moral yang terjadi di Indonesia ini sungguh membuat saya mengurut dada, prihatin. Sebagai seorang Ibu, saya sangat khawatir dengan masa depan anak-anak. Penculikan, penganiayaan, pemerkosaan, pornografi, dan lain sebagainya, mewarnai hidangan berita di televisi. Kasus anak SMP yang didaulat untuk melakukan hubungan seks dan direkam oleh teman-temannya, membuat saya khawatir  menyekolahkan anak-anak. Belum lagi kejadian tawuran, pembunuhan mahasiswi oleh mantan pacar, dan lain sebagainya. Sudah sebegitu parahkah generasi muda kita saat ini?


Saya berharap para wakil rakyat memperhatikan betul-betul kasus dekadensi moral di kalangan remaja dan anak-anak. Sayangnya, justru mereka itu yang banyak terlibat kasus amoral. Video porno anggota DPR, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya. Bagaimana saya mau mempercayakan masa depan anak-anak kepada wakil rakyat yang lebih bobrok? Itu baru kasus yang menimpa anak-anak dan remaja. Orang tua, sebagai pendidik pertama, ternyata justru menjadi oknum penghancur masa depan anak-anak. Kasus-kasus pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung terhadap anak-anak perempuannya, kasus ibu rumah tangga yang membunuh anak-anaknya sendiri, kasus ibu tiri yang menyiksa anak tiri dan membuangnya ke hutan, serta banyak kasus lain yang di luar batas perikemanusiaan.

Perlukah memilih caleg perempuan untuk menyuarakan kegelisahan saya? Mahkamah Konstitusi sudah menetapkan kuota tiga puluh persen untuk perempuan yang duduk di parlemen. Sayangnya, kuota itu tidak pernah terpenuhi karena sedikitnya caleg perempuan yang terpilih. Menurut saya, keberadaan perempuan di parlemen sangat penting, utamanya berkaitan dengan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan dan anak-anak. Seorang perempuan, terlebih seorang ibu, tentu memiliki kemampuan untuk menangani tugas-tugas itu dengan jiwa keibuan yang dimilikinya.

Keterwakilan caleg perempuan belum memenuhi kuota 30%
sumber: @PerempuanCaleg
Ironisnya, media massa justru lebih banyak mengangkat berita mengenai caleg-caleg perempuan yang diragukan kualitas dan kredibilitasnya. Sebut saja Angel Lelga yang tidak cakap menjawab pertanyaan-pertanyaan Najwa Syihab dalam talkshow Mata Najwa di sebuah televisi swasta ternama. Atau, kasus caleg perempuan yang tertangkap basah sedang “ngalap” berkah di sebuah sungai demi agar terpilih dalam Pemilu nanti. Apakah memang tidak ada caleg perempuan yang bisa diandalkan dalam menyelesaikan masalah-masalah bangsa?  

Tak heran banyak calon pemilih yang merencanakan untuk golput (tidak memilih) karena menganggap tidak adanya caleg (terlebih perempuan) yang bisa diandalkan. Belum lagi kasus korupsi yang membelit anggota legislatif perempuan, sebut saja Angelina Sondakh, mantan putri Indonesia yang lekat dengan dengan citra diri: Beauty, Brain, Behaviour. Kenyataannya, Anggie pun tak mampu menolak tuduhan korupsi yang dialamatkan kepadanya. Atau, kasus perpecahan rumah tangga Vena Melinda yang sangat heboh di infotainment, disebut-sebut karena kesibukannya sebagai anggota legislatif.

Apakah tidak ada caleg perempuan berkualitas yang layak dipilih? Caleg perempuan layak pilih menurut saya adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Memiliki visi dan misi yang jelas, terutama menyangkut pemberdayaan wanita dan anak-anak sehingga bisa dipastikan bahwa keterlibatannya di parlemen kelak akan berpihak pada kepentingan wanita dan anak-anak. 
  • Memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan visi dan misinya. Kalaupun tidak, telah memiliki aktivitas sosial yang berkaitan dengan visi dan misinya itu.
  • Memiliki keluarga yang harmonis dan anak-anak yang baik untuk membuktikan bahwa dia telah berhasil mendidik keluarganya dulu, sebelum berkiprah di masyarakat. Apabila kondisi keluarganya saja tidak baik, bagaimana dia mau mewakili masyarakat?
  • Memiliki track record yang baik di masyarakat, sehingga janji-janjinya dapat dipertanggungjawabkan.
  • Memiliki wawasan sosial dan politik yang baik.

Untuk meningkatkan kualitas caleg perempuan, KPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) pimpinan Linda Gumelar, tahun lalu telah mengadakan pelatihan untuk para caleg perempuan di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Aceh yang dihadiri  oleh 600 peserta. Di awal tahun ini juga KPPPA  juga telah memberikan pembekalan kepada 490 caleg perempuan di sembilan provinsi.

Di antara caleg perempuan yang berkualitas itu, adalah:

Fahira Idris
Fahira Idris, saya mengenalnya di jejaring sosial Twitter, sebagai aktivis Anti Miras. Fahira gencar mengampanyekan Anti Miras, terutama untuk remaja di bawah usia 22 tahun, didasari oleh keprihatinan betapa mudahnya memperoleh minuman keras di minimarket-minimarket atau warung-warung kecil. Sudah banyak kematian remaja akibat miras oplosan, di mana mereka belum memiliki kedewasaan berpikir dan masih ikut-ikutan dalam bertindak, sehingga tidak semestinya remaja sudah mengenal miras. Pada pemilu 2014 esok, Fahira Idris mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta dengan nomor urut 11, dan dia bertekad akan mewujudkan Jakarta sebagai Kota Layak Anak. Sebagaimana kita ketahui, kasus-kasus kekerasan terhadap anak-anak banyak terjadi di Jakarta. Dengan demikian, misi Fahira patut kita dukung. Apalagi Jakarta sudah memiliki Perda No. 8 Tahun 2011 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan. Nah, jika Anda berdomisili di DKI Jakarta, tak ada salahnya memilih Fahira Idris sebagai Caleg Perempuan berkualitas.

Ibu rumah tangga dikategorikan sebagai pengangguran karena tidak memiliki penghasilan dalam bentuk materi. Kasus-kasus pembunuhan anak yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri, sebagian besar dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi yang kekurangan. Ibu dihinggapi skizophrenia, gangguan jiwa di mana sang ibu khawatir anak-anaknya tidak mendapatkan kehidupan yang layak sehingga mereka lebih baik dibunuh. Tentu saja ini sangat memprihatinkan. Kasus terbaru adalah, balita berusia 2,5 tahun bernama Aisyah, yang ditenggelamkan ke dalam torn air oleh ibunya sendiri karena ibunya sudah gelap mata akibat dililit hutang. Oleh karena itu, perlu sekali adanya program pemberdayaan ibu rumah tangga agar tetap kreatif dan produktif sekalipun hanya di rumah. Jubaidah, caleg perempuan Bangka Belitung dari Partai Gerindra berjanji akan memberdayakan ibu rumah tangga untuk meningkatkan ekonomi keluarga mereka. Caleg bernomor urut 5 ini, akan mengajak ibu rumah tangga agar bisa mandiri sekaligus menekan angka kemiskinan melalui pelatihan usaha kecil. Jika Anda berdomisili di Bangka Belitung dan tertarik dengan visi misi caleg perempuan ini, silakan dicoblos.

Banyaknya remaja yang terjebak dalam kenakalan remaja, kriminalitas, narkoba, dan pergaulan bebas, dikarenakan kurangnya pendidikan agama dan pengawasan orang tua. Penting kiranya untuk memperbanyak jam pelajaran agama di sekolah, di rumah, serta mengawasi pergaulan anak-anak di lingkungannya. Program itulah yang akan dibawa oleh Sofi Erisa, Caleg PKS dari Pangkalpinang, apabila terpilih menjadi anggota legislatif. Beliau, yang juga seorang Ustazah di sebuah Taman Pendidikan Al Quran di Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, berjanji akan memperjuangkan pendidikan agama generasi muda di daerah itu. Caleg yang satu ini menambah deretan caleg perempuan berkualitas di Pemilu 2014 nanti.

Saya yakin masih banyak caleg perempuan lain di kota Anda. Mereka mungkin tidak popular, tapi memiliki niat baik dan ketulusan untuk membangun bangsa. Apabila Anda peduli terhadap pemberdayaan dan kesejahteraan perempuan dan anak Indonesia, pilih caleg perempuan!

Sumber referensi:

5 comments:

  1. saya masih mencari caleg yang pas untuk dipilih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, Mak, saya juga maish cari-cari nih :-)

      Delete
  2. Saya juga milih caleg wanita karena terinspirasi oleh Bu Risma Walikota Surabaya yang terbukti memimpin dengan baik kota surabaya. Berharap caleg wanita bisa seperti beliau bahkan lebih baik lagi yang tidak haus dengan menumpuk kekayaan belaka benar2 mengapdi untuk rakyat :-)
    Semangat para wanita Hebat.
    salam kenal di tunggu kunjungan baliknya ke blog ane ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, Mbak. Bu Risma patut diacungkan jempol. Makasih sudah mampir ya :-)

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^