Wednesday, 8 January 2014

Mengatasi Kejang pada Anak

Menunggu antrian dokter
Ceritanya, liburan kemarin sudah merancang mau nulis banyak-banyak berhubung duo kakak sedang berlibur ke rumah neneknya. Rencana tinggal rencana. Allah Swt berkata  lain. Suami terkenal virus influenza yang cukup parah sampai radang dan demam. Berikutnya, saya ketularan. Kami sempat berharap semoga si bungsu gak ketularan. Kalau orang dewasa yang sakit masih mending, tapi kalau bayi? Ternyata, si bungsu pun ketularan. 

Hari pertama, panasnya langsung tinggi. Saya masih coba kasih parasetamol sampai hari kedua. Belum dibawa ke dokter. Malamnya, suami melarang memberikan parasetamol, khawatir kalau kebanyakan bisa merusak ginjal. Akibatnya, fatal. Entah sudah berapa derajad selsius, yang pasti sih panas banget suhu tubuhnya. Rewel terus selama dua hari itu. Saya harus gendong-gendong terus. Sampai malam kedua itu, tahu-tahu Dede Salim kejang! Iya, kejang. Pertama kalinya anak saya mengalami kejang karena panas tinggi.  Dua kakaknya-alhamdulillah-belum pernah. 

Astaghfirullah! Saya takut sekali melihat kondisinya. Saya dan suami cuma bisa istighfar sambil memegangi tubuhnya yang kejang. Syukurlah, kejangnya berhenti. Suami langsung mengompres seluruh tubuh Dede Salim dengan air hangat. Saking paniknya, dia sampai memecahkan piring sewaktu mencari mangkuk untuk menaruh air kompresan. Sedangkan saya sibuk berdoa, menggendong, dan menenangkan Salim. Saya ingat betul permohonan waktu itu, "Jangan ambil anakku. Jangan pernah tinggalin Mama ya, Dek. Aku tidak mau kehilangan seorang pun anakku....." 

Masalah kejang ini bukan masalah kecil, karena bisa pengaruh ke otak bayi bahkan menyebabkan kematian. Anak seorang teman saya pun akhirnya gak kuat, meninggal karena kejang-kejang. Setelah dikompres air hangat di seluruh tubuhnya, saya juga memberian parasetamol. Alhamdulillah, kejangnya tidak berulang dan rewelnya berhenti. Dia sudah bisa tidur nyenyak. Paginya, kami langsung bawa ke dokter dan dapat satu paket obat-obatan lengkap, termasuk obat antikejang. Sekarang kondisinya sudah membaik walaupun hidungnya masih meler. Waktu dibawa ke dokter itu tanggal 31 Desember, hanya ada satu dokter karena yang lainnya liburan tahun baru, hiks... Antrian tetap panjang dan sepanjang mengantri itu si Dede nangis terus. Pengalaman yang luar biasa buat saya. 

Berikut ini tips menghindari kejang pada bayi:
  1. Ketika suhu tubuh anak sudah naik, ukur selalu suhunya dengan termometer. Jangan sampai melewati 37,5 derajad celsius. Saya agak terpengaruh dengan informasi kesehatan yang saya baca kalau bayi baru boleh dikasih obat panas jika suhunya sudah 40 derajad celsius. Ternyata gak semua bayi itu kuat menahan panas tinggi. Dokter bilangnya sih parasetamol harus sudah diberikan saat suhu mencapai 37,5 derajad celsius.
  2. Kompres tubuh anak dengan air hangat, bukan air dingin. Buka semua bajunya. Kalau perlu, mandikan dengan air hangat. Menurut orang dulu, anak panas jangan dimandikan. Eh ternyata salah, justru harus dimandikan untuk menurunkan suhu tubuhnya. 
  3. Berikan parasetamol sesuai dosis yang ditentukan setiap enam jam sekali. 
  4. Kalau orang dewasa sedang sakit, gunakan masker untuk menghindari penularan ke anak.
  5. Sedia obat antikejang, apalagi untuk anak yang sudah pengalaman kejang. Khawatir kambuh lagi kejangnya. 
  6. Kalau sedang kejang, jangan diberikan apa-apa melalui mulut karena bisa masuk ke dalam paru-paru. Langsung berikan obat kejang dari anus (resep dokter juga). 
Semoga kejangnya gak pernah muncul lagi ya, Dek, dan Mama bisa cepat tanggap kalau ada sesuatu yang menimpamu. 

20 comments:

  1. Iya mbk ela. Saya juga gak verpatokan sama buku yg bilang harus 40 deg cel. Masalahnya daya tahan anak bereaksi terhadap demam tuh beda2. Sempet bingung pas keenan sakut sulit diminumkan obat demam. Udah terminumkan, eh.. Malah muntah. Akhirnya aku ulangi minumkan sekaki kg. Eh.. Muntah lagi. Berapa kali aky ganti baju keen dan diriku senduri. Itu sambil saya kompres air biasa yg kebetulan pas cuaca gak terlalu dingin n cenderung panas. Akhirnya mengandalkan doa dan ikhtiar kompres dan asi. Alhamdulillah demam turun. Mungkin juga sebagian paracetamol yg diminumkn tak semua termuntahkan. Penting punya termometer dan obat demam. Hehe... Malah ikutan curhat. Tipsnya bagus mbk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mba, itu obat demam dan termometer harus sedia terus ya, khawatir tiba2 anak panas. Mengerikan sekali. Semoga Keenan sehat selalu ya..

      Delete
  2. Bagus tipsnya mb ela. Thanks sudah berbagi mbak. Tambah ilmu nih

    ReplyDelete
  3. Ya Allah, siapa tuh yang bilang harus mencapai 40 derajat dulu baru dikasih obat?? Ngeri dengernya. Dari jurnal IDAI yang saya baca, patokan tertinggi adalah adalah 38 derajat C.

    Tips dari mbak leyla ini sangat bermanfaat. Pencerahan untuk ibu-ibu yang masih mikir 2 kali untuk memberi obat penurun panas untuk buah hatinya dengan alasan takut merusak liver dll. Pada anak-bayi, jangan coba2 deh, karena jaringan otak anak sangat sensitif thd kenaikan suhu tubuh.

    Semoga sehat terus ya dek Salim... #kiss#hug

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, saya baca di internet. Betul banget, pengalaman di atas jadi makin sadar deh penting sedia obat demam. Makasih udah mampir, Mom :-)

      Delete
  4. Alhamdulillah dek Salim udah baikkan, tipsnya bermanfaat banget Mbak :)

    ReplyDelete
  5. Mksh mbk ilmunya....lmyn bt bekal ^^ smg dek salim sehat sllu amin

    ReplyDelete
  6. Makasih sharingnya, Mak.

    Arfan pernah demam sampai 40 derajat dan dikasih obat dari anus juga. Waktu itu dokternya antri tapi karena sudah 40 derajat, jadina atas saran dokter, susternya langsung menangani. Alhamdulillah pas cek lab, ternyata radang tenggorokan. pernah juga demam 38 derajat, ternyata malah demam berdarah. Jadi, memang harus waspada ketika anak demam. *ealah malah curcol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, padahal sih cuma radang tenggorokan tp panas tingginya itu bikin khawatir ya, Mak.

      Delete
  7. makasih udah berbagi mba, bermanfaat banget. semoga dek salim sehat-sehat ya....

    ReplyDelete
  8. Jangan tunggu panas dulu, anakku kalau di atas 37,5 langsung kuberi parset. Dan biasanya panasnya nggak lama, kadang cukup 1x pemberian obat. Lebih baik waktu anak panasnya belum tinggi, diatasi secepat mungkin. Pernah adikku menahan memberi parset, sorenya panas anaknya tinggi. Akhirnya minum obat beberapa hari. Zaman sekarang kita pasti butuh dokter ya mbak. Aku ga tega lihat anak nahan sakit karena takut memberi obat. Obat buat anak kan sesuai dosis, insya Allah aman kok. Anakku pengalaman ke dokter terus. sempat dirawat juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Uni, pelajaran yg berarti banget. Aku ke dokter kalo udah dua hari, gitu. COba dirawat di rumah dulu.

      Delete
  9. wah, infonya bermanfaat banget. Makasih ya :)

    ReplyDelete
  10. ambang batas panas tiap anak memang beda ya? ada yang sapai 40 derajad ga kejang ada yang panas 38 derajad dah kejang.
    Jadi betul banget tipsnya mba.., kudu sedia termometer dan obat turun panas

    ReplyDelete
  11. asal mandinya dg suam2 kuku air hangat yah mba krn perpindahan suhu panas-dingin, jantung anak ga kuat.alhamdullilah dedek salim sehat ^_^

    ReplyDelete
  12. Semoga Dedek Salim segera sembuh ya, alhamdulillah info berguna.

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^