Tuesday, 31 December 2013

Kado Akhir Tahun: Nyempil di Tabloid Nakita 30 Des-5 Jan 2014

Nyempil di Tabloid Nakita
Alhamdulillah, kado akhir tahun itu muncul juga. Lumayan menjadi pelipur lara karena sekeluarga sakit, apalagi si bungsu sempat mengkhawatirkan, demam dan kejang. Catatannya nanti menyusul ya, sekalian kasih tips mengatasi kejang demam pada anak. Senin, Mba Arin Murtiyarini memberitahukan bahwa fotoku nyempil di Tabloid Nakita terbaru. Suamiku langsung membelikan, dan memang nyempil. Fotonya kecil, tapi lumayanlah hahaha.....

Sidiq #5 Tahun: Semoga Menjadi Anak Soleh!

Ulang Tahun di rumah Nenek
Lima tahun lalu, Mama melahirkanmu dengan proses yang gampang-gampang susah. Susah karena mulas sudah terjadi berhari-hari tapi rasanya gak sakit kok. Gampang karena di hari H, 31 Desember 2008 pukul 6 pagi, Mama merasakan kamu mendorong dengan sangat kuat sampai Mama mondar-mandir ke sana-kemari. Hanya sempat makan satu buah pisang goreng, dan sekarang menjadi makanan kesukaanmu. Mama harus nunggu Tante Tria ke kamar mandi dulu sebelum mengantarkan ke Bidan. Untung rumah bidannya dekat. Sampai di Bidan jam 7 pagi, dan kamu lahir jam 1/2 8 pagi. Luar biasa cepatnya, padahal kamu sungsang, alias bokong dulu yang keluar.

Saturday, 28 December 2013

My Itchy Feet: Keliling Depok

Salim, di lorong SD Yaspen-Tugu Ibu
Hahahahahaha... ketawa panjang dulu deh baca judul di atas. Jalan-jalan kok keliling Depok, mbok ya ke Perancis, Spanyol, Kamboja, dan tempat-tempat lain di dunia yang lebih eksotis. Kalau jalan-jalan ke Garut, udah sering ditulis di blog ini maupun blog yang lain. Kita ambil positifnya saja. Bagi orang luar negeri atau luar Depok, tulisan ini pasti berarti. Siapa tau jadi mau jalan-jalan ke Depok, hehehehe..... 

Friday, 27 December 2013

Antara Raport dan Pendaftaran SDIT

Raport Ismail
Ada hal penting yang terlewatkan oleh saya setelah pengambilan raport anak-anak: mendaftarkan Ismail ke SD! Kemarin, 25 Desember, saya dan suami pun mendatangi SDIT Al Hikmah, sekolah favorit di Citayam yang sudah kami targetkan setahun lalu. Suami sangat berharap Ismail dapat masuk ke Al Hikmah, bahkan sudah mewanti-wanti ke Kepala Sekolah TK untuk memberitahu bila SD itu membuka pendaftaran. Begitu sampai di sana dan bertanya ke guru penjaga, ternyata pendaftarannya sudah ditutup! Wajah suami langsung pias. Harapannya musnah seketika. Kursi yang tersedia hanya 160, dan kami sudah menduduki antrian waiting list keenam! Hanya keajaiban yang bisa membuat Ismail bersekolah di SD itu. 

Kebahagiaan di Nakita Wonderful Day

Foto dulu di banner Nakita

Minggu, 22 Desember, adalah hari ibu yang paling membahagiakan sepanjang mengemban gelar ibu. Yap, pada hari itu pertama kalinya saya mendapatkan kado dari seseorang, yaitu panitia lomba blog, hehehehe….. Maklumlah, suami saya bukan tipe orang yang suka merayakan hari-hari demikian. Hari ulang tahun pernikahan saja dia lupa tanggalnya.

Thursday, 19 December 2013

Mendidik Anak Laki-Laki Agar Cekatan Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Sidiq mau bantu nyuci baju
"Bu, anaknya kan laki-laki semua. Berarti harus hamil lagi supaya punya anak perempuan."

Ibu itu entah ibu yang keberapa yang menyuruh saya supaya hamil lagi dan punya anak perempuan. Hemm... saya hanya tersenyum tanpa mengaminkan, karena saat ini saya memang tidak terpikir untuk memiliki anak lagi. Rencananya cukup tiga saja. Kalau beberapa tahun lagi saya berubah pikiran dan ingin punya anak lagi, ya boleh deh. 

Ketika belum punya anak, suami berkeinginan memiliki sepuluh anak laki-laki! Yak, benar, sepuluh anak laki-laki. Suami tidak mau memiliki anak perempuan karena biayanya pasti mahal. Anak perempuan itu kan suka dandan. Nanti orang tuanya harus membelikan baju, perhiasan, kosmetik, aksesoris lain, hehehe.....

Wednesday, 18 December 2013

Bahagia Menjadi Ibu

Anak-anak, anugerah yang luar biasa besarnya

“Sebenarnya aku capek ngurus anak. Stress fisik dan mental. Apa boleh buat, karena ini pilihanku sendiri ya harus tetap dijalani.”

Kalimat di atas adalah status BBM seorang teman yang sepertinya sedang lelah menjalani profesinya sebagai ibu. Saya memakluminya, karena pernah berada pada titik itu. Memiliki anak-anak adalah anugerah, tetapi mereka juga perlu dihadapi dengan bekal yang cukup. Dari sejak hamil, melahirkan, bahkan sampai dewasa, anak-anak memberikan “pekerjaan” besar kepada para orang tua. Tidak ada seorang pun yang serta merta menjadi orang tua sempurna. Semua melalui proses belajar, dan gurunya adalah anak-anak.

Tuesday, 17 December 2013

Mengasuh Tiga Balita dengan Usia Berdekatan

saya dan tiga cowok ganteng

"Sebaiknya di dalam satu rumah hanya ada satu balita...."

Konon katanya itu kalimat dari kampanye KB (Keluarga Berencana). Tak bisa saya sangkal memang kalau ada tiga balita di dalam satu rumah seperti yang saya alami ini, rumah dijamin tidak lepas dari berantakan, tangisan, dan  teriakan. Ibu yang jaga rumah harus siap mental deh. Beberapa waktu lalu, saya juga pernah mendapatkan pertanyaan dari seorang bapak yang akan mendapatkan anak kedua, saat anak pertama masih bayi. Bagaimana cara mengasuh dua anak balita dengan usia berdekatan? Saya juga bukan ibu yang sempurna. Suami saya pun masih banyak kekurangannya. Tapi, kami berusaha sebaik mungkin mensyukuri kehadiran tiga anak dengan usia berdekatan, yang saya yakin ini adalah anugerah dari Allah Swt. 

Ciuman Manis dari Pangeranku

Aku mulai mengajarinya kasih sayang semenjak bayi. Kuciumi dan kupeluk ia setiap saat. Kini, ia begitu pandai menghujaniku dengan ciuman. 

Sepeda Baru Salim

Sudah sejak kurang lebih dua bulan lalu sebenarnya Salim punya sepeda. Dibeli dari uang angpau lebaran, daripada nanti dipakai mamanya untuk belanja sayur, lebih baik cepat-cepat dibelikan sepeda hehe.... Salim bisa dibilang beruntung nih karena dua kakaknya dulu gak dibeliin sepeda. Maklum, keuangan orang tuanya masih serba pas untuk kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, kemarin dapat angpau lebaran cukup banyak dari saudara dan tante-tante. Makasih ya, tante-tante.... Sebenarnya pingin beliin sepeda juga untuk dua anak yang besar, tapi apa daya keuangan masih belum mencukupi. Alhasil, mereka harus nabung dulu deh biar bisa beli sepeda. 

Belajar Berhitung Melalui Aktivitas Berbelanja


“Kakak udah bisa ngitung sampai berapa?” tanya Om Farhan, Om-nya Ismail, adik suami saya. Waktu itu kami sedang berlibur ke rumah Nenek di Garut dan kebetulan ada Om Farhan. Ismail menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan cepat.
“100 tambah 100?”
“200”
“200 tambah 600?”
“800”
“2000 tambah 2000?”
“4000.”
“Wah! Kakak udah bisa sampai ribuan, ya?! Hebat!” Om Farhan geleng-geleng kepala setelah semua pertanyaannya dapat dijawab oleh Ismail. Saya sendiri ikut takjub melihat perkembangan Ismail,  karena di sekolahnya belum sampai menghitung ribuan. Kecuali Ismail mempelajarinya dari tempat lain. Praktek, pastinya.

Monday, 16 December 2013

Manasik Haji si Kakak

Latihan dulu pakai baju ihram

Setelah ibadah kurban, bulan berikutnya (November), Ismail mengikuti persiapan manasik haji di sekolahnya.  Rencananya tanggal 4 Desember, manasik haji dilaksanakan di Pondok Gede, Jakarta. Duh, mamahnya ini yang ribet kalau ikut manasik bawa tiga anak kecil-kecil. Mana jauh. Alhamdulillah setelah negosiasi alot, memakan waktu berhari-hari, si Ayah mau juga cuti untuk mengantarkan Ismail ke Pondok Gede, yeay!

Berkurban, Yuuk...!

Sapi kurban Ismail dan 6 orang lainnya :-)

Bulan Oktober lalu, umat muslim merayakan hari raya Idul Adha atau Qurban. Alhamdulillah, keluarga kami bisa  ikut berkurban untuk yang kedua kalinya di lingkungan komplek perumahan. Insya Allah, kami berniat untuk rutin berkurban walaupun tidak setahun sekali. Bisa jadi dua tahun sekali atau tiga tahun sekali. Sebenarnya tahun ini pun kami tidak merencanakan berkurban, karena si bungsu baru keluar dari rumah sakit. Tak disangka, Allah menggerakkan kami untuk tetap berkurban di tengah banyaknya kebutuhan. Seorang panitia kurban menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka membutuhkan satu orang lagi yang mau berkurban karena biaya untuk membeli satu ekor sapi masih kurang.

Saturday, 14 December 2013

Empat Puluh Inspirasi Romantis Ala Rasulullah SAW



Judul: Malam, Janganlah Cepat Berlalu
Penulis: Hatta Syamsuddin, Lc
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Agustus 2013
ISBN: 978-602-1614-04-4
Harga: Rp 45 Ribu
Ukuran: 19 cm

Halaman: 344 halaman



Di sebuah mall di kawasan Depok, terlihat sepasang muda-mudi yang  belum menikah, bergandengan tangan dan sesekali berpelukan, tak peduli oleh tatapan mata penuh tanya dari orang-orang di sekitarnya. Di belakang mereka, sepasang suami istri justru hanya berjalan bersisian tanpa ada kontak fisik yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah. Mengapa pasangan yang statusnya masih pacaran itu bisa lebih romantis daripada pasangan yang sudah menikah?

My Telkomsel, Aplikasi Cerdas Untuk Semua Kebutuhan



“Yah, isiin pulsa dong….”
“Nanti ya, lagi meeting.”

Saya hanya cemberut menanggapi balasan sms dari suami. Beginilah kalau isi pulsa bergantung sama suami. Begitu pulsa habis, saya harus menunggunya punya waktu luang dulu untuk membelikan pulsa. Saya tinggal di perumahan yang letaknya cukup jauh dari kota. Sehari-hari bekerja sebagai penjaga rumah, alias mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anak.  Kalau mau beli pulsa, harus naik ojek, kan lumayan ongkosnya bisa buat nambahin pulsa juga. Jadi setiap pulsa habis, saya harus minta tolong ke suami untuk mengisikan pulsa. Nah, minggu lalu, suami saya gak bisa cepat-cepat mengisikan pulsa karena sedang ada rapat di kantornya.

11.12.13

Ulang tahun bertiga saja :D
Mungkin ini sedikit terlambat, karena Mama baru sempat menuliskannya sekarang. Tanggal 11.12.13 tanggal yang cantik, bukan? Ya, semua orang sepakat. Bahkan, banyak ibu-ibu hamil yang ingin melahirkan di tanggal itu sampai memilih operasi caesar. Enam tahun lalu, tanggal itu tidak cantik. Tanggal 11.12.07 kamu dilahirkan tepat jam 11 malam. Mama senang sekali menyambutmu walau belum bisa menciummu. Alhamdulillah, Allah memberikan kesehatan dan keselamatan kepadamu. Mama juga bisa mengasuhmu sampai sekarang.

Friday, 13 December 2013

Daun Binahong Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka

`
Daun Binahong
Sumber Foto: Wikipedia
Minggu lalu, pas hari Jumat, adalah momen mendebarkan buat saya. Hari itu adalah hari terakhir tes PAUD si tengah, Sidiq. Jadi, sudah lima hari saya menemani Sidiq di sekolah. Biasanya kan Sidiq hanya masuk tiga hari dalam seminggu. Tesnya sih sederhana saja, jadi saya juga tidak mempersiapkan secara khusus. Namanya juga masih PAUD. 

Wednesday, 11 December 2013

Kopdar Super Seru di Ragunan


“Kopdar lagi yuuuk….”
“Ke mana?”
“Ya, ke Ragunan aja lagi!”
“Ragunan lagi?!”

Hohoho… kopdar alias kopi darat mendadak menjadi semacam agenda rutin di dalam hidup saya, minimal setahun sekali deh, sejak bergaul dengan teman-teman di dunia digital. Aktivitas sosial media tak bisa dilepaskan dari kehidupan saya sekarang, gara-gara suami membelikan seperangkat modem, hape, plus menyuplai pulsanya setiap bulan. Lumayan mengobati kesepian selama menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari hanya di rumah bersama anak-anak. Paling jauh juga ke sekolah anak-anak yang hanya berjarak tiga gang dari rumah saya.

Monday, 9 December 2013

Dokter-Dokter Twitter yang Berdedikasi



“Anakmu diimunisasi, gak?”

Pertanyaan dari seorang sahabat saya itu langsung membuat saya terheran-heran. Sekalipun terpisah jarak, kami masih berhubungan melalui telepon, apalagi memakai operator seluler yang sama sehingga tarif teleponnya sangat murah. Kebetulan kami sama-sama baru melahirkan. Bedanya, saya melahirkan anak kedua, dia melahirkan anak pertama. Itu karena saya menikah setahun lebih dulu dari dia.

Sunday, 8 December 2013

Pelayanan Kesehatan yang Cepat, Tepat, dan Optimal

Saya dan anak saya saat dirawat di rumah sakit

Pengalaman terburuk dalam berhubungan dengan pelayanan kesehatan, dalam hal ini rumah sakit, adalah beberapa bulan lalu ketika saya membawa si bungsu ke dokter anak di sebuah rumah sakit ibu dan anak di kawasan Depok. Saat itu kami seharusnya dalam perjalanan ke Garut untuk menghadiri acara lamaran adik suami, tetapi tiba-tiba si sulung dan si bungsu muntah-muntah sampai beberapa kali. Agaknya mereka masuk angin karena belum sarapan. Kami pun segera berbalik arah, pertama-tama ke rumah bulek saya dulu di Depok (lokasi yang paling dekat dengan posisi kami saat itu), berganti pakaian yang terkena muntahan, lalu ke rumah sakit tersebut. Tetap saja si bungsu muntah lagi karena kondisinya memang parah. Dalam kondisi tubuh basah kuyup oleh muntahan bayi berusia satu tahun itu, saya harus mengantri administrasi dan pelayanan rumah sakit selama berjam-jam!

Tuesday, 3 December 2013

Tips Memilih Buah dan Sayur

Kangkung

“Kangkungnya bolong-bolong gitu sih, Ru?” tanya seorang ibu yang sedang berbelanja sayur bersama saya dan ibu-ibu lain di tukang sayur langganan. Tukang sayur itu namanya Heru.

“Justru yang bolong-bolong gitu yag bagus, tandanya gak pake pestisida!” sahut ibu lainnya.

“Ooh, gitu yaah… Wah, boleh-boleh….” Ibu-ibu pun berebutan mengambil kangkung yang daunnya bolong-bolong itu, sementara saya masih pikir-pikir.