Friday, 22 November 2013

Ulang Tahun di Mata Anak-Anak


Saya baru saja berulang tahun yang ketiga puluh dua, tanggal 1 November lalu. Tak ada perayaan yang spesial. Pagi hari, suami saya menyuruh anak-anak untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Dia sendiri tidak mengucapkannya, hehehe….. Lalu, sepanjang hari wall facebook saya penuh dengan ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman yang peduli. Bagi saya itu sesuatu yang spesial, karena saya sendiri jarang mengucapkan selamat ulang tahun.


Sejak kecil, saya tidak dibiasakan merayakan ulang tahun. Orang tua saya berpendapat bahwa perayaan ulang tahun itu tidak ada di dalam ajaran agama Islam. Tapi waktu saya kelas 6 SD, tiba-tiba saja saya dibuatkan syukuran ulang tahun sederhana. Kata ibu saya, kasian melihat saya hanya menghadiri syukuran ulang tahun teman-teman. Sesekali tak apalah dibuatkan syukuran ulang tahun. Itu pertama kalinya dan satu-satunya momen istimewa ketika hari lahir saya disyukuri oleh teman-teman di sekitar rumah. Saya senang sekali, tapi tak bisa berharap tahun depan pesta itu akan terulang. Orang tua sudah mengingatkan bahwa hanya sekali itu saja mereka membuatkan pesta ulang tahun. Alasannya sih karena tidak punya uang.

Kini, saya sudah memiliki tiga orang anak dan sering menghadiri pesta ulang tahun teman-temannya. Neneknya juga sering meminta agar diadakan acara ulang tahun setiap tanggal lahir anak-anak tiba. Ketika si sulung berusia setahun, saya memenuhi permintaan ibu mertua. Begitu juga ketika anak yang nomor dua berumur setahun. Selanjutnya, saya dan suami sepakat untuk tidak memestakan hari lahir anak-anak karena kami tak mau itu menjadi kebiasaan.  

“Mah, ingat ya, besok pas ulang tahun Dede, harus beli kue Angry Bird dan sepeda….” Sidiq sudah memesan jauh-jauh hari. Bulan depan (31 Desember) adalah hari ultahnya, tapi lihat apa yang sudah dia lakukan terhadap celengannyaaah???

Jadi, kemarin itu, dia memaksa untuk membongkar celengannya. Celengan berbentuk singa yang sudah diisi dengan kembalian belanjaan emaknya, dibongkar dengan paksa setelah sebelumnya merengek-rengek dan menangis selama sejam. Saya sempat mengalihkan perhatiannya dengan menelepon ayahnya.

“Nih, Dede ngomong dulu sama Ayah, boleh gak celengannya dibuka?” saya menyerahkan ponsel, tapi Sidiq menolak. Dia sudah tahu ayahnya pasti melarang. Dia terus menangis dan memaksa. Memang, kejadian itu  bukan tidak ada apinya. Sebulan sebelumnya, Sidiq melihat brosur penawaran kue ulang tahun dari sebuah toko kue, dan ada kue yang menarik perhatiannya. Apa lagi kalau bukan kue Angry Bird!

Berjuang mengorek celengan
Kue ulang tahun sekarang didesain cantik-cantik, tidak seperti dulu yang hanya berhiaskan mawar dari krim. Semua karakter animasi yang sedang tren, bisa ditempelkan sebagai hiasan kue. Sudah dua kali Sidiq menghadiri pesta ultah teman di sekolahnya, itu belum dengan pesta-pesta lain di sekitar rumah. Tahu tidak apa yang diucapkan Sidiq?

“Mah, kok Dede terus yang ngasih kado? Kapan Dede dikasih kado?”

Pertanyaan itu sangat menyentil saya. Barangkali anak-anak lain juga berpikir begitu setiap ada temannya yang berulang tahun. Kita saja senang mendapatkan kado, apalagi anak-anak. Siapa Ibu yang tidak tersentuh mendengar pertanyaan itu? Kalau saya sih tersentuh. Dan keinginan Sidiq semakin menjadi setelah melihat gambar kue ulang tahun berbentuk Angry Bird itu.

Harta karunnya nih!

“Tapi, ulang tahun Dede itu masih bulan depan….” Kata saya.
“Kenapa lama banget sih Ma? Besok aja ulang tahunnya….”

Jiyaah hahaha….. ya sudahlah. Saya menyerah. Saya bantu dia membongkar celengan yang lebih banyak uang koin lima ratusannya. Sidiq memasukkan koin-koinnya ke kardus bekas sepatu, dan dibawanya ke mana-mana. Sampai saya khawatir uangnya hilang. Ya iyalah, kan lumayan juga ituh.

Di zaman ketika hampir semua anak merayakan ulang tahun, memang susah untuk meyakinkan anak kita bahwa ulang tahun itu tidak perlu. Tapi, menurut saya sih yang penting meluruskan niat saja. Kakak Sidiq sekolah di sekolah Islam yang peraturannya cukup ketat. Eh, ternyata masih membolehkan pesta ulang tahun asal tidak ada tiup lilin.

Sekarang tinggal menghitung waktu saja sampai hari ulang tahun Sidiq, karena setiap mau beli kue, dia pasti berubah pikiran. Mau beli mobil-mobilan saja, mau beli pesawat saja, dan lain sebagainya. Lupa sama kue ulang tahunnya. Alhasil, uang tabungannya masih teronggok di atas lemari di dalam kardus bekas sepatu. Alhamdulillah, amaaan….  

Ya, begitulah, ulang tahun bagi anak-anak terasa membahagiakan. Sama seperti ketika saya merayakan ulang tahun pertama dulu, anak-anak pun senang merayakan ulang tahunnya. Tetapi, di usia yang sekarang, momen ulang tahun selalu membuat hati berdebar-debar. Betapa masa hidup saya berkurang lagi, sementara masih belum banyak kebaikan yang saya lakukan. Maka, kemarin, yang saya gumamkan adalah, semoga saya meninggal ketika sedang melakukan kebaikan.

Untuk Empiee yang akan merayakan ulang tahunnya pada tanggal 28 November, seorang gadis manis yang belum terlalu saya kenal (untuk itulah saya ikut giveaway ini, supaya bisa saling kenal :D), semoga usianya berkah selalu ya, selalu memberikan kebaikan. Tulisan-tulisan di blognya bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Blognya cantik dan girlie, sesuai dengan usia si empunya. Tulisan-tulisan yang tersaji di dalamnya juga renyah dan ringan khas remaja.

Waduuuh… kayaknya tulisan saya terlalu emak-emak dan serius banget nih XD. Yah, nulis apa adanya sajahlah. Namanya juga sudah emak-emak. Peace…..

9 comments:

  1. Wah, ternyata utk giveaway ^_^

    Sama, Mak, aku pun gak membiasakan perayaan ulang tahun sm anak2. Meskipun adalah mereka minta dirayain. biasanya cukup doa bersama pagi2. Udah gitu aja :D

    soal kado, kami (aku dan suami) ngasih pengertian, kl kado itu gak cuma hari ultah aja. bisa kapan pun mereka dpt. ga selalu barang/kue. didoain jg kado.

    Jadi panjang jeh. udah bisa 1 postingan GA nih hihihi. sukses ga nya ya, mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaa.. emang gak boleh ya ikut GA :D
      Ayo ikutan juga GA-nya, Mak Sari.
      Makasih ya sudah komen :D

      Delete
  2. Kalo saya biasanya udah dari jauh hari mesen cake dari pelangicake.com mba, design cake nya cakep, harganya oke.

    Kapan lagi sih bisa nyenengin si kecil kalo ga dihari ulang tahunnya.

    ReplyDelete
  3. Waktu kecil pernah juga anak2 minta dirayakan di sekolah. Tapi setelah besar santai saja, paling makan bareng sahabat2 dekatnya untuk tanda terima kasih karena biasanya pada ngasih kado.

    ReplyDelete
  4. November milik kita ya mak ^^
    Makasih udah ikut gabung Giveaway http://www.empieee.net/
    titip kecup buat dd Sidiq nya :*
    Dunia anak2 itu emang selalu menarik buat diceritakan.. :)

    Sukses terus ya mak :) Good Luck pokoknya ^^

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^