Thursday, 31 October 2013

Semakin Kreatif dengan Rinso Cair


Anak yang satu itu cukup menarik perhatian. Ketika anak-anak lain sudah bisa menggambar , mewarnai, menulis angka dan huruf, dia bahkan tak bisa memegang pensil. Selidik punya selidik, orang tuanya melarang dia mencoret-coret tembok, tetapi juga tak memberikan sarana lain untuk belajar. Kalau sudah begitu, saya bersyukur memberikan kebebasan berkreasi kepada kedua anak saya: Ismail (6 tahun) dan Sidiq (5 tahun).


Sidiq mau bantu Mama mencuci
Mulanya suami saya yang memberikan pulpen dan kertas kepada Ismail di usia dua tahun. Suami saya menggambar mobil, rumah, angka, huruf, dan segala macam benda. Ismail belajar memegang pulpen, semula coretannya serupa benang kusut. Saat usianya 2,5 tahun, Ismail sudah bisa menggambar mobil sederhana, angka, dan huruf. Saking kreatifnya, ketika kami lengah, dia tak cukup menggambar di kertas. Tahu-tahu sudah ada coretan di tembok rumah! Pelan-pelan kami beritahu agar dia mencoret-coret di kertas saja. Sudah banyak kertas bekas yang tak terpakai menjadi media coretan, tetapi Ismail masih mencoret-coret tembok. Alhasil, tembok rumah kami tak ada yang bebas dari coretan!

Yap, itulah proses kreatif si sulung. Adiknya, Sidiq, tak mau kalah. Bahkan lebih parah. Ketika ada tukang yang sedang merenovasi rumah kami, tahu-tahu Sidiq sudah berkubang cat. Haduuuh… jujur, saya sebagai ibu, sudah tentu panik. Iyalah, gimana coba ngebersihin segala macam noda yang menempel di baju anak-anak?!

Pertama, soal coretan. Sejak awal, suami saya memberikan PULPEN, SPIDOL, atau TINTA kepada anak-anak. Bukan pensil. Alasannya karena pensil kurang terang. Anak-anak juga tidak suka. Otomatis kan kalau nodanya menempel di baju, jadi sulit dibersihkan.

Kedua, noda-noda lain semacam lumpur, makanan, cat, muntah, pup, juga selalu mewarnai pakaian anak-anak. Namanya juga anak-anak, belum bisa menghindari noda. Belum mengerti bahwa ibunya mati-matian membersihkan noda-noda itu.

Ketiga, rasanya jadi sayang mau beli baju anak yang bagus-bagus karena kalau sudah kena noda, susah dibersihinnya. Kalau disikat, bajunya jadi rusak deh. Sudah sering terjadi, baju anak yang baru sekali pakai, langsung rusak gara-gara terkena noda dan sulit dibersihkan sehingga ketika dibersihkan jadi merusak kainnya.

Dulu itu saya pakai deterjen bubuk. Eh, ternyata, deterjen bubuk yang pernah saya pakai itu menyebabkan:

  • Hasil cucian tidak bersih: murah tapi harus pakai dalam ukuran yang banyak kalau mau bersih, itupun juga tidak terlalu bersih. Apalagi noda-noda yang ada di baju anak-anak.
  • Baju gatal saat dipakai: mungkin residu dari deterjennya ya, entah kenapa baju jadi gatal di kulit. Anak saya, Sidiq, kulitnya termasuk sensitif. Pernah dia menangis kencang dan sulit didiamkan, setelah saya cek ternyata kulitnya merah-merah. Saya bingung kenapa ya? Ternyata bedong yang dipakai untuk alas tidurnya itu yang bikin gatal-gatal.
  • Merusak serat kain: baju bayi biasanya dibuat dari kain yang sangat halus disesuaikan dengan kulit bayi yang halus. Sayangnya, baru juga dicuci sekali, kainnya sudah jadi kasar karena dicucinya dengan deterjen bubuk.
  • Repot Pakai Pewangi Tambahan: namanya baju anak-anak itu kan adakalanya bau ompol dan pup, terutama baju bayi, karena saya tidak selalu memakaikan diapers. Dulu sering tuh baju sudah dicuci, tapi bau ompolnya masih bertahan. Kalau pakai pewangi cair, saya ini yang suka tidak sabaran. Kan harus direndam dulu beberapa menit, nah saya maunya selesai dibilas, langsung saja dikeringkan dan dijemur. Kalau nunggu direndam pakai pewangi lagi, suka kelupaan, tahu-tahu sudah siang dan bajunya malah jadi bau karena direndam kelamaan.


Mencuci Praktis, Noda Hilang, Baju pun Awet

Saya, Rinso Cair, dan Setumpuk Pakaian
Alhamdulillah, saya ketemu Rinso Cair. Awalnya sih lihat iklannya di teve trus penasaran. Untung di warung dekat rumah, ada Rinso Cair sachet yang harganya seribuan. Terjangkau, kan? Eh, ternyata pas saya coba oleskan ke noda yang ada di baju anak-anak, dikucek sebentar, nodanya sudah hilang. Saya juga sudah tidak perlu pakai pewangi tambahan lagi, karena Rinso Cair sudah ada pewanginya. Wangiii bangeet.

Cara pemakaiannya (dari belakang kemasan Rinso Anti Noda Cair):
  1. Oleskan sedikit Rinso Anti Noda Cair  pada noda membandel pada pakaian, kucek seperlunya, diamkan beberapa menit.
  2. Larutkan satu tutup botol Rinso Anti Noda Cair ke dalam 10 liter air (untuk 15-20 pakaian). Kalau pakaiannya sangat kotor, takarannya bisa ditambah.
  3. Rendam pakaian selama 30 menit. Untuk noda membandel, bisa direndam lebih lama.
  4. Kucek seperlunya dan bilas sampai bersih.

Rinso Anti Noda Cair, andalan saya
Ada lima keuntungan kalau kita memakai Rinso Anti Noda Cair ini:
  1. Cairan masuk hingga ke dalam serat kain, jadi bersihnya sempurnaa…
  2. Pakaian bisa bersih lebih cepat, karena daya cucinya optimal.
  3. Pakaian juga wangi dan segar lebih lama.
  4. Warna pakaian tetap cemerlang.
  5. Sudah pasti lebih lembut juga di tangan.

Daripada membatasi daya kreativitas anak karena takut noda, mendingan pakai Rinso Anti Noda Cair saja. Mencuci praktis, noda hilang, baju pun awet. Alhamdulillah, anak-anak saya berani berkreasi apa saja, tidak takut dimarahi ibunya. Semakin kreatif dengan Rinso Cair, dong....

Ayo, Moms, mulai sekarang kita tinggalkan deterjen bubuk dan beralih ke Rinso Cair. Rinso Cair dua kali lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari. Ingin tahu lebih banyak tentang Rinso Cair, klik websitenya saja di sini: http://www.rinso.co.id/.

------------
Disclaimer: isi tulisan di luar tanggung jawab Laiqa Magazine

Punya pengalaman inspiratif juga saat memakai Rinso Cair? Ayo ikutan Laiqa & Rinso Writing Competition. Informasinya ada di sini: 


22 comments:

  1. cocok lo jadi bintang iklan rinso...cantik dan seruuu ceritanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin... semoga jadi bintang iklan Rinso. Makasih, Mba Dwi :D

      Delete
  2. mantafff neee ceritanya ... oh cara caranya gitu thoo ... coba ntar ah ...

    ReplyDelete
  3. Waahhh... aku selalu pake rinso cair loh selama ini.. emang sabun andalan..

    ReplyDelete
  4. waahhhh kereeennn, selalu bagus tulisan dik elaa deeehh... ada foto bareng produknya juga, good luck dik, semoga menang yaaa...

    ReplyDelete
  5. aku juga ikutan mbk, mampir ya :) semoga menang :)

    http://cerpeneddelweissnaqiyyah.blogspot.com/2013/10/rinso-cair-sahabat-setiaku.html

    ReplyDelete
  6. saya anak kosan, sejak ada Rinso cair susah pindah ke lain hati.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. anak kosan jg pake Rinso Cair yaa..

      Delete
  7. Mantaappppp tulisannya Mb, enak dibaca, pesannya tersampaikan, runtut, saya doakan lolos Mb..... *bagi2 hadiahnya ntr...hehehe*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... sip, ntar dibagi klo menang hehehe...

      Delete
  8. Rinso emang jawaban untuk kerempongan emak-emak seperti kita ini mbak. Aku juga pake ditergen cair

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh, Mak Arin... makasih ya sudah mampir :-)

      Delete
  9. Wah laundry abi perlu tuh sekali2 nyoba Rinso Cair. Makasih infonya mbak Leyla ^^
    Good job dan good luck ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiik.. laundry jg pake Rinso Cair ya, Gi :-)

      Delete
  10. rinso bisa mengatasi segalanya..termasuk bila sikecil yang kotor karena melampiaskan kretaifitasnya yg luarbiasa,
    selamat berlomba...semoga menjadi yang terbaik....
    btw-saya juga lagi bikin GA loh, dicari 32 orang blogger yang suka menulis untuk jadi pemenang....salam :-)

    ReplyDelete
  11. sukseeees lombanya mba....saya juga pakai produk sama niiih :D...btw, salam kenal maaak...

    ReplyDelete
  12. Menang lagikah mbak lomba yang ini...?
    Hehehe keseringan menang jadi aku selalu yakin kalau mbak pasti menang setiap ikut lomba menulis :D

    ReplyDelete
  13. sy suka pk rinso cair, gak byk busanya

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^