Saturday, 28 September 2013

Inspirasi dari Keluarga Kobo


Hampir saja saya kecewa ketika channel Space Toon tiba-tiba berubah menjadi Net., tv local yang hanya ada di Jakarta (dan sekitarnya), Medan, dan Surabaya (kalau tidak salah). Sebagian besar acaranya pun berubah, yang tadinya nyaris sepanjang hari berisi tayangan kartun untuk anak-anak, menjadi lebih variatif dan lebih banyak ditujukan untuk orang dewasa. Wah, jadi sama saja dong dengan acara-acara di teve lainnya? 


Saya cukup bergantung kepada Space Toon dalam menyajikan acara-acara kartun yang relative aman untuk anak-anak. Yah, walaupun tidak semuanya aman dan tetap harus didampingi saat menonton televisi. Salah satunya adalah, film kartun Kobo Chan. Tadinya, saya tidak begitu tertarik dengan film ini. Namanya juga sudah bukan anak-anak. Kalau ditanya acara kartun apa yang berkesan bagi saya saat kecil, saya akan jawab: Doraemon, Candy-Candy, dan Sailormoon. Tetapi, kalau ditanya apakah tayangan-tayangan itu inspiratif, saya meragukannya. Terutama film Candy-Candy dan Sailormoon, tergolong film dewasa karena ada beberapa adegan percintaan yang serius. 

Lain halnya dengan film Kobo Chan yang tayang di Space Toon pada siang hari ini. Syukurlah, film ini masih dipertahankan setelah Space Toon berubah menjadi Net., hanya jumlah jam tayangnya berkurang. Tak apalah daripada tidak ada sama sekali.

Film Kobo Chan bercerita tentang keseharian Kobo, keluarga, dan teman-temannya. Setelah beberapa kali menemani anak-anak menonton Kobo Chan, saya mendapatkan banyak inspirasi berharga. Ternyata, meskipun film anak-anak, pesan yang diselipkan cukup bermanfaat. Dua di antaranya pernah saya ceritakan juga di blog ini. 

Keluarga KOBO. Gambar dari sini
Cerita lain yang juga berkesan adalah ketika ibu Kobo diundang ke acara reuni teman-teman sekolahnya. Ibu Kobo sudah berusaha tampil cantik dengan dandanan dan pakaian memikat. Sayangnya, begitu sampai di acara reuni, semua temannya jauh lebih cantik dan memikat. Mereka menceritakan tentang kehidupan masing-masing yang “luar biasa” karena menikah dengan suami supermapan, sehingga bisa memiliki harta berlimpah (dicontohnya dengan perhiasan banyak dan jalan-jalan ke luar negeri).

Ibu Kobo jadi merasa tak nyaman dengan acara reuni itu, karena dia merasa kalah jauh dari teman-temannya. Suaminya hanya karyawan biasa dan dia tak memiliki perhiasan mahal, apalagi jalan-jalan ke luar negeri. Wuiih… persis sekali dengan saya. Ibu Kobo jadi merasa tak bahagia dengan semua yang dia miliki. Dia merasa kekurangan.

Di tempat lain, Bapak Kobo pun tiba-tiba ditelepon oleh mantan teman sekolahnya dan diajak ketemuan di rumah salah satu temannya itu. Bapak Kobo pergi bersama Kobo. Rumah temannya sangat mewah, pantas saja karena temannya itu telah menjadi direktur. Temannya yang lain juga memiliki pekerjaan yang prestisius. Bapak Kobo ikut merenung seperti istrinya, karena pencapaiannya sampai saat itu masih kurang memuaskan.

Tak disangka, ketika pulang, Bapak dan Ibu Kobo bertemu di stasiun. Ibu Kobo sedang melamun, masih memikirkan soal kehidupan teman-temannya yang dianggapnya jauh lebih beruntung. Di jalan menuju pulang, mereka bertemu dengan Kakek, Nenek, dan Paman Kobo yang mengusulkan untuk makan bersama di sebuah restaurant. Ibu Kobo tersentuh oleh ucapan Kakek Kobo ketika mereka sedang makan bersama, “senang ya kita bisa kumpul-kumpul  begini. Tidak semua orang bisa begini…..”

Ibu Kobo pun menyadari bahwa dia telah memiliki harta yang paling berharga, yaitu kebersamaan dengan keluarga. Dia menatap suaminya dan mengatakan, “Aku tidak menyesal menikah denganmu, walaupun kau hanya karyawan biasa…..”

Sampai di situ, saya tersadarkan. Cerita Ibu Kobo ini sering terjadi pada kita. Kita lebih sering memandang ke atas. Kita lebih sering melihat sesuatu yang belum kita miliki daripada mensyukuri apa yang sudah kita peroleh. Seakan-akan kita menjadi orang yang paling menderita sedunia, karena tak memiliki harta berlimpah, tak pernah jalan-jalan ke luar negeri, tak bersuamikan seorang bos, dan tak-tak lainnya. Kita luput untuk mensyukuri hal-hal besar yang telah melekat pada diri kita: keluarga yang bahagia, suami atau istri yang baik, anak-anak yang sehat, mertua dan orang tua yang pengertian, pekerjaan yang cukup walau tidak berlebihan, rumah yang nyaman, tubuh yang sehat dan kuat, masih bisa bernapas, masih bisa mempergunakan semua anggota tubuh, bisa makan, minum, dan sebagainya. 

Sebuah pesan yang berbobot dari sebuah tayangan film kartun anak-anak. Itulah mengapa, kini saya menggemari film Kobo chan, apalagi bisa ditonton bersama anak-anak tanpa harus kecolongan. Film sederhana dengan pesan bermakna. Siapa tokoh inspiratif saya di dalam film ini? Semuanya! Kobo, Ibu Kobo, Bapak Kobo, Nenek Kobo, Kakek Kobo, dan Paman Kobo, semuanya memberikan inspirasi bermakna dalam setiap ceritanya. 

10 comments:

  1. kadang film kartun anak2 juga banyak pesannya kok ya mbk,tapi pilihan nggak semuanya..tahu kobo chan ya gara2 ponakan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh Mba Hanna... ortu tetap harus mendampingi yaa :-)

      Delete
  2. Wah ada CHAN nya ya.
    Saya jadi ingat buku cerita "toto Chan- Gadis kecil di jendela" :)))

    ReplyDelete
  3. bisa berkumpul bersma keluarga adalah sebuah kebahagian yang tak bisa di ukur.. Hal ini sangat terasa bagi para perantau seperti saya.. hehe.

    Makasih dah ikutan..
    Alhamdulilah sudah ada dua sponsor..

    ReplyDelete
  4. aku jg pernah ngrasa kek gt. Ngliat tmn2 yg lbh 'berhasil' drku, ada rasa 'kalah'. Pdhl waktu skolah, prestasiku diatas mrka.
    Tapi itu dulu. Skrg udah ga mrasa kek gt lg. Justru aku mrasa punya banyak hal yg harus disyukuri, yg tdk smua org bs memiliki. Walopun bukan dlm bentuk materi :)

    ReplyDelete
  5. Jadi ingat dulu sempat suka baca komik KoboChan jg.. Hikmah bisa didapat darimana saja,ya mbak :)

    ReplyDelete
  6. Kita bisa belajar dari mana saja. Bahkan dari film anak-anak ya, Mbak. Semoga anak-anak juga dapat inspirasi dari menonton Kobo Chan ini :)

    ReplyDelete
  7. betuuul. saya jg suka kobo chan. tapi saya lebih suka mariko chan. hihihi. itu jg serial kartun keluarga jepang yg lucuuu. ^_^

    ReplyDelete
  8. iyaaa ini film sederhana tetapi bagus untuk ditonton untuk segala usia.. :)
    aku juga suka, tapi jarang nonton :D

    ReplyDelete
  9. Kobo Chan.... saya suka film ini :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^