Thursday, 7 March 2013

Mama Tahu Kamu Bisa!


Kakak Ismail
“Sudah dua tahun kok belum bisa ngomong?” pertanyaan itu sering sekali dilontarkan orang-orang kepada Mama, setiap kali mereka gagal mengajakmu bicara, Nak. Iya, saat umurmu dua tahun, belum banyak kosa kata yang keluar dari mulutmu. Ayahmu bahkan mengira kamu terkena penyakit autis, karena kamu tidak merespons orang-orang yang sedang mengajakmu bicara. Mama sedih, kamu belum bisa mengucapkan kata “Mama” di saat adikmu yang baru berusia setahun, sudah bisa mengucapkannya. Ayah sempat ingin membawamu ke Terapis, untuk mencaritahu keterlambatan bicaramu. Namun, dengan perasaan seorang ibu, Mama merasa itu tidak perlu. Mama sudah pernah mendengar cerita tentang keponakan teman Mama yang terkena autis, dan kamu tidak mempunyai ciri-ciri terkena autis, selain tidak mau merespons omongan orang.


Letih menghadapi pertanyaan orang-orang mengapa kamu tidak banyak bicara. Kalaupun bicara, kata-kata yang keluar dari mulutmu belumlah sempurna. Sementara ada anak lain yang umurnya di  bawahmu, sudah bisa bernyanyi dengan lancar. Ah, mengapa harus membandingkanmu dengan anak lain? Mama yakin kamu bisa bicara banyak, suatu hari nanti. Daripada mendengarkan omongan orang yang tak enak didengar, Mama lebih suka memberikanmu permainan yang menarik hatimu. Iya, Mama gagal mengajakmu bernyanyi, bermain kata, bahkan mendongengkanmu. Kamu seakan tak tertarik dengan kata-kata. Matamu tak mau menatap Mama dan tak ada kata yang keluar dari mulutmu. Kamu seakan asyik dengan duniamu, menggerakkan mobil-mobilanmu ke sana-kemari.

Entah angin apa yang membuat Ayah memiliki ide untuk memberikanmu pulpen dan kertas. Kejutan! Kamu langsung menyukainya. Dua benda itu melekat erat di tanganmu, tak mau kaulepas. Ayah dan Mama mengajarimu menggambar dan menulis. Di usia 2,5 tahun, kamu sudah bisa menulis abjad dengan baik, dan menggambar berbagai macam benda. Cukup mengajarkanmu satu kali, kamu sudah langsung bisa. Tak cukup di kertas, coretan tanganmu pun mendarat di tembok rumah kita, di tembok rumah Nenek, dan di tembok rumah siapa saja! Ketika orang-orang melihat coretanmu yang bukan sekadar garis tak beraturan, mereka mengatakan “Ismail cerdas!”

Ah, bukankah setiap anak memiliki keahliannya masing-masing? Jadi, tidaklah benar jika kita membandingkan anak yang satu dengan yang lain. Sejak itu Mama tahu bahwa kamu memang tak banyak bicara, tetapi kamu suka menggambar. Kamu menggambar apa saja yang kamu lihat, tanpa diajari. Saat kamu melihat gambar pelangi di film kartun, kamu langsung menggambarnya di kertas. Tanganmu begitu cepat menggoreskan pena di kertas, di tembok, di pintu, dan di mana saja yang bisa kaujadikan tempat menggambar. Mama tak mau melarang, karena tak ingin mengekang kebebasan berekspresimu. Setidaknya untuk saat ini, sampai usiamu bertambah untuk memahami mengapa kamu tak boleh terus menerus menggambar di tembok dan di pintu rumah.

Namun, Mama juga ingin kamu bisa bergaul dengan orang-orang di sekitarmu. Mama yakin, kesulitanmu menanggapi omongan orang adalah karena kita tidak banyak bergaul. Iya, di tahun pertama kelahiranmu, Mama memang tidak sering keluar rumah. Mama tidak terbiasa bercengkerama di luar rumah bersama para tetangga. Sebuah kebiasaan yang buruk. Untuk menstimulasi perkembangan bicaramu, Mama mulai banyak bergaul.  Tentu saja dengan membawamu. Bertemu dengan para tetangga, bertukar cerita, dan kamu pun memperhatikan ucapan-ucapan Mama. Mama mengenalkanmu kepada para tetangga.
Mama dan Kakak

Mama juga mengajakmu bernyanyi dan membacakanmu cerita, meskipun kamu masih memalingkan muka dan tak mau mengikuti nyanyian Mama. Kamu bahkan pernah berkata, “Belhenti, suala Mama jelek!” dan Mama hanya tertawa, lalu kembali bernyanyi. Ketika adikmu sudah fasih berbicara, kamu mulai ikut-ikutan banyak bicara. Mama menyetelkanmu VCD anak-anak, menemanimu menonton film-film kartun yang baik untuk menstimulasi kecerdasanmu. Awalnya kamu terpaku melihat gambar-gambar di televisi itu berbicara, lalu kamu mengikuti ucapan mereka. Sesuatu yang lucu, karena sering kali kata-kata yang mereka ucapkan itu masih terlalu tinggi untukmu. Bagaimana takjubnya Mama ketika kamu berkata, “Mama, jangan menghalangiku!” Iya, film kartun itu menggunakan bahasa baku, karena dialihsuarakan dari bahasa aslinya. Bahkan, kamu bisa mengucapkan kata dalam Bahasa Inggris.

Ada banyak cara untuk menstimulasi kecerdasan anak, dan Mama berusaha melakukan semua cara. Rupanya kamu menyukai permainan yang mengajak otak untuk berpikir, seperti menyusun puzzle dan lego. Sudah banyak puzzle yang bisa kamu pecahkan, dari yang sederhana sampai rumit. Kamu juga bisa membentuk bermacam benda dari kepingan-kepingan lego; pesawat terbang, robot, dan kereta. Imajinasimu luas, bahkan kertas-kertas dan potongan-potongan mainan, kauibaratkan sebuah permainan yang mengasyikkan.

Untuk meningkatkan daya konsentrasi anak, Mama tak hanya memberikanmu stimulasi dari permainan, melainkan juga dari makanan dan minuman yang kau konsumsi. Mama memasakkanmu makanan bergizi, telur puyuh, ikan salmon, ikan tuna, yang mengandung Protein dan Omega 3, bermanfaat untuk asupan otak anak. Sayur mayur seperti bayam dan brokoli pun kamu suka. Untuk sayur yang tidak kamu sukai, misalnya wortel, Mama masukkan ke dalam adonan cake. Kamu tidak tahu bahwa cake yang kamu makan terbuat dari wortel.

Mama ingat, dulu sewaktu hamil, Bidan memberikan minyak ikan yang katanya bermanfaat untuk pertumbuhan otak janin. Setelah usiamu satu tahun, Mama juga memberikanmu suplemen minyak ikan dengan multivitamin. Suplemen yang berasal dari minyak hati ikan Cod di Perairan Atlantic yang bebas pencemaran ini, mengandung DHA tinggi dan Omega 3 yang bermanfaat untuk pertumbuhan otakmu. Selain itu, juga mengandung multivitamin agar kamu tidak gampang sakit. Sari jeruk aslinya tidak mengandung pengawet dan perasa buatan, sehingga Mama tidak perlu mengkhawatirkan tubuhmu terkontraminasi zat-zat kimia berbahaya.

Suatu hari, Mama terkejut mendapatimu bernyanyi untuk adik bayimu! Iya, saat itu Mama memintamu untuk menjaga adik bayi karena Mama mau ke kamar mandi sebentar. Lalu saat Mama kembali, kamu sedang bernyanyi untuk adikmu. Mama segera mengambil ponsel untuk merekam videomu. Nah, lihatlah video ini. Kamu bernyanyi untuk adikmu. Meskipun nyanyianmu baru berupa nada (belum lirik, karena kamu tidak suka  bernyanyi, jadi tidak hapal lirik), tapi sukses membuat adikmu tenang. Sekarang, kamu sudah hapal beberapa lirik lagu. Mama tahu bahwa kamu pasti bisa!

video

3 comments:

  1. setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing mbak, ada yang cepat ngomong tapi malah ga cepat bisa jalan, begitu pula sebaliknya, yang penting anak dapat tumbuh dan mendapat kasih sayang secukupnya.

    ReplyDelete
  2. :') maaf saya lagi sensi to the max, mbak. jadi mbrebes mili baca post-nya...

    walaupun saya belum punya anak, tp dr saya kecil saya sudah suka sama anak2. jd sy selalu tertarik sama sharing2 tentang tumbuh kembang anak. betul ya, mbak, setiap anak itu memang unik.

    makasih untuk sharing-nya, insyaAllah jadi pelajaran buat saya dalam mendidik anak2 saya kelak. :')

    ReplyDelete
  3. Persis, mbak... anakku perempuan 2 tahun baru bisa bilang 'Aba' aja... tapi keterlambatannya cuma itu, aspek tumbuh kembang lain nyaris sempurna. Ada yang bilang anakku gejala autis, tapi bagaimana mungkin, karena anak perempuanku ini sangat interaktif dengan siapapun!

    Aku juga mirip sama mbak, gak banyak ngomong tapi lebih suka menulis dan melakukan. aku ini penelepon singkat tapi pengirim sms yang panjang dan detail, hehe.. Jadi, sifatku itulah yang membuat anakku lamban bicara. Ditambah, aku pun dulu telat ngomong.. karena keterlambatan bicara bisa berasal dari faktor keturunan.

    Anak perempuanku pun lebih suka corat2 gambar, buka2 buku sambil disobek2 kadang, menysun balok atau buku2 hard cover dibikin jadi menara atau benteng2an hehe... Sekarang 2 tahun udah bisa makan sendiri, pake baju sendiri meski masih blm sempurna... pinter nari dan ramah kepada siapapun. Ya, anak dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing2,,,,,

    Salam hangat... ^^

    ReplyDelete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon maaf, komentar SPAM dan mengandung link hidup, akan segera dihapus ^_^