Tuesday, 31 December 2013

Kado Akhir Tahun: Nyempil di Tabloid Nakita 30 Des-5 Jan 2014

Nyempil di Tabloid Nakita
Alhamdulillah, kado akhir tahun itu muncul juga. Lumayan menjadi pelipur lara karena sekeluarga sakit, apalagi si bungsu sempat mengkhawatirkan, demam dan kejang. Catatannya nanti menyusul ya, sekalian kasih tips mengatasi kejang demam pada anak. Senin, Mba Arin Murtiyarini memberitahukan bahwa fotoku nyempil di Tabloid Nakita terbaru. Suamiku langsung membelikan, dan memang nyempil. Fotonya kecil, tapi lumayanlah hahaha.....

Sidiq #5 Tahun: Semoga Menjadi Anak Soleh!

Ulang Tahun di rumah Nenek
Lima tahun lalu, Mama melahirkanmu dengan proses yang gampang-gampang susah. Susah karena mulas sudah terjadi berhari-hari tapi rasanya gak sakit kok. Gampang karena di hari H, 31 Desember 2008 pukul 6 pagi, Mama merasakan kamu mendorong dengan sangat kuat sampai Mama mondar-mandir ke sana-kemari. Hanya sempat makan satu buah pisang goreng, dan sekarang menjadi makanan kesukaanmu. Mama harus nunggu Tante Tria ke kamar mandi dulu sebelum mengantarkan ke Bidan. Untung rumah bidannya dekat. Sampai di Bidan jam 7 pagi, dan kamu lahir jam 1/2 8 pagi. Luar biasa cepatnya, padahal kamu sungsang, alias bokong dulu yang keluar.

Saturday, 28 December 2013

My Itchy Feet: Keliling Depok

Salim, di lorong SD Yaspen-Tugu Ibu
Hahahahahaha... ketawa panjang dulu deh baca judul di atas. Jalan-jalan kok keliling Depok, mbok ya ke Perancis, Spanyol, Kamboja, dan tempat-tempat lain di dunia yang lebih eksotis. Kalau jalan-jalan ke Garut, udah sering ditulis di blog ini maupun blog yang lain. Kita ambil positifnya saja. Bagi orang luar negeri atau luar Depok, tulisan ini pasti berarti. Siapa tau jadi mau jalan-jalan ke Depok, hehehehe..... 

Friday, 27 December 2013

Antara Raport dan Pendaftaran SDIT

Raport Ismail
Ada hal penting yang terlewatkan oleh saya setelah pengambilan raport anak-anak: mendaftarkan Ismail ke SD! Kemarin, 25 Desember, saya dan suami pun mendatangi SDIT Al Hikmah, sekolah favorit di Citayam yang sudah kami targetkan setahun lalu. Suami sangat berharap Ismail dapat masuk ke Al Hikmah, bahkan sudah mewanti-wanti ke Kepala Sekolah TK untuk memberitahu bila SD itu membuka pendaftaran. Begitu sampai di sana dan bertanya ke guru penjaga, ternyata pendaftarannya sudah ditutup! Wajah suami langsung pias. Harapannya musnah seketika. Kursi yang tersedia hanya 160, dan kami sudah menduduki antrian waiting list keenam! Hanya keajaiban yang bisa membuat Ismail bersekolah di SD itu. 

Kebahagiaan di Nakita Wonderful Day

Foto dulu di banner Nakita

Minggu, 22 Desember, adalah hari ibu yang paling membahagiakan sepanjang mengemban gelar ibu. Yap, pada hari itu pertama kalinya saya mendapatkan kado dari seseorang, yaitu panitia lomba blog, hehehehe….. Maklumlah, suami saya bukan tipe orang yang suka merayakan hari-hari demikian. Hari ulang tahun pernikahan saja dia lupa tanggalnya.

Thursday, 19 December 2013

Mendidik Anak Laki-Laki Agar Cekatan Membantu Pekerjaan Rumah Tangga

Sidiq mau bantu nyuci baju
"Bu, anaknya kan laki-laki semua. Berarti harus hamil lagi supaya punya anak perempuan."

Ibu itu entah ibu yang keberapa yang menyuruh saya supaya hamil lagi dan punya anak perempuan. Hemm... saya hanya tersenyum tanpa mengaminkan, karena saat ini saya memang tidak terpikir untuk memiliki anak lagi. Rencananya cukup tiga saja. Kalau beberapa tahun lagi saya berubah pikiran dan ingin punya anak lagi, ya boleh deh. 

Ketika belum punya anak, suami berkeinginan memiliki sepuluh anak laki-laki! Yak, benar, sepuluh anak laki-laki. Suami tidak mau memiliki anak perempuan karena biayanya pasti mahal. Anak perempuan itu kan suka dandan. Nanti orang tuanya harus membelikan baju, perhiasan, kosmetik, aksesoris lain, hehehe.....

Wednesday, 18 December 2013

Bahagia Menjadi Ibu

Anak-anak, anugerah yang luar biasa besarnya

“Sebenarnya aku capek ngurus anak. Stress fisik dan mental. Apa boleh buat, karena ini pilihanku sendiri ya harus tetap dijalani.”

Kalimat di atas adalah status BBM seorang teman yang sepertinya sedang lelah menjalani profesinya sebagai ibu. Saya memakluminya, karena pernah berada pada titik itu. Memiliki anak-anak adalah anugerah, tetapi mereka juga perlu dihadapi dengan bekal yang cukup. Dari sejak hamil, melahirkan, bahkan sampai dewasa, anak-anak memberikan “pekerjaan” besar kepada para orang tua. Tidak ada seorang pun yang serta merta menjadi orang tua sempurna. Semua melalui proses belajar, dan gurunya adalah anak-anak.

Tuesday, 17 December 2013

Mengasuh Tiga Balita dengan Usia Berdekatan

saya dan tiga cowok ganteng

"Sebaiknya di dalam satu rumah hanya ada satu balita...."

Konon katanya itu kalimat dari kampanye KB (Keluarga Berencana). Tak bisa saya sangkal memang kalau ada tiga balita di dalam satu rumah seperti yang saya alami ini, rumah dijamin tidak lepas dari berantakan, tangisan, dan  teriakan. Ibu yang jaga rumah harus siap mental deh. Beberapa waktu lalu, saya juga pernah mendapatkan pertanyaan dari seorang bapak yang akan mendapatkan anak kedua, saat anak pertama masih bayi. Bagaimana cara mengasuh dua anak balita dengan usia berdekatan? Saya juga bukan ibu yang sempurna. Suami saya pun masih banyak kekurangannya. Tapi, kami berusaha sebaik mungkin mensyukuri kehadiran tiga anak dengan usia berdekatan, yang saya yakin ini adalah anugerah dari Allah Swt. 

Ciuman Manis dari Pangeranku

Aku mulai mengajarinya kasih sayang semenjak bayi. Kuciumi dan kupeluk ia setiap saat. Kini, ia begitu pandai menghujaniku dengan ciuman. 

Sepeda Baru Salim

Sudah sejak kurang lebih dua bulan lalu sebenarnya Salim punya sepeda. Dibeli dari uang angpau lebaran, daripada nanti dipakai mamanya untuk belanja sayur, lebih baik cepat-cepat dibelikan sepeda hehe.... Salim bisa dibilang beruntung nih karena dua kakaknya dulu gak dibeliin sepeda. Maklum, keuangan orang tuanya masih serba pas untuk kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah, kemarin dapat angpau lebaran cukup banyak dari saudara dan tante-tante. Makasih ya, tante-tante.... Sebenarnya pingin beliin sepeda juga untuk dua anak yang besar, tapi apa daya keuangan masih belum mencukupi. Alhasil, mereka harus nabung dulu deh biar bisa beli sepeda. 

Belajar Berhitung Melalui Aktivitas Berbelanja


“Kakak udah bisa ngitung sampai berapa?” tanya Om Farhan, Om-nya Ismail, adik suami saya. Waktu itu kami sedang berlibur ke rumah Nenek di Garut dan kebetulan ada Om Farhan. Ismail menjawab pertanyaan-pertanyaannya dengan cepat.
“100 tambah 100?”
“200”
“200 tambah 600?”
“800”
“2000 tambah 2000?”
“4000.”
“Wah! Kakak udah bisa sampai ribuan, ya?! Hebat!” Om Farhan geleng-geleng kepala setelah semua pertanyaannya dapat dijawab oleh Ismail. Saya sendiri ikut takjub melihat perkembangan Ismail,  karena di sekolahnya belum sampai menghitung ribuan. Kecuali Ismail mempelajarinya dari tempat lain. Praktek, pastinya.

Monday, 16 December 2013

Manasik Haji si Kakak

Latihan dulu pakai baju ihram

Setelah ibadah kurban, bulan berikutnya (November), Ismail mengikuti persiapan manasik haji di sekolahnya.  Rencananya tanggal 4 Desember, manasik haji dilaksanakan di Pondok Gede, Jakarta. Duh, mamahnya ini yang ribet kalau ikut manasik bawa tiga anak kecil-kecil. Mana jauh. Alhamdulillah setelah negosiasi alot, memakan waktu berhari-hari, si Ayah mau juga cuti untuk mengantarkan Ismail ke Pondok Gede, yeay!

Berkurban, Yuuk...!

Sapi kurban Ismail dan 6 orang lainnya :-)

Bulan Oktober lalu, umat muslim merayakan hari raya Idul Adha atau Qurban. Alhamdulillah, keluarga kami bisa  ikut berkurban untuk yang kedua kalinya di lingkungan komplek perumahan. Insya Allah, kami berniat untuk rutin berkurban walaupun tidak setahun sekali. Bisa jadi dua tahun sekali atau tiga tahun sekali. Sebenarnya tahun ini pun kami tidak merencanakan berkurban, karena si bungsu baru keluar dari rumah sakit. Tak disangka, Allah menggerakkan kami untuk tetap berkurban di tengah banyaknya kebutuhan. Seorang panitia kurban menghubungi kami dan mengatakan bahwa mereka membutuhkan satu orang lagi yang mau berkurban karena biaya untuk membeli satu ekor sapi masih kurang.

Saturday, 14 December 2013

Empat Puluh Inspirasi Romantis Ala Rasulullah SAW



Judul: Malam, Janganlah Cepat Berlalu
Penulis: Hatta Syamsuddin, Lc
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, Agustus 2013
ISBN: 978-602-1614-04-4
Harga: Rp 45 Ribu
Ukuran: 19 cm

Halaman: 344 halaman



Di sebuah mall di kawasan Depok, terlihat sepasang muda-mudi yang  belum menikah, bergandengan tangan dan sesekali berpelukan, tak peduli oleh tatapan mata penuh tanya dari orang-orang di sekitarnya. Di belakang mereka, sepasang suami istri justru hanya berjalan bersisian tanpa ada kontak fisik yang menunjukkan bahwa mereka sudah menikah. Mengapa pasangan yang statusnya masih pacaran itu bisa lebih romantis daripada pasangan yang sudah menikah?

My Telkomsel, Aplikasi Cerdas Untuk Semua Kebutuhan



“Yah, isiin pulsa dong….”
“Nanti ya, lagi meeting.”

Saya hanya cemberut menanggapi balasan sms dari suami. Beginilah kalau isi pulsa bergantung sama suami. Begitu pulsa habis, saya harus menunggunya punya waktu luang dulu untuk membelikan pulsa. Saya tinggal di perumahan yang letaknya cukup jauh dari kota. Sehari-hari bekerja sebagai penjaga rumah, alias mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anak.  Kalau mau beli pulsa, harus naik ojek, kan lumayan ongkosnya bisa buat nambahin pulsa juga. Jadi setiap pulsa habis, saya harus minta tolong ke suami untuk mengisikan pulsa. Nah, minggu lalu, suami saya gak bisa cepat-cepat mengisikan pulsa karena sedang ada rapat di kantornya.

11.12.13

Ulang tahun bertiga saja :D
Mungkin ini sedikit terlambat, karena Mama baru sempat menuliskannya sekarang. Tanggal 11.12.13 tanggal yang cantik, bukan? Ya, semua orang sepakat. Bahkan, banyak ibu-ibu hamil yang ingin melahirkan di tanggal itu sampai memilih operasi caesar. Enam tahun lalu, tanggal itu tidak cantik. Tanggal 11.12.07 kamu dilahirkan tepat jam 11 malam. Mama senang sekali menyambutmu walau belum bisa menciummu. Alhamdulillah, Allah memberikan kesehatan dan keselamatan kepadamu. Mama juga bisa mengasuhmu sampai sekarang.

Friday, 13 December 2013

Daun Binahong Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka

`
Daun Binahong
Sumber Foto: Wikipedia
Minggu lalu, pas hari Jumat, adalah momen mendebarkan buat saya. Hari itu adalah hari terakhir tes PAUD si tengah, Sidiq. Jadi, sudah lima hari saya menemani Sidiq di sekolah. Biasanya kan Sidiq hanya masuk tiga hari dalam seminggu. Tesnya sih sederhana saja, jadi saya juga tidak mempersiapkan secara khusus. Namanya juga masih PAUD. 

Wednesday, 11 December 2013

Kopdar Super Seru di Ragunan


“Kopdar lagi yuuuk….”
“Ke mana?”
“Ya, ke Ragunan aja lagi!”
“Ragunan lagi?!”

Hohoho… kopdar alias kopi darat mendadak menjadi semacam agenda rutin di dalam hidup saya, minimal setahun sekali deh, sejak bergaul dengan teman-teman di dunia digital. Aktivitas sosial media tak bisa dilepaskan dari kehidupan saya sekarang, gara-gara suami membelikan seperangkat modem, hape, plus menyuplai pulsanya setiap bulan. Lumayan mengobati kesepian selama menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari hanya di rumah bersama anak-anak. Paling jauh juga ke sekolah anak-anak yang hanya berjarak tiga gang dari rumah saya.

Monday, 9 December 2013

Dokter-Dokter Twitter yang Berdedikasi



“Anakmu diimunisasi, gak?”

Pertanyaan dari seorang sahabat saya itu langsung membuat saya terheran-heran. Sekalipun terpisah jarak, kami masih berhubungan melalui telepon, apalagi memakai operator seluler yang sama sehingga tarif teleponnya sangat murah. Kebetulan kami sama-sama baru melahirkan. Bedanya, saya melahirkan anak kedua, dia melahirkan anak pertama. Itu karena saya menikah setahun lebih dulu dari dia.

Sunday, 8 December 2013

Pelayanan Kesehatan yang Cepat, Tepat, dan Optimal

Saya dan anak saya saat dirawat di rumah sakit

Pengalaman terburuk dalam berhubungan dengan pelayanan kesehatan, dalam hal ini rumah sakit, adalah beberapa bulan lalu ketika saya membawa si bungsu ke dokter anak di sebuah rumah sakit ibu dan anak di kawasan Depok. Saat itu kami seharusnya dalam perjalanan ke Garut untuk menghadiri acara lamaran adik suami, tetapi tiba-tiba si sulung dan si bungsu muntah-muntah sampai beberapa kali. Agaknya mereka masuk angin karena belum sarapan. Kami pun segera berbalik arah, pertama-tama ke rumah bulek saya dulu di Depok (lokasi yang paling dekat dengan posisi kami saat itu), berganti pakaian yang terkena muntahan, lalu ke rumah sakit tersebut. Tetap saja si bungsu muntah lagi karena kondisinya memang parah. Dalam kondisi tubuh basah kuyup oleh muntahan bayi berusia satu tahun itu, saya harus mengantri administrasi dan pelayanan rumah sakit selama berjam-jam!

Tuesday, 3 December 2013

Tips Memilih Buah dan Sayur

Kangkung

“Kangkungnya bolong-bolong gitu sih, Ru?” tanya seorang ibu yang sedang berbelanja sayur bersama saya dan ibu-ibu lain di tukang sayur langganan. Tukang sayur itu namanya Heru.

“Justru yang bolong-bolong gitu yag bagus, tandanya gak pake pestisida!” sahut ibu lainnya.

“Ooh, gitu yaah… Wah, boleh-boleh….” Ibu-ibu pun berebutan mengambil kangkung yang daunnya bolong-bolong itu, sementara saya masih pikir-pikir.

Wednesday, 27 November 2013

Kenangan Manis di Kota Solo


Solo: The Spirit of Java.
Sumber foto: www.kabaresolo.com

Bagi saya, Kota Solo adalah kota yang tak terlupakan. Bagaimana tidak, saya lahir di kota itu. Sebagian besar keluarga dari pihak ibu, tinggal di Solo, tepatnya Karanganyar. Semasa kecil, setiap liburan sekolah, kami pasti pulang ke Solo, mengunjungi Mbah Kakung, Mbah Putri, Pakde, Bude, dan saudara-saudara lainnya. Di dalam memori masa kecil saya, masih teringat jelas butir-butir padi yang menguning terhampar di depan rumah Pakde. Dinginnya air pegunungan, berkebalikan dengan panas matahari yang mencekat bila siang tiba.

Friday, 22 November 2013

Ulang Tahun di Mata Anak-Anak


Saya baru saja berulang tahun yang ketiga puluh dua, tanggal 1 November lalu. Tak ada perayaan yang spesial. Pagi hari, suami saya menyuruh anak-anak untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Dia sendiri tidak mengucapkannya, hehehe….. Lalu, sepanjang hari wall facebook saya penuh dengan ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman yang peduli. Bagi saya itu sesuatu yang spesial, karena saya sendiri jarang mengucapkan selamat ulang tahun.

Thursday, 21 November 2013

Don't Worry to be a Mommy: Motherhood is a Heart Work


Judul: Don’t Worry to be a Mommy
Penulis: dr.Meta Hanindita
Penerbit: Stiletto Book, September 2013
Halaman: ix + 171
ISBN: 978-602-7572-18-8
Harga: Rp 40.000

Saya kira dulu menjadi Ibu itu hanya sakit ketika melahirkan, ternyata tidak. Ada yang paling menyakitkan lagi, yaitu bullying dari sesama ibu-ibu. Perbedaan-perbedaan dalam mengasuh anak rupanya menjadi begitu penting di mata para ibu-ibu dan mereka merasa wajib untuk membuat ibu-ibu lain mengikuti gayanya. ASI VS Sufor, Ibu Bekerja VS Tidak Bekerja, Lahiran Normal VS Caesar, Vaksin VS No Vaksin, Makanan Instan VS Alami, dan sebagainya. 

Tuesday, 19 November 2013

Mensyukuri Pemberian Suami


Suatu hari, suami saya berkata begini kepada saya: “kata pakar parenting, anak-anak sebaiknya tidak ditakut-takuti masuk neraka, tidak  baik untuk perkembangannya.”

Terus terang saya tidak setuju. Saya memang bukan pakar parenting, tetapi saya sudah merasakan sendiri efek dari pengasuhan kedua orang tua saya yang dulu sering menakut-nakuti saya dengan neraka.

“Jangan nakal ya, nanti masuk neraka.”                        
“Kalau gak puasa nanti masuk neraka, lho….”
“Ayo salat, kalau gak nanti masuk neraka.”

Thursday, 31 October 2013

Semakin Kreatif dengan Rinso Cair


Anak yang satu itu cukup menarik perhatian. Ketika anak-anak lain sudah bisa menggambar , mewarnai, menulis angka dan huruf, dia bahkan tak bisa memegang pensil. Selidik punya selidik, orang tuanya melarang dia mencoret-coret tembok, tetapi juga tak memberikan sarana lain untuk belajar. Kalau sudah begitu, saya bersyukur memberikan kebebasan berkreasi kepada kedua anak saya: Ismail (6 tahun) dan Sidiq (5 tahun).

Tampil Keren dan Stylist dengan Notebook Tipis


“Ada yang punya laptop?” si mas wartawan bertanya. Kami celingukan, saling melirik dan bertanya. Laptop mana laptop? Haiyaaaah… katanya penulis dan blogger, tapi gak ada yang bawa laptop. Apalagi saya, mana mungkin bawa laptop? Memikirkannya saja sudah ngeri. Ini bukan lebay. Saat ini kalau mau bepergian, saya harus bawa tiga anak! Yap, tiga anak. Itu yang bikin saya pikir-pikir lagi kalau ada undangan blogger atau apa pun yang berkaitan dengan tulis menulis.

Thursday, 24 October 2013

Emak Produktif dengan Notebook Tipis



Mau ngetik, laptopnya dikuasai anak-anak, hiks...
Acer  Aspire V3-471


Ssssst… kelihatannya kondisi sudah aman. Pelan-pelan, saya membuka laptop Acer Aspire V3-471 yang selama ini menemani mengetik, daaaan…. Treeeengg…. O-ooow… rupanya speakernya kebesaran gara-gara semalam dipakai nonton film sama suami dan anak-anak. Alhasil…. “Waaaaa…” Bayi saya yang tadi sudah tertidur, bangun lagi deh….

Wednesday, 23 October 2013

Time Goes On....

Tak terasa anak-anak saya sudah semakin besar. Ketika mengawali tumbuh kembang Salim, saya kok seperti sudah lupa dengan tumbuh kembang kakak-kakaknya. Mungkin karena dulu begitu repotnya mengasuh mereka, jadi saya nyaris lupa momen-momen penting bersama keduanya. Usia yang berdekatan, membuat saya kocar-kacir mengurus satu per satu.

Monday, 21 October 2013

Dari Mama Untuk Pemimpin Kecil


Sidiq sedang bernyanyi
“Setiap kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban mengenai kepemimpinanmu.” (Nabi Muhammad SAW- Hadist Bukhari dan Muslim)

Apakah seorang pemimpin itu adalah Presiden? Direktur? Jenderal? Bagaimana jika kelak anak kita “hanya” menjadi orang yang “biasa-biasa” saja? Apakah kita akan memperlihatkan wajah kecewa di hadapannya?

Mengenang Kisah Bersama Ayah

Saya dan Ayah

Sore kemarin, ketika saya sedang memasak, ponsel bergetar menandakan ada telepon masuk. Ayah, itulah nama yang tertera di display. Bukan suami saya, melainkan kakeknya anak-anak, yaitu ayah saya. Suaranya terdengar lemah, saya sudah menduga, pasti sakit lagi. Ayah memang menderita diabetes dan tekanan darah tinggi. Sudah dua kali ke dokter, tetapi rasa pusing yang dideritanya belum reda juga.

Friday, 18 October 2013

Anakku Sehat Tanpa Dokter: Lepaskan Ketergantungan dari Berobat ke Dokter

credit

Judul: Anakku Sehat Tanpa Dokter (ASTD)
Penulis: Sugi Hartati, S.Psi
Penerbit: Stiletto Book, April 2013
Halaman: 201
ISBN: 978-602-7572-14-0
Harga: Rp 40.000

Terakhir kali saya pergi ke dokter anak, rasanya mengesalkan sekali. Saya harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bagian lima menit memeriksakan kondisi anak saya dan mendapatkan resep dokter.  Mengantri di dokter anak adalah pekerjaan menjemukan. Entah di dokter anak yang mana saja, selalu mengantri. Sepertinya banyak orang tua yang percaya bahwa anak sakit, harus ke dokter, walaupun penyakitnya umum, semacam flu, batuk, dan pilek.

Monday, 14 October 2013

Tak Perlu Tepuk Tangan dan Pujian untuk Sebuah Kebanggaan


Apa arti kebanggaan buat saya?

Kebanggaan itu ketika melihat Ismail mengikuti lomba peragaan busana di acara kartinian di sekolahnya.  Ismail adalah anak sulung saya. Usianya 6 tahun, bulan Desember nanti. Saya tak begitu mempersiapkan busananya, yang penting dia ikutan. Melihatnya bisa tampil di depan guru dan teman-teman sekolahnya saja sudah membuat saya senang, karena dia jarang bergaul dan cenderung pemalu. Busananya biasa saja, karena saya sudah kehabisan saat memesan di jasa persewaan baju adat. Saya tak memikirkan dia menang atau kalah, yang penting dia sudah maju ke depan. Pada akhirnya, dia memang tidak menang. Hanya mendapatkan piala keikutsertaan yang saya tebus dengan biaya keikutsertaan sebesar Rp 20.000.

Thursday, 10 October 2013

Tiga Gaya Hijab Tanpa Banyak Biaya


Sejak menjadi ibu rumah tangga dan memiliki tiga anak balita, saya cenderung suka memakai hijab instan atau pashmina, sampai-sampai  koleksi hijab segi empat pun menganggur.  Sebagian ada yang saya hibahkan, sebagian lagi masih tersimpan karena siapa tahu kapan-kapan saya pakai lagi. Dulu waktu masih gadis, saya memang lebih banyak pakai hijab segi empat dengan brosnya. Gak terasa repotnya sih, asik-asik aja. Begitu punya anak, kok ya repot memakainya. Belum lagi kalau anak-anak meraih brosnya atau menarik-narik hijabnya, susah benerinnya lagi. 

Drama Pagi dan Malam oleh Anak-anak Saya

Setiap pagi menjelang berangkat ke sekolah, dan malam hari menjelang tidur, pasti ada saja drama yang dipentaskah oleh anak-anak saya, membuat mamanya harus tarik urat leher untuk beberapa lama. Drama pagi, seringnya sih anak-anak gak mau ke sekolah dengan berbagai alasan. Padahal waktu untuk mempersiapkan mereka amat terbatas, secara keduanya masih harus dimandikan, dipakaikan baju, dan disuapi makan. 

Thursday, 3 October 2013

Kuingin Selalu Menyebutmu "Cinta"


“Mamah dan Ayah jatuh cinta, terus jadi keluar bayi…..”

Saya menoleh mendengar Ismail bercerita seperti itu kepada neneknya. Maiiiil…. Ngapain juga ngomong gitu ke Nenek??? Tadinya, Ismail (6 tahun), saya suruh telepon neneknya. Dari ngobrol-ngobrol yang masih wajar, tiba-tiba saja dia ngomong begitu ke neneknya. Namanya juga anak-anak, kalau ngomong  suka lompat-lompat. Tapi, kalau cerita “Mamah dan Ayah jatuh cinta, terus jadi keluar bayi” itu rasanya… seperti bukan sesuatu yang bagus buat diomongin, wkwkwkwk….

Tuesday, 1 October 2013

Aduh, Susahnya Bikin Bento!


“Bu, ini bekalnya gak dimakan. Kasihan, katanya….”

Masih saya ingat ekspresi Bu Win, salah seorang guru PAUD anak saya, Sidiq, menunjukkan bekal makan Sidiq yang masih penuh. Setahun yang lalu, Sidiq baru berusia 3,5 tahun dan saya mencoba memaasukkannya ke PAUD dekat rumah (walau akhirnya berhenti lagi karena mogok sekolah).  Peraturan PAUD meminta para wali murid membawakan bekal makan yang sehat untuk anak-anak. Harus saya akui bahwa saya bukan Ibu yang telaten dalam urusan bekal makanan. Apalagi saat itu baru punya bayi (anak ketiga) dan tidak ada asisten. Di awal masuk PAUD, saya memberikan makanan ringan sebagai bekal. Akibat peraturan itu, saya harus menyiapkan makanan berat (nasi dan lauk pauk). 

Sunday, 29 September 2013

Terima Kasih, Ma....


“Ma, dulu Mama juga ada di dalam perut Nenek, bersama Ayah?”
“Ya enggak, dong. Dulu Mama ada di perut nenek yang lain.”
“Nenek yang mana lagi?”
“Neneknya udah meninggal.”
“Meninggal itu apa? Terus, sekarang neneknya ada di mana?”
“Meninggal itu…. Ehmmm…. Mati. Sekarang ada di dalam kubur.”
“Mati kenapa? Kubur itu apa?”

Saturday, 28 September 2013

Inspirasi dari Keluarga Kobo


Hampir saja saya kecewa ketika channel Space Toon tiba-tiba berubah menjadi Net., tv local yang hanya ada di Jakarta (dan sekitarnya), Medan, dan Surabaya (kalau tidak salah). Sebagian besar acaranya pun berubah, yang tadinya nyaris sepanjang hari berisi tayangan kartun untuk anak-anak, menjadi lebih variatif dan lebih banyak ditujukan untuk orang dewasa. Wah, jadi sama saja dong dengan acara-acara di teve lainnya? 

Saturday, 21 September 2013

Kok Masih Bisa Ngeblog?


“Wah, Leyla sekarang punya empat blog ya? Hebat… bagaimana cara mengisinya tuh?” celetuk Mba Ade Anita, salah seorang teman blogger plus novelis, saat saya membagi link blog di blogdetik. Saya jadi pengen batuk baca komentarnya.  Saat ini, saya memang memiliki empat blog dengan tujuan berbeda:

Satu Tahun Usiamu

Mama dan Salim
Hari ini, 20 September 2013, kau tepat berusia setahun. Alhamdulillah, Mama bersyukur bisa menemanimu selama setahun ini, meski sering kali khilaf. Kamu lagi senang-senangnya jalan dan naik tangga. Kemarin Mama asyik ngetik, dan kamu hampir jatuh dari tangga T_T.. Syukurlah, Allah masih melindungimu dan memberi kesempatan kepada Mama untuk memperbaiki diri. 

Friday, 20 September 2013

Khayalan Ibu Rumah Tangga: Semua Pekerjaan, Beres!


Ngomongin soal khayalan di usia yang sudah STU (setengah tua) bikin bingung sendiri. Setelah menikah, saya merasa jadi semakin realistis #halah. Gak berani mengkhayal yang macam-macam. Gak seperti saat ABG, stok khayalan gak habis-habis, dari mulai jadi bintang pilem Mandarin, Miss Universe, sampai pacaran sama Leonardo Di Caprio #tsaaah…..

Thursday, 19 September 2013

Suka Duka Mengontrakkan Rumah

Sekitar tiga tahun lalu, suami saya membeli rumah secara kredit dari tante saya di Depok. Rumah itu kami dapatkan kebetulan saja. Saya memang gak betah tinggal di Citayam, selain akses ke mana-mana yang jauh, juga airnya yang kuning. Mungkin karena rumah itu memang sudah jadi jodoh kami, prosesnya juga mudah. Suami mengajukan pinjaman ke Bank dan langsung disetujui. Sejak itulah, kami harus membayar kredit untuk dua rumah. Alhamdulillah, kredit rumah di Citayam sudah lunas, jadi tinggal satu saja.

Monday, 16 September 2013

Dicuekin di Restoran Mie Ramen

Margocity, Depok, adalah salah satu mall di Depok tempat hangout saya dan keluarga, cieee... Maklum, deh, mau ke tempat wisata kok jauh-jauh. Jadilah hang outnya di mall. Entah kenapa, belakangan ini Ismail begitu sampai di mall, pasti minta makan dulu. Kesempatan buat wisata kuliner, tapi budjetnya gak banyak. Di bawah 150 ribu buat berempat, hehehe.....


Makan Sepuasnya di Hanamasa Pakai Voucher Makan Gratis

Kemarin, Sabtu, 14 September 2013, akhirnya kesampaian juga saya dan keluarga makan-makan di Hanamasa, Restoran Jepang yang memakai konsep makan sepuasnya, satu kali bayar. Wuidiiih.. udah ngebayangin deh kayak apa nanti, bisa makan sepuasnya dengan satu kali bayar. Apalagi saya gak bayar juga, melainkan pakai voucher makan gratis hadiah dari lomba Momen Lebaran Republika Online. 

Meja Resto baru ada bumbu-bumbu

Friday, 13 September 2013

Nulis Sambil Ngasuh Anak?

Kemarin itu saya baca postingan Windi Teguh tentang kesulitannya menulis setelah memiliki bayi, lalu nama saya pun disebut. Katanya saya kok masih bisa nerbitin buku dan ngeblog, meskipun punya tiga balita? Idiiih.. jadi ge-er nama saya disebut-sebut. Sebenarnya, saya gak super-super amat. Wong, kondisinya juga berbeda. Windi kan kerja di kantor di siang hari, sedangkan saya di rumah. 

Tuesday, 10 September 2013

Tango Hand in Hand: Mengurai Cinta di Nias


“Maaa… jajaaan….” Abi, salah seorang teman sekolah Ismail (anak sulung saya), merengek meminta jajan kepada ibunya. Kami sedang ada di acara halal bi halal sekolah TK anak sulung saya. 

“Jangan jajan dulu. Sebentar lagi juga makan…” sahut ibunya. “Ibu gak bawa makanan, kan nanti juga dapat dari sini….”

Saturday, 7 September 2013

Buku Masak Pertamaku

Hadiah lomba dari esensi.co.id sudah datang sejak dua minggu lalu. Anak-anak, terutama Sidiq, langsung antusias membukanya. Sidiq seneng banget pas tau isinya buku-buku, apalagi buku untuk anak-anak. Uniknya, itu bukan buku cerita melainkan buku resep masakan untuk anak-anak yang ditulis oleh Annabelle Carmel. Saya sudah lama mengetahui tentang buku masak itu. Senang deh bisa dapat tiga judul sekaligus. Sidiq langsung minta saya memasak salah satu resepnya, yang paling dia suka adalah kue dengan hiasan lebah di atasnya.

LDR? Nooo....

Alhamdulillah, jadi juga beli air minum galon sendirian, pake dorongan dari tokonya. Keren kan sayah? Xixixixi.... Setelah dipikir-pikir selama dua hari dan memenuhi kebutuhan minum di rumah dengan air minum satu liter, saya putuskan untuk beli sendiri air minum galonnya. Nunggu suami kok kelamaan. Gak sempat melulu karena pulangnya kemalaman. 

Tuesday, 3 September 2013

Ibu Bekerja, Anak Bermasalah?

Sudah lama berlalu, sewaktu anak itu baru bersekolah di sekolah yang sama dengan anak saya. Ketika ada acara makan sehat, anak itu mendadak tantrum. Dia menangis terus menerus, tak mau berhenti, dan memukuli ibunya. Padahal, ibunya sudah meluangkan waktu untuk hadir ke acara makan sehat, sebulan sekali, yang memang orang tua/ wali juga hadir. Kebetulan memang hari kejepit, jadi ibunya memutuskan untuk tidak ke kantor saja dan menemani anaknya. Biasanya, anaknya ditunggui oleh pembantu/ nenek/ kakeknya. 

Thursday, 29 August 2013

Mudik dan Berlebaran di Rumah Sakit


Saya dan suami punya kesepakatan jika tahun lalu kami berlebaran di rumah orang tua saya, maka tahun ini kami berlebaran di rumah orang tua suami.  Tentu saja setiap tahun kami mengunjungi orang tua, tapi salat Iednya itu bergantian. Rumah orang tua saya tak jauh dari rumah kami, hanya 1,5 jam perjalanan, tetapi tetap saja kami tak sering pulang karena selalu ada kesibukan. Sedangkan rumah  orang tua suami di Garut, dan memakan waktu 7 jam perjalanan dalam keadaan lancar jaya. Sebenarnya, dalam setahun itu kami beberapa kali pulang kampung, tapi kalau lebaran ya tetap mudik. Gak seru kan kalau gak mudik. Kami hapal bahwa mudik di hari libur pastilah macet. Kalau mudiknya ke rumah orang tua saya sih gak masalah, tapi mudik ke Garut itu lho….

Monday, 5 August 2013

Nikmat di Penghujung Ramadan

Suara batuk bersahut-sahutan. Setelah dua hari bertahan, badanku menggigil. Mengurus tiga anak yang sakit, membuatku tak dapat melawan virus itu. Flu, batuk, pilek, kedengarannya sepele, tapi rasanya seperti terkena wabah. Sudah seminggu berlalu, dan virus ini masih mendiami tubuh kami. Ke dokter? Sudah. Tubuh anak-anakku berkurang beratnya. Inilah berkah di akhir ramadan.

Friday, 2 August 2013

Ketika Emak-Emak Buka Puasa Bersama

Mau tidak mau, timeline saya penuh dengan live tweet emak-emak blogger yang sedang ikut buka puasa bersama dengan sponsor tertentu. Masalahnya, setelah diperhatikan, kok sering banget ya bukbernya ituh? Jujur, memang ada sih sedikit rasa iri karena selama ramadan ini, tak sekali pun saya ikut bukber, bahkan di sekolah anak pun tidak. Gimana mau ikut, wong anaknya saja sakit? Ada rasa ingin ikut, apalagi kemarin ada undangan bukber dari penerbit. Tapi, siapa yang jagain anak-anak saya? Kalau mereka semua dibawa, siapa yang antar dan jaga? Masa bukber rempong sama tiga anak kecil-kecil?

Thursday, 1 August 2013

Tips Menjaga Anak Tetap Sehat di Musim Hujan

Sudah tiga hari ini anak-anak sakit flu, batuk, demam, dan radang tenggorokan. Alhamdulillah, Salim gak ketularan. Ismail yang memulai sakit, lalu disusul Sidiq. Ismail ini kalau sakit, lama deh sembuhnya. Apalagi kalau udah kena batuk, dengar suara batuknya saja sudah gemetaran si Maknya. Batuknyae kencang sekali. Apa mau dikata, dibawa ke dokter sudah, tapi anaknya gak mau makan. Minum obatnya sih gampang.

Monday, 29 July 2013

Saat Tak Mau Jajan

Ismail sakit radang tenggorokan sejak hari Sabtu. Kayaknya sih gara-gara minum minuman instan dari warung. Susah melarang anak untuk jajan, atau memang saya kurang tegas dan gak tegaan. Tapi setelah sakit, saya harus tega melarangnya jajan. Ismail  memang sering sakit, berat badannya susah naik. Tergolong kurus. Dari sejak di kandungan pun, berat badannya kecil. Pas lahir cuma 2,5 kg dan susah naiknya. Sidiq lebih sehat dan jarang sakit, juga lebih kekeuh kalau mau jajan. Walaupun kakaknya dilarang jajan, Sidiq tetap jajan. Saya berusaha memilihkan jajanan yang gak banyak efek sampingannya seperti biskuit Malkist. Pagi ini Sidiq jajan lagi dan Ismail hanya bisa menatapnya merana.

Mengajari Anak Menabung

Berawal dari keinginan anak-anak yang minta dibelikan mainan kereta api besar. Seingat saya, harganya sekitar Rp 200.000 kalau di pasar. Kalau di mall mungkin lebih mahal ya. Anak-anak melihat mainan itu sebagai hadiah sunatan adik sepupunya di Garut. Ayahnya anak-anak cenderung ketat dalam memberikan mainan, tak mau memberikan mainan yang mahal-mahal, paling gak lama juga rusak. Memang sih mainan anak-anak itu paling cuma tahan dua hari.

Saturday, 27 July 2013

Puasa Gak Sahur

Hari ini pertama kalinya kami puasa gak sahur. Gara-garanya saya baru tidur jam setengah dua belas malam. Susah banget mata memejam. Saya sudah pasang jam weker di samping tempat tidur, tapi kok gak bangun ya? Tahu-tahu bangun jam setengah lima, menyadari betapa sepi dan senyapnya pagi itu. Gak ada suara dari masjid juga, biasanya berisik bangunin orang sahur. Saya lihat jam, HAH?! Udah jam setengah lima!

Kapan Tarawih di Masjid Lagi?

Mungkin sudah enam ramadan saya tidak tarawih di masjid lagi. Saya ingat masa kecil dulu selalu tarawihdi masjid, mengikuti salat yang panjang. Berharap dapat imam yang salatnya cepat, hehehe.... Mendengarkan ceramah seusai tawarih sambil mengobrol atau tertawa-tawa. Setelah lahir anak pertama, sudah sulit untuk tarawih di  masjid. Saya tak mau mengganggu jamaah masjid dengan tangisan bayi. Di tahun kedua, saya punya bayi lagi. Dan sekarang, saya punya bayi lagi.

Desperate Mom

Hari ini kok banyak masalah ya?
  1. Lagi nyuapin Ismail, si Ayah nyari kaus kaki dan sisir. Akhirnya, makanannya gak habis.
  2. Tukang sayur langganan gak jualan, nyari tukang sayur lain. Eh, lucu, masa dia banyak ketinggalan jualannya. Alhasil, cuma dapet ikan kembung dan sop, gak ada sosis ato bakso. Bingung, anak-anak makan apa. Biasanya, sop campur sosis. Bumbu dapur juga gak ada. Beli bumbu instan deh. 

Friday, 26 July 2013

Salim 10 Bulan

Alhamdulillah, tanggal 20 Juli kemarin, Salim genap berusia 10 bulan. Giginya sudah tumbuh dua di bawah, sudah bisa berdiri, naik tangga, tepuk tangan, dan teriak-teriak. Sudah tau kalau mau difoto pasti cheers. Menjelang 10 bulan, sakit panas. Mungkin mau tumbuh gigi, tapi bikin ortunya dua kali ke rumah sakit. Khawatir kenapa-kenapa. Sampai imunisasi campaknya terlewat. Untunglah ada Posyandu, selesai sakit langsung disuntik. Tadinya khawatir bakal panas lagi, ternyata enggak. Padahal dulu imunisasi campak Kakak Sidiq panaaaas banget, sampai badannya merah-merah. 

Tips Mudik Lebaran Membawa Bayi dan Balita


Lebaran besok, insya Allah kami akan mudik ke Garut, kampung suami saya. Tahun lalu, kami tidak mudik, karena saya sedang hamil tua.  Jadi, tahun ini kami akan mudik dengan membawa tiga orang anak, dua diantaranya berusia 4,5 tahun dan 5,5 tahun, satu lagi baru berusia 10 bulan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi nanti? Mudik dalam suasana lebaran, pasti macet, dan membawa bayi pula!

Thursday, 25 July 2013

Menjadi Ibu adalah Usaha Terbaik yang Pernah Kulakukan


“Maaa… susu….”
“Maaa… e’e….”
“Maaa… jajaaaan….”

Setiap hari, telingaku selalu dipenuhi oleh suara anak-anak yang meminta ini-itu. Ismail (5,5 tahun), Sidiq (4,5 tahun) dan Salim (10 bulan). Kadang-kadang ada rasa kesal bila tubuh sudah letih, tetapi anak-anak tak mengizinkanku beristirahat. Aku melayani mereka 24 jam dan tak ada nominal rupiah yang kudapatkan. Bukan.. aku bukan sedang mengeluh. Inilah usaha terbaik yang pernah kulakukan selama hidup di dunia ini. Menjadi ibu dan melayani anak-anak dengan tanganku sendiri.

Anak Banyak, Gimana Kasih Makannya?

"Punya anak setengah lusin,  gimana kasih makannya?"

Ini tulisan yang langsung saya tulis begitu melihat pertanyaan di atas di timeline twitter saya. Pertanyaan itu sangat menggelitik untuk dijawab, meskipun anak saya meminta pinjam laptop untuk menonton The Cars :D Bentar ya, Sidiq, Mama jawab pertanyaan ini dulu.

Ismail Jadi Polisi

Di TK yang baru ini, setiap hari Kamis Ismail harus memakai baju sesuai dengan cita-citanya. Kalau ditanya cita-citanya apa, Ismail mau jadi Ultaraman, Daigunder, dan tokoh-tokoh pahlawan dalam film kartun yang ditontonnya, hehehe... Kata ayahnya, pakai saja baju Ultraman, kan mau jadi Ultraman. Ya, masa pakai baju Ultraman? Akhirnya, saya telepon neneknya di Garut, nitip baju cita-cita, apa aja deh yang ada. Ternyata adanya cuma baju Polisi.

Haruskah Menjadi PNS?


Keimanan yang tertinggi adalah ketika kita melakukan segala hal lillahi ta’alaa, hanya untuk Allah semata. Ikhlas. 

Kalimat itu saya dengar kembali dari bibir seorang dai muda ANTEVE. Saya sudah pernah mendengar soal itu, tapi masih harus terus diingatkan. Apalagi kalau sedang membanding-bandingkan pekerjaan yang saya pilih dengan pekerjaan teman-teman. 

Wednesday, 24 July 2013

Terima Kasih, Anak-anakku, Tiga Pangeran dari Surga

Di saat sahur ini, mataku membasah membaca pengumuman pemenang kontes menulis surat "A Letter to My Child." Alhamdulillah, aku menjadi juara ketiga. Baru kali ini aku menangis karena menang. Biasanya aku menangis karena kalah. Aku menangis terharu, sebab aku merasa belum menjadi ibu yang baik. Ketika mengikuti kontes ini, aku nyaris tak tahu mau menuliskan apa-apa. Anak-anak mestinya adalah anugerah.

Friday, 19 July 2013

Ibu adalah Manusia Paling Kuat di Dunia

Kalimat itu tidak akan saya lupakan. Anak-anak sayakah yang mengatakannya? Bukan, tapi Suneo. Itu lho, salah satu teman Nobita di film Doraemon. Waktu itu saya nonton Doraemon bareng anak-anak saya. Ceritanya, Nobita, Giant, dan Suneo lagi main di kamar Nobita. Biasa anak-anak kan berisik banget. Ibu Nobita langsung berteriak, "Jangan berisiiiik!" Persis saya deh kalo lagi neriakin anak-anak, hehehe... Nobita dan teman-temannya pun ngacir ke luar rumah. 

Thursday, 18 July 2013

Empat W: Peran Orang Tua dalam Mengatasi Tren Mobile Internet terhadap Perkembangan Anak


Dede Salim mencoba mengganggu kakaknya
“Mama… Mama.. Dede mau nenen lagi….” 

Saya terkejut mendengar permintaan Sidiq, karena sudah beberapa bulan yang lalu dia berhasil disapih. Memang susah sekali menyapih Sidiq, saya baru berhasil melakukannya setelah usianya 2,8 tahun. Jadi kelebihan 8 bulan. Setelah usianya 3,5 tahun, tiba-tiba dia minta nenen lagi? Kenapa?

Tuesday, 16 July 2013

Hari Kedua Sekolah di TK B

Hari ini Kakak Ismail menjalani hari keduanya di TK B. Udah gak diantar lagi sama mamanya. Dijemput tukang ojek langganan. Alhamdulillah, gak pake ngambek-ngambekan. Langsung nurut. Makasih ya Allah, Kaumudahkan aku dalam mengurus anak-anak. 

Puasa Hari Ke-6 Sambil Menyusui

Sudah hari keenam Ramadan 1434 H, lega rasanya karena aku berhasil melewati ibadah puasa meskipun sedang menyusui. Di hari pertama memang terasa lemaaaas, sampai tidur setengah hari, hehe.... Selanjutnya sudah terasa biasa. Tidur pun itu sambil menyusui Salim (10 bulan). Manalah lagi dedenya sariawan, jadi gak mau makan. ASI-ku pun disedot habis-habisan. Ditambah susu formula hanya mau setengah botol kecil.

Sunday, 14 July 2013

Happy Family with Balance Cashflow

Kalau melihat apa yang sudah kami miliki saat ini, saya agak gak percaya juga sih. Soalnya di dalam rumah tangga kami, hanya suami saya yang menjadi pencari nafkah utama. Saya hanya membantu sebisanya dari hasil pekerjaan sampingan—menulis—di luar pekerjaan utama mengurus anak dan suami.

Alhamdulillah, di tahun keenam pernikahan ini, kami sudah memiliki 2 rumah dengan tipe 45 dan 72, 1 mobil keluarga yang besar, 1 motor, dan 2 kebun jati. Itulah manfaat yang kami peroleh dari pengaturan uang sehari-hari. Berikut ini prioritas pengeluaran rumah tangga, sesuai urutannya:

Travelling yang Terganggu Gara-Gara Magh Akut

Ceritanya, suami saya ngajakin liburan ke Bandung, tanggal 22 Juni lalu, sekalian dengan acara kantornya. Kami rencana berangkat hari Jumat pagi, karena acaranya dimulai setelah salat Jumat. Eh, hari Kamis sore, saya dan bayi saya (9 bulan), sakit. Perkiraannya sih masuk angin, karena mual-mual dan gak nafsu makan. Bayi saya malah beberapa kali muntah. Malam Jumat, kami langsung ke rumah sakit untuk  memeriksakan kondisi dede bayi, khawatir sakitnya parah. Gagal kan rencana liburan ke Bandung dan menginap di hotel mewah?

Friday, 5 July 2013

Pelajaran dari Ibu Kobo

Kadang-kadang saya menemani anak-anak menonton NetToon di channel 6. Kemarin itu, saya ikut menonton kartun Kobo Chan, dari Jepang. Beberapa kali ikut menonton, pesan-pesan yang disampaikannya cukup bagus. Nah, kemarin itu ceritanya Ibu Kobo dan Kobo ikut Ayah Kobo ke kantor. Mereka memperhatikan Ayah Kobo bekerja. Ibu Kobo berkata, "kasihan ya ayahmu, bekerja keras untuk kita." Itu diucapkannya ketika melihat Ayah Kobo sibuk dengan pekerjaannya. 

Mari Bicara: Weekend Murah dan Hangat

-->
Anak-anak senang loncat-loncat di atas kasur

Keluarga kami sudah terbiasa berakhir pekan di luar rumah, entah mengunjungi obyek wisata, mall, atau silaturahmi ke rumah saudara. Maklum, sehari-hari saya hanya di rumah, sebagai ibu rumah tangga. Jadi, kalau akhir pekan, maunya jalan-jalan. Suami saya juga tipe orang yang tidak betah di rumah. Anak-anak pun hapal, kalau akhir pekan pasti minta jalan-jalan. Namun, belakangan ini kami harus berhemat. Ya, biarpun hanya jalan-jalan ke mall, tetap ada biayanya. Minimal ongkos bensin Rp 100 ribu, ongkos makan siang di food court Rp 150 ribu. Sering kali kami bertekad tidak akan belanja, tapi toh akhirnya mampir juga ke Swalayan untuk belanja sembako.

InspirASI: Pengalaman Memberikan ASI

-->

ASI dan Puasa
Ramadan tahun ini kembali kujalani sambil menyusui bayiku. Insya Allah aku bisa menyusui sambil tetap berpuasa. Yang penting, ada niat yang kuat, makan makanan bergizi, minum yang banyak, ditambah dengan mengkonsumsi madu dan susu saat sahur dan berbuka. Dulu aku juga menyusui anak keduaku sambil berpuasa di bulan Ramadan, Alhamdulillah lancar. Menyusui tak mengganggu puasa. Kuharap dengan begitu, putraku kelak menjadi hamba yang dekat dengan Allah Swt, karena telah kuajari “berpuasa” sejak dini. 

Monday, 13 May 2013

Dear Serena Biskuit, Terima kasih atas Kehangatan yang Kauberikan

Sidiq makan Serena Biskuit Lemonia


Dear Serena Biskuit, sebagai ibu dari tiga anak yang masih kecil-kecil dengan jarak usia berdekatan (Ismail 5 tahun, Sidiq 4 tahun, dan Salim 7 bulan), pekerjaan saya sehari-hari sangat melelahkan. Terlebih saya masih memberikan ASI tanpa tambahan susu formula, sehingga si kecil sering menyusu. Saat sedang menyusui, saya sering ikut tertidur, sementara dua anak yang lain asyik bermain di lantai atas.

Wednesday, 1 May 2013

Mama Gadget

Kalau ada Mama Gadget, pasti ada
Anak-Anak Gadget :D

Aku kembali sibuk dengan ponselku, usai memandikan Ismail dan Sidiq. Yah, namanya juga Mama Gadget. Kebiasaan yang buruk, sudah tentu. Sedikit-sedikit aku coba kurangi, apalagi Ismail dan Sidiq sudah bisa protes. Nah, saat aku sibuk dengan ponselku itu, padahal Ismail dan Sidiq belum pakai baju, Sidiq bertanya, “Mama, kalau Mama pegang henpon lagi, Dede gak pake baju….”

Sepatu Ismail

Ismail dan Sidiq ke sekolah pakai sandal
tapi gak difoto sandalnya ;-)
"Bu, tolong ya Ismail dibelikan sepatu..."

Perintah itu bukan datang dari bibirmu, Nak. Bukaaan... itu perintah yang datang dari bibir ibu gurumu. Kamu sendiri malah tak pernah meminta Mama membelikan sepatu. Kalau kita ke mall dan Mama menawari sepatu, kamu cuek saja. Tak ada bedanya antara sandal dan sepatu, menurutmu. 

Sunday, 28 April 2013

Piala Kesombongan

piala yang hanya bertahan dua hari
"Ma, itu buat apa?"

Kau menunjuk ke arah piala yang kaupajang di atas lemari buku Mama. Saat menerimanya sepulang acara kartinian di sekolahmu, kau terus menanyakan hal yang sama. Itu hanya sebuah piala peserta. Semua peserta lomba fashion show di acara kartinian itu, mendapatkannya. Semuanya dapat piala yang kecil, kecuali 6 orang pemenang lomba yang dapat piala lebih besar. Kata Ayah, biarlah kau tidak menang. Di hati Ayah, kau tetap nomor satu.

Friday, 19 April 2013

Rekreasi ke Alun-Alun Garut

Sidiq dan Ismail mau cerita lagi sewaktu jalan-jalan ke Garut, Jawa Barat. Di Garut ada Nenek, Kakek, dan keluarga besar Sidiq dan Ismail dari Ayah. Kami sering ke Garut mengunjungi mereka, tapi gak cuma itu. Kami juga suka jalan-jalan keliling Kota Garut, salah satunya ke Alun-alun. Waah... ada apa ya di alun-alun?

Pijat Bayi Untuk Menenangkan Bayi

Salim, 2 bulan, masih suka rewel

Sesungguhnya aku trauma dengan pijat bayi. Dulu waktu Ismail baru berusia dua bulan, aku mencoba jasa pijat bayi karena terpengaruh bujukan ibu-ibu tetangga. Tukang pijatnya seorang nenek dari kampung dekat komplek perumahan tempat tinggal orang tuaku. Caranya memijat membuatku deg-degan karena sangat kasar. Ismail bahkan diangkat kakinya (kepala di bawah), lalu diayun-ayun. Dia bilang, “Kagak nape-nape bayi diginiin, biar kuat jantungnye….”

Friday, 12 April 2013

Salim dan Baby Walkernya

Salim, saat pertama duduk di
baby walker turun temurun
Aku pernah mendapatkan informasi bahwa bayi tidak perlu diletakkan di baby walker, karena berbahaya. Sekarang, Salim sudah bisa duduk di baby walker. Dua kakaknya dulu juga memakai baby walker, meskipun Ismail hanya sebentar memakainya karena sudah dibawa ke Garut dan diasuh neneknya sambil menunggu saya melahirkan. Ismail memakai baby walker di usia 9 bulan, lalu dibawa ke Garut selama dua bulan, dan balik lagi ke rumah setelah usia setahun. Saat itu, Ismail sudah tidak duduk di baby walker lagi, karena sudah merambat ke mana-mana, meskipun belum bisa berjalan. Tiga bulan kemudian, Ismail sudah bisa berjalan.

Sunday, 7 April 2013

Mengajarkan Anak Untuk Sayang Adik

Sidiq cium Salim
Aku pernah membaca tentang cara mengajarkan anak untuk menyayangi calon adiknya. Semisal sang ibu sedang mengandung dan khawatir kakaknya kelak iri terhadap adiknya. Subhanallah! Ketika Salim lahir, tak ada seorang pun kakaknya yang iri. Mereka begitu maklum melihatku lebih banyak mengurus adik bayi. Bahkan, mereka sayang sekali kepada adik bayinya. Sidiq saking sayangnya, sering mencium adik bayinya. Ismail juga sering mengajak Salim bercanda dan mengobrol. 

Maaf, Kalau Nakal Minta Maaf

"Maaf, kalau nakal minta maaf...."

Akhir-akhir ini Sidiq sering sekali ngomong begitu setiap kali melakukan kesalahan semisal membuat menangis adik bayinya atau berantem dengan kakaknya. Alhamdulillah, pangeran keduaku sudah jantan meminta maaf. Sering aku becandain, "gak ah, Mama gak mau maafin." Lalu, Sidiq menangis, "Mama jangan gituu... Dede bilang kan maaf!" Aku pun tertawa, lalu memeluknya. Duh, kadang walau dia sudah meminta maaf, aku sulit memaafkan kalau kesalahannya terjadi saat aku sedang capai dan emosi memuncak. Maafkan mama ya, De.... 

Tuesday, 2 April 2013

Jalan-Jalan Seru Ismail-Sidiq

Ismail dan Sidiq mau cerita jalan-jalan serunya ke Kebun Raya Bogor. Waktu itu, Ismail dan Sidiq nemenin Mamah yang mau Kopdar (kopi darat), ketemuan sama temen-temen facebooknya. Kami naik kereta api dari Stasiun Citayam sampai Stasiun Bogor. Ternyata kami datang kepagian, atau teman-teman Mamah yang datangnya telat yaa? 

Monday, 1 April 2013

Memory in Puncak-Bogor

Keluarga, ikatan yang sangat berharga
Ini foto keluarga yang paling berkesan buatku untuk saat ini
Diambil ketika mau pulang dari berlibur di Puncak-Bogor: 7 Desember 2012
Mengapa berkesan? Karena latar belakang pemandangannya yang indah
Plus pakaian kami yang matching, putih-putih, biru-biru.

Anak Aktif dan Mandiri dengan Empat Formula Tepat

Saking aktifnya, bisa naik tembok tinggi

Ranjang tempat tidur kami bergerak naik turun karena Sidiq melompat-lompat di atasnya. Dengan penuh semangat, dia melompat-lompat sambil bercerita. Energinya seakan tak habis meski sudah seharian bermain. Kalaupun sudah habis, dia akan mengisinya kembali dengan segelas susu atau makanan. Senang sih punya anak yang aktif, tapi memang cukup menguras tenaga mamanya. Bayangkan saja, kalau mau dipakaikan baju, aku mesti mengejar-ngejarnya dulu yang selalu berkelit dipakaikan baju. Oh, ternyata dia mau memakai baju sendiri.

Dengarkan Suara Azan Itu, Nak

M. Salim Luthfi saat baru dilahirkan
20 September 2012 Pukul 2.30 Pagi

Dengarkan suara azan itu, Nak
Saat Allah memanggilmu
Suara yang kaudengar kala pertama kaubuka mata  hingga kaututup mata

Ma, Kakak Jatuh Cinta

Surat Cinta Kakak

Suatu siang saat aku sedang menemani anak-anakku menonton film kartun kesukaan mereka, kubelai kepala Ismail. Sesuatu yang sering kulakukan kepada anak-anakku, tapi kali ini menimbulkan reaksi yang berbeda dari Ismail.

Saturday, 30 March 2013

Sarapan Sehat dan Praktis Untuk Anak Cerdas dan Aktif

Sidiq dan Koko Krunch

Pagi-pagi, seperti biasa kuantar anak-anakku ke sekolah yang hanya berjarak dua gang dari rumahku. Biarpun dekat, rasanya repot juga ya menyiapkan keperluan sekolah anak-anak, apalagi aku tak punya asisten rumah tangga. Usia ketiga anakku berdekatan, 5 tahun, 4 tahun, dan 6 bulan. Aku harus memandikan ketiganya, menyiapkan sarapan sekaligus bekal sekolah, dan mengantarkan ke sekolah. Mereka masuk jam 8 pagi. Namanya anak-anak, tak mudah untuk membujuk ke sekolah pagi-pagi. Ritual mandi pagi sering kali memakan waktu, karena harus dibujuk dulu. Hanya anak yang masih bayi yang tak perlu dibujuk. Tahu-tahu jam dinding sudah menunjukkan angka 7.30, dan anak-anak belum sarapan!

Ketika Anak-Anak Tak Mau Sekolah

Hari pertama bersekolah
Agustus 2012, ceria dan semangat
Belum lama berselang saat anak-anakku bersemangat berangkat ke sekolah pertama mereka. Berebut memakai baju seragam. Berkejaran saling mendahului ke sekolah. Sekarang, Sidiq sudah kukeluarkan dari sekolah karena tak mau sekolah lagi. Toh, umurnya baru 4 tahun. Ismail pun sudah menolak setiap kali kuajak ke sekolah. Aku jadi ingat status beberapa ibu di facebook yang mengeluhkan anak-anaknya yang mogok sekolah. Kini, aku pun mengalami hal yang sama. Repot membujuk anak-anak untuk mau sekolah. Padahal, mereka belum setahun bersekolah. Mengapa?

Baby Teddy Bear



Sidiq dan bayi Teddy-nya :D
“Ayah, liat nih…. Bayinya mau lahir….” Sidiq, 3 tahun, memperlihatkan perutnya yang diganjal dengan bak mainan berbentuk bulat. Di dalamnya ada boneka teddy berwarna merah jambu, pemberian tantenya. Saat ayahnya melihat ke arahnya, boneka teddy itu dikeluarkan dari bak mainan, lalu Sidiq menirukan suara bayi.

Sidiq, Calon Perenang Andal


Ahmad Sidiq Aghniya, anakku yang sangat istimewa. Kehadirannya tak terduga. Saat kakaknya baru berumur 5 bulan, aku hamil lagi. Kehamilanku itu sudah berumur 2 bulan. Jadi, aku hamil saat anak sulungku baru berumur 3 bulan! Tentu saja tak seperti kakaknya yang kehadirannya dinanti-nanti, kehadiran Sidiq sangat mengguncangku. Belum lepas trauma melahirkan, belum pintar menjadi Ibu, eh sudah diberikan momongan lagi. Bersama suami, aku berusaha menerima kehadiran Sidiq dengan ikhlas. Insya Allah, aku bisa menjalankan dengan baik kedua amanah ini, meski seorang diri.

Monday, 25 March 2013

Bubur SumSum

Bubur Sumsum ini makanan tradisional dari Solo, Jawa Tengah. Dulu almarhumah Mama sering membuatkannya dan bikin aku ketagihan. Sampai aku hamil anak pertama, ngidam makan bubur ini tapi gak tahu cara membuatnya karena Mama sudah meninggal. Alhasil googling deh. Rasanya tentu saja berbeda dengan buatan Mama, hiks.. tapi lumayan masih bikin aku ketagihan. Kalau pulang ke Jawa (Solo), banyak yang jualan. Di Garut, kampung suamiku, juga ada yang jualan. Sayang, gulanya pakai gula biang, jadi rasa manisnya gak alami. Makanya lebih enak bikin sendiri, hyukkk.....

Sunday, 24 March 2013

Ibu Bekerja Ingin Me Time?

"Mama hebat, deh!" kata Sidiq

Suatu sore, usai membuatkan susu untuk Sidiq, anak keduaku yang berumur 4 tahun itu menatapku, dalam. Dari mulutnya terucap kata yang mengejutkan,

“Mama hebat, deh.”

Aku mengerutkan kening. Ada rasa ge-er menyelinapi hatiku.

“Kenapa Dede bilang Mama hebat?” tanyaku, membalas tatapan matanya yang romantis.

Sidiq berpikir sejenak sambil senyum-senyum, lalu….

“Mama buatin Dede susu.”

Saturday, 23 March 2013

Salim 6 Bulan, Sudah MPASI

20 Maret 2013, alhamdulillah Salim genap 6 Bulan. Sudah mulai lancar diberi MPASI. Sebenarnya aku sudah memberikannya bubur bayi sejak 5,5 bulan. Waaah! Kok gak sabar? Menurutku, 6 bulan itu kan aturan WHO. Pas umur 5 bulan, Salim sudah menunjukkan reaksi ingin makan (bukan menyusu). Kalau aku sedang makan, tangannya berusaha menggapai-gapai. Kalau berhasil menggapai makanan, akan langsung dimasukkan ke dalam mulutnya. Memang bayi sedang memasuki fase oral (suka memasukkan benda apa pun ke dalam mulut), tetapi juga yang kulihat itulah fase bayi sudah siap makan. Aku coba berikan biskuit bayi yang dihancurkan, dan ternyata sukaaa....

Sidiq Peniru Ulung

Bikin kue

“Mama, lihat nih!”

Sidiq membuatku terkejut. Dia mengangkat bajunya dan bertingkah seolah sedang menyusui bayi, karena dia memang sedang menggendong boneka teddynya.

“Dede lagi nenenin boneka….,” katanya, sambil tersenyum memamerkan deretan giginya yang rapi.